Connect with us
Update Now

Headline

Oknum Jend-Pol Di Sogok Djoktan Bagian III: Tommy Sumardi Jadi Perantara ke Jenderal Pol

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 226,972 kali

Setelah namanya di hapus interpol, Djoktan pun bebas keluar masuk RI, hingga bisa ajukan praperadilan (dok, IDN Times)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Dalam perjalanannya secara bertahap Irjen Napoleon menerima total SGD 200 ribu dan USD 270 ribu dari tangan Tommy Sumardi di mana sumber uangnya adalah dari Djoko Tjandra. Selain itu Brigjen Prasetijo juga diduga menerima USD 150 ribu.

Irjen Napoleon pun memproses penghapusan red notice Interpol untuk Djoko Tjandra. Data penghapusan red notice lantas digunakan oleh Djoko Tjandra untuk masuk wilayah Indonesia dan mengajukan Peninjauan Kembali pada bulan Juni 2020 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Setelahnya kehebohan mengenai Djoko Tjandra pun terjadi hingga akhirnya Djoko Tjandra ditangkap berkat kerja sama police to police antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Djoko Tjandra ditangkap pada Kamis (30/7) dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo turun langsung membawa Djoko Tjandra dari Malaysia.

Ternyata, ada ‘tangan’ lain yang membantu Djoko Tjandra melenggang dengan leluasa masuk ke Tanah Air. Adalah duet 2 jenderal yaitu Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. “Bahwa terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte telah melakukan atau turut serta melakukan dengan Brigjen Prasetijo Utomo masing-masing selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima uang SGD 200 ribu dan sejumlah USD 270 ribu dari Joko Soegiarto Tjandra,” ujar jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).

“Brigjen Prasetijo Utomo menerima uang sejumlah USD 150 ribu,” imbuh jaksa. Jaksa mengatakan pemberian suap itu dengan permintaan Djoko Tjandra agar namanya terhapuskan dari red notice Interpol. Kala itu Djoko Tjandra merupakan buron kelas kakap yang telah kabur sejak 2009 terkait perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Djoko Tjandra saat itu ingin mengajukan Peninjauan Kembali (PK) perkaranya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengharuskan dirinya datang secara fisik ke pengadilan. Untuk itu Djoko Tjandra meminta bantuan rekannya bernama Tommy Sumardi untuk mengurus perihal penghapusan red notice Interpol hingga daftar pencarian orang (DPO) itu.

Tommy Sumardi kemudian bertemu dengan Brigjen Prasetijo Utomo, saat itu masih menjabat sebagai Kepala Biro Koordinator Pengawas (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Dari Prasetijo lantas Tommy Sumardi dikenalkan ke Irjen Napoleon. (Bersambung)

Sumber: detik.com dan berbagai sumber yang diolah

Berita ini sudah dilihat 152 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 251
  • Page views today : 283
  • Total visitors : 545,068
  • Total page view: 1,130,169