Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Tengah

Nikah Tanpa Izin Cerai Minta Ganti Rugi, Pria Ini diusir Warga dan diadukan ke DPRD

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,961 kali

Warga yang demo ke DPRD HST di jaga ketat aparat kepolisian (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI TENGAH – Aksi demo yang dilakukan warga Desa Baru Kecamatan Batu Benawa dan Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan, ditunda hingga 1 September mendatang. Rencananya, pada 1 September nanti DPRD akan memanggil Syarkawi untuk mengklarifikasi terkait persoalan dengan warga. Meski ditunda, jika tak ada keputusan, warga siap melakukan aksi sendiri. Bahkan saat demo, penjagaan ketat dilakukan di depan kantor DPRD HST. “Kami siap melakukan aksi jika tak ada keputusan tegas terkait keinginan kami. Kami berharap Syarkawi angkat kaki dari sana atau pulang ke Taras Padang Kecamatan Labuan Amas Selatan. Kami tak meminta ia angkat kaki dari HST tapi dari kampung kami. Ini sudah meresahkan,” ujar penanggung jawab aksi demo yang juga menjadi juru bicara warga, Aidi. Menurutnya, ini merupakan puncak kemarahan warga. Dalam berita sebelumnya, Warga Desa Baru Kecamatan Batu Benawa warga dari Batu Tunggal datang ke DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tak tanggung-tanggung, warga yang hadir mencapai 200 orang. Warga yang datang menyatakan dengan lantang agar Syarkawi warga yang tinggal di Batu Tunggal angkat kaki dari sana. Kemarahan warga bukan tanpa sebab. Warga marah karena Syarkawi menikahi warga Desa Baru tanpa seizin orangtuanya. Syarkawi menikahi perempuan berusia 25 tahun di Kabupaten Banjar dengan istilah nikah musyafir. Pernikahan tersebut tanpa restu atau sepengetahuan orangtua perempuan. Amarah warga memuncak, dan meminta agar Syarkawi angkat kaki. Banyak karton bertuliskan umpatan kepada Syarkawi. Mulai dari “Guru Syarkawi Memecah Belah Masyarakat Kampung Waki” hingga “Bila Kada Disetujui Kuitannya Bawa Lari Haja Anaknya, Nikahnya Sah Haja, Selamatkan Anak-Anak Gadis, PREDATOR”. Pendemo tak hanya kaum laki-laki tetapi juga perempuan. Mereka datang dengan berteriak minta Syarkawi meninggalkan tempat tinggalnya sekarang. Penanggung jawab aksi demo yang juga menjadi juru bicara warga, Aidi membeberkan, tingkah laku Syarkawi memecah belah warga. Dibeberkannya, Syarkawie menikahi cucu keponakannya pada Februari 2020 lalu tanpa seizin orangtua dan dilakukan di Martapura. Merasa tak meminta restu orangtua perempuan, meminta Syarkawi untuk mendatanginya agar meminta restu dan permohonan menikah baik-baik. Enam bulan menikah, istri Syarkawi minta cerai. Puncaknya, saat minta cerai Syarkawi meminta syarat uang ganti rugi cerai Rp 10 juta dan meminta adik perempuan sang istri untuk dinikahinya. “Kami sudah berharap ia datang baik-baik dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Parahnya, tiga kali rapat dan minta dimediasi dengan RT, ia enggan datang,” bebernya. Warga Desa Baru, M Ilmi membeberkan jika Syarkawi berprilaku tidak cocok dengan jabatan yang diembannya sebagai tokoh agama. “Ia tidak mau bersalaman dengan masyarakat hanya orang tertentu. Tidak mau tegur sapa kecuali kecuali sepaham dengannya. Masyarakat antara pendukung Syarkawi dan masyarakat. Kami tidak ingin,” ujarnya. Demo berakhir deadlock, DPRD dan warga berjanji akan melanjutkan Selasa (1/9/2020) nanti.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Geram dengan Kelakuan Lelaki ini, Masyarakat Desa Baru dan Desa Tunggal Mengadu ke DPRD HST)

Berita ini sudah dilihat 84 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 171
  • Page views today : 197
  • Total visitors : 528,372
  • Total page view: 1,111,790