Connect with us
Update Now

Dunia

Penelitian di AS: Kebal Terhadap Infeksi Covid-19 Dapat Bertahan Lima Bulan Atau Lebih

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 253,440 kali

Profesor vaksinologi di Sekolah Kedokteran Icahn Mount Sinai, Florian Krammer (dok,dnevniavaz)

BêBASbaru.com, DUNIA-NEW YORK – Kekebalan terhadap infeksi Covid-19 bertahan setidaknya selama lima bulan – dan mungkin lebih lama dari itu, seperti diungkapkan temuan baru para peneliti.

Walaupun laporan tersebut mungkin meragukan dan kontradiktif dengan laporan yang mirip yang dirilis di Inggris pekan ini, tapi sebenarnya tidak demikian. Tubuh manusia memproduksi senyawa pasukan imun untuk merespons sebuah infeksi dan pertama-pertama jumlahnya melimpah, mati dengan cepat, sementara kekebalan yang lain terbentuk lebih lambat. Laporan baru yang keluar pada Rabu menunjukkan 90 persen orang yang sembuh dari Covid-19 tetap memiliki respons kekebalan yang stabil.

“Sementara beberapa laporan yang telah dirilis mengatakan antibodi virus ini hilang dengan cepat, kami telah menemukan hal sebaliknya – bahwa lebih dari 90 persen orang yang sakit ringan dan sedang memproduksi sebuah respons antibodi cukup kuat untuk menetralisir virus, dan responsnya meningkat selama berbulan-bulan,” jelas profesor vaksinologi di Sekolah Kedokteran Icahn Mount Sinai, Florian Krammer, yang juga memimpin penelitian ini.

“Ini sangat penting untuk efektivitas pengembangan vaksin,” lanjutnya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Kamis (29/10). Tim meneliti respons antibodi 30.000 orang lebih yang dites positif virus corona di Sistem Kesehatan Mount Sinai antara Maret dan Oktober. Mereka mengkategorikan antibodi mereka dengan rendah, moderat, dan tinggi. Lebih dari 90 persen memiliki tingkat moderat sampai tinggi.

Mereka kemudian meneliti lebih jauh 121 pasien yang telah sembuh dan mendonorkan plasma mereka – pertama pada tiga bulan setelah mereka pertama kali merasakan gejala, dan kemudian lima bulan setelahnya. Para peneliti memang melihat penurunan pada beberapa antibodi. Tetapi yang lain bertahan, seperti yang mereka melaporkan dalam jurnal Science.

“Konsentrasi antibodi serum yang kami ukur pada individu pada awalnya kemungkinan besar diproduksi oleh plasmablast, sel yang bertindak sebagai penanggap pertama virus yang menyerang dan bersatu untuk menghasilkan serangan awal antibodi yang kekuatannya segera berkurang,” jelas Direktur Klinik Pengujian Antibodi Rumah Sakit Mount Sinai, Dr Ania Wajnberg.

“Kadar antibodi yang dipertahankan yang kami amati selanjutnya kemungkinan besar diproduksi oleh sel plasma berumur panjang di sumsum tulang. Ini mirip dengan apa yang kita lihat pada virus lain dan kemungkinan berarti mereka akan tetap ada. Kami akan terus mengikuti grup ini dari waktu ke waktu untuk melihat apakah level ini tetap stabil seperti yang kami duga dan harapkan.”

Cegah Infeksi Ulang

Antibodi bukan satu-satunya perlindungan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi, tetapi mereka adalah garis pertahanan pertama yang penting. “Meskipun ini tidak dapat memberikan bukti yang meyakinkan bahwa respons antibodi ini melindungi dari infeksi ulang, kami yakin sangat mungkin bahwa mereka akan menurunkan rasio kemungkinan infeksi ulang,” tulis tim peneliti.

“Kami tahu dari penelitian dengan virus corona yang biasa pada manusia bahwa antibodi penetral diinduksi, dan antibodi ini dapat bertahan selama bertahun-tahun dan memberikan perlindungan dari infeksi ulang atau penyakit yang menipis, bahkan jika individu terinfeksi kembali,” tulis Wajnberg dan rekannya. “Masih belum jelas apakah infeksi SARS-CoV-2 pada manusia melindungi dari infeksi ulang dan untuk berapa lama.”

Langkah penting berikutnya, kata mereka, adalah menetapkan apa yang dikenal sebagai korelasi perlindungan. Ini adalah senyawa yang dapat diukur dalam darah yang akan memberi tahu dokter apakah seseorang kebal – sehingga tidak perlu menunggu dan melihat apakah mereka terinfeksi lagi setelah satu serangan, atau setelah mendapatkan vaksin.

Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber (dengan judul: Penelitian di AS: Kekebalan Terhadap Infeksi Covid-19 Dapat Bertahan Lima Bulan)

Berita ini sudah dilihat 11,190 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 66
  • Page views today : 77
  • Total visitors : 547,541
  • Total page view: 1,132,944