Connect with us
Update Now

Politik

Pemkab dan Negara Tak Bisa Naikan Harga Karet, Solusi Paslon AMAN Tawarkan Bibit Berkualitas

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 465,464 kali

Paslon Aulia-Mansyah (AMAN) (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI TENGAH – Calon Bupati (Cabup) Pasangan Calon (Paslon) H Aulia Octaviandi dan H Mansyah Saberi (AMAN) nomor urut tiga, H Aulia Octaviandi menyampaikan solusi yang ditawarkan dalam upaya peningkatan harga karet yang rendah di tingkat petani, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Ia mengatakan, karet ini adalah komoditas dunia dan harganya mengikuti harga global, dan tentunya harganya jangankan negara, pemerintah daerah ataupun pemerintah provinsi, belum tentu bisa mengatur harga karet.

“Jika kita ingin tetap komoditas karet ini tetap dipakai dan digunakan oleh para petani karet maka bisa diawali dengan melakukan peremajaan tanaman karet, pada tanaman tanaman karet yang sudah tidak begitu menghasilkan,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan dia, di sini pasangan AMAN memberikan solusi untuk memberikan bantuan bibit yang unggul, dan dicari lahan lahan baru jika masyarakat masih ingin menginginkan menanam karet. Selain dicarikan lahan-lahan baru, pihaknya juga ingin memberikan solusi bahwa saat ini juga harus melihat ada pertumbuhan tanaman yang memang mulai dilirik dunia, tidak hanya karet saja.

Pihaknya menginginkan agar jangan terlalu berpaku terhadap tanaman karet, dan harus segera bereaksi mencari alternatif terbaik, dan dirinya pernah sebagai anggota DPRD Provinsi di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan bersama kepala SKPD terkait menawarkan solusi bagaimana menanam Pohon Kelapa Dalam.

“Pohon Kelapa Dalam itu juga bisa menjadi solusi karena banyak manfaat yang bisa diambil, disamping Pohon Kelapa Dalam ini merupakan jenis varietas unggul dengan produktifitas tinggi,” katanya. Calon Wakil Bupati HST, H Mansyah Saberi, mengatakan melihat harga karet itu ini sudah sangat murah, padahal selain karena para petani juga bisa diarahkan untuk menanam tanaman lain, seperti HST juga dikenal dengan sayur mayurnya.

Menurut dia, alangkah baiknya apabila para petani diajari bagaimana menanam sayur mayur dengan masa tanam hingga panen selama tiga bulan atau mungkin enam bulan, dan bisa menikmati hasilnya. “Sementara harga karet sampai turun hingga Rp4 ribu dan sekarang jadi Rp6 ribu, kalau dengan harga Rp6 ribu seminggu dengan hasil sadap 20 kilo, tentunya hanya dapat Rp120 ribu, pendapatan seperti ini sangat rendah untuk bisa mencukupi keperluan hidup selama seminggu,” katanya.

Sumber: antaranews.com dan berbagai sumber (dengan judul: Harga karet rendah di tingkat petani HST, Ini solusi yang ditawarkan AMAN)

Berita ini sudah dilihat 308 kali