Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Para Dosen Sadar Mahasiswanya Bakal Jadi Pekerja Kelak, ULM dan UIN Antasari Persilahkan Demo

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 132,432 kali

Para dosen sadar, mahasiswa adalah calon-calon pekerja, sehingga tak melarang demo tolak UU Cilaka (dok, suara.com)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Selain kalangan buruh dan pekerja, kalangan mahasiswa menjadi salah satu elemen yang aktif bergerak menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Contohnya pada aksi turun ke jalan yang diikuti kurang lebih 1.300 orang yang didominasi kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel menuntut Presiden RI menerbitkan Perppu untuk membatalkan UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

Dalam aksi tersebut, tak sedikit mahasiswa ULM yang mengenakan almamater kebanggaannya berwarna kuning serta mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin dengan alamamater biru nya terlihat meneriakan penolakan atas UU Cipta Kerja.

Terkait hal tersebut, beberapa perguruan tinggi di Kalsel menyatakan tidak membatasi niat mahasiswanya dalam ikut melaksanakan aksi turun ke jalan sebagai bentuk menyatakan pendapat.

Disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Ir. H. Muhammad Fauzi, MP kebebasan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat diatur dan tertuang dalam Peraturan Akademik ULM.

“Sikap ULM sendiri selama ini kami tidak pernah mengekang mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Kami memberikan kesempatan seluas luasnya kepada mahasiswa kami untuk menyampaikan aspirasi dan itu tertuang di Aturan Akademik,” kata Fauzi, Selasa (13/10/2020).

Meski demikian kata Fauzi, pihaknya juga tidak akan memberikan toleransi jika ada mahasiswaanya bersikap anarkis dan merusak dalam penyampaian aspirasi. “Jadi kedua sisi itu harus dipegang bersama dan kami ingatkan ke semua mahasiswa. Bahwa saya sepakat kita menyampaikan aspirasi secara santun dan bagaimana bernegosiasi dengan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. Menurut Nida, pihaknya memberikan kebebasan bagi mahasiswanya untuk menyampaikan aspirasi namun tetap mengutamakan visi UIN Antasari yaitu Unggul dan Berakhlak.

“Kami juga tidak membatasi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi karena dijamin kebebasan berpendapat, tapi diingatkan apapun yang disampaikan, sampaikan dengan bijak santun dan tidak melanggar hukum,” kata Nida.

Ia juga menegaskan pihaknya mentolerir jika ada mahasiswanya yang menyalahi tata tertib yang ditetapkan oleh UIN Antasari Banjarmasin. Nida menilai banyaknya gerakan di kalangan mahasiswa dalam penolakan UU Cipta Kerja bisa saja disebabkan kekhawatiran kalangan mahasiswa yang juga nantinya akan merasakan terjun ke dunia kerja dan terimbas UU tersebut.

Terkait gelombang aksi dari kalangan mahasiswa, sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengeluarkan surat edaran yang berisi himbauan agar mahasiswa tidak turun ke jalan dalam aksi terkait Undang-Undang (UU) Cipta Kerja mengingat risiko penularan Covid-19.

Dimana edaran bernomor 1035/E/KM/2020 dengan perihal Imbauan Pembelajaran secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja ini diteken oleh Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam pada Jumat (9/10/2020).

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Tak Larang Mahasiswanya Berunjuk Rasa, ULM dan UIN Antasari Ingatkan Hal Ini Kepada Mahasiswanya)

Berita ini sudah dilihat 124 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 23
  • Page views today : 28
  • Total visitors : 532,877
  • Total page view: 1,116,803