Connect with us
Update Now

Headline

Oknum Jend-Pol Di Sogok Djoktan Bagian V: Dua JendPol Ini Terima Duit Cash Dalam ‘Kardus’

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 246,188 kali

Kasus DjokoTjandra juga menyeret Jaksa Pinangki yang memainkan peranannya di Kejaksaan (dok, bisnis.com)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Data itu lantas digunakan oleh Djoko Tjandra untuk masuk wilayah Indonesia dan mengajukan Peninjauan Kembali pada bulan Juni 2020 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Transaksi suap itu terjadi di salah satu ruangan di salah satu gedung di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Napoleon dan Prasetijo didakwa dalam berkas terpisah. Jaksa mendakwa Napoleon menerima suap SGD 200 ribu dan USD 270 ribu, sedangkan Prasetijo didakwa menerima USD 150 ribu.

Keseluruhan uang itu disebut diterima dari rekan Djoko Tjandra bernama Tommy Sumardi yang berperan sebagai perantara. Salah satu yang menjadi sorotan yaitu lokasi transaksi suap yang berada di Lantai 11 Gedung TNCC (Trans-National Crime Center).

Lantai 11 Gedung TNCC Mabes Polri merupakan kantor dari Napoleon yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri. Disebutkan dalam dakwaan bila beberapa kali transaksi suap terjadi di markas penegak hukum itu.

“Tommy Sumardi dengan membawa paper bag warna putih bersama Brigjen Prasetijo Utomo masuk ke ruang Kadivhubinter menemui terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte. Dalam pertemuan tersebut Tommy Sumardi menyerahkan uang kepada Irjen Napoleon Bonaparte, kemudian Tommy Sumardi meninggalkan gedung TNCC Mabes Polri,” tutur jaksa membacakan surat dakwaan itu.

Selain itu Brigjen Prasetijo pun disebut menerima suap langsung di kantornya di Bareskrim Polri. Kala itu Brigjen Prasetijo menjabat sebagai Kepala Biro Koordinator Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Baik Napoleon maupun Prasetijo menerima suap di dalam kantung plastik maupun paper bag.

“Tommy Sumardi tiba di gedung TNCC dengan membawa kantung plastik warna putih menemui terdakwa Napoleon Bonaparte di ruang Kadivhubinter gedung TNCC Mabes Polri lantai 11 dan kemudian Tommy Sumardi menyerahkan uang USD 100 ribu yang ada dalam kantung plastik warna putih kepada Irjen Napoleon Bonaparte,” tutur jaksa. Kemudian, pada 4 Mei 2020, Tommy Sumardi kembali menyerahkan uang ke Irjen Napoleon dari Djoko Tjandra sebesar USD 150 ribu. Uang itu juga diserahkan di ruangan Napoleon.

“Tommy Sumardi menyerahkan uang sejumlah USD 150 ribu dalam paper bag warna putih kepada Irjen Napoleon Bonaparte,” kata jaksa. Sementara itu data penghapusan red notice lantas digunakan oleh Djoko Tjandra untuk masuk wilayah Indonesia dan mengajukan Peninjauan Kembali pada bulan Juni 2020 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Setelahnya kehebohan mengenai Djoko Tjandra pun terjadi hingga akhirnya Djoko Tjandra ditangkap berkat kerja sama police to police antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Djoko Tjandra ditangkap pada Kamis (30/7) dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo turun langsung membawa Djoko Tjandra dari Malaysia. (Bersambung)

Sumber: detik.com dan berbagai sumber yang diolah

Berita ini sudah dilihat 148 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 301
  • Page views today : 349
  • Total visitors : 547,014
  • Total page view: 1,132,361