Connect with us
Update Now

Post

Pemerintah Lebih pro Hurang Kaya, Minyak Curah Dilarang Beredar, Rakyat di Suruh Beli yang Kemasan Milik Konglomerat!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 113,749 kali

Rakyat disuruh beli minyak kemasan yang harganya lebih mahal milik para konglomerat (dok, KONTAN)


Post – Dengan alasan demi keamanan, pemerintah bikin blunder lagi, yakni melarang penjualan minyak curah, padahal selama ini minyak curah merupakan industri rumahan yang menampung ribuan tenaga kerja dan harganya tentu saja lebih murah dari kemasan. Sedangkan minya goreng kemasan, notebene milik pengusaha-pengusaha kakap yang menguasai industri ini sejak dulu dan minyak curah secara langsung menggerus keuntungan mereka. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melarang peredaran minyak goreng curah. Larangan ini mulai berlaku pada 1 Januari 2020. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, harga minyak curah tidak jarang dijual lebih mahal dari minyak kemasan. Untuk itu, pemerintah menetapkan seluruh penjualan minyak goreng hanya dalam bentuk kemasan agar harga lebih mudah dikontrol. Setelah ditetapkan peraturan ini, Enggar memastikan harga akan lebih terjamin. Pemerintah sendiri sebelumnya sudah menetapkan harga seluruh minyak goreng dalam kemasan sebesar Rp 11.000 per liter sesuai Harga Ekonomi Tertinggi (HET). “Dari sisi harga sudah bicara panjang dengan produsen, dan produsen bersedia mengurangi laba untuk membuat kemasan,” tutur Enggar saat ditemui di Lapangan Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10/2019). Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 disebutkan juga harga acuan untuk HET minyak goreng curah sebesar Rp 10.500 per liter. Setelah kebijakan pelarangan berlaku, maka acuan harga HET untuk minyak curah pun tak berlaku. Kebijakan ini dilakukan untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minyak goreng kemasan karena lebih terjamin mutu dan keamanannya. Dia melanjutkan, kebijakan minyak goreng wajib kemasan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah yaitu program peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 67 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + = 19

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 213
  • Page views today : 231
  • Total visitors : 530,169
  • Total page view: 1,113,750