Connect with us
Update Now

Headline

Merasa Tak Ada Perkembangan Terkait Pengeroyokan Suaminya Oleh Oknum Sipir LP Tanjung,  Istri HM Gunawan Lapor ke Kemenkumham dan Polda Kalsel

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 423,527 kali

Pengacara dan istri HM Gunawan saat lapor ke Kemenkumham Kalsel dan selanjutnya Polda Kalsel (dok, Bpost)

BêBASbaru.com, KRIMINAL – Merasa sang kliennya narapidana yang tengah menjalani penahanan di Lapas Tanjung, HM Gunawan (40) mendapat perlakuan kurang manusiawi dan diduga terus mendapatkan intimidasi, Kusman Hadi SH sang pengacara mendatangi Kantor Kanwil Kemenlkumham Kalsel dan Propam Polda Kalsel, Selasa (11/8/2020) siang. Kedatangan Kusman Hadi SH berserta Hj Gusti Rini Hernawanti SH dan Darzad SH serta ditemani istri HM Gunawan yakni Nilam Sari ini guna melaporkan tindakan Kalapas berserta para oknum sipir tersebut perihal perlakukan intimidasi yang diterima sang suami . Ditemui usai melaporkan tindakan Kalapas beserta jajarannya terhadap korban pengeroyokan (HM Gunawan), Selasa (12/8) siang Kusman mengatakan awal kejadian sebenanya terjadi saat pengeroyokan terhadap kliennya HM Gunawan pada Jumat (22/5) lalu yang dilakukan oleh lima orang oknum sipir Lapas Tanjung Kelas II B Tanjung saat akan menunaikan salat Jumat. Waktu itu pengeroyakan diduga dilakukan di depan petugas KPLP . Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka-luka di kepala, wajah dan sekujur tubuh. Bahkan hingga kini telinga sebelah kiri korban masih mengalami sakit. Pengeroyokan narapidana HM Gunawan yang dilakukan para oknum sipir tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Tabalong dan pada perkembangan selanjutnya kelima oknum sipir itu akhirnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Tabalong. Hingga sejak 22 Mei 2020, sang klien dihukum masuk sel khusus (sel ilsolasi) dan para oknum tersebut dengan leluasa mengintimidasi korban, Seperti korban tidak boleh menerima titipan makanan apa pun sedangkan napi satu sel dengan korban boleh saja menerima titipan makanan. Kemudian di sel isolasi yang ditempati korban tak tidak dikasih air untuk keperluan mandi , berak, dan lainnya sehingga korban meski berteriak-teriak dari pagi hingga malam karena tidak dikasih air. Sejak 3 Juni 2020 – Juni 17 Juni 2020, kliennya sempat diperlakukan layaknya napi lain dimana titipan makanan diperbolehkan, air dikasih setiap hari dan setiap hari juga ikut dijemur. Namun sejak 17 Juni 2020 , saat pihaknya datang kembali ke lapas dan menyampaikan tidak ada perdamain dari pihak keuarga maka sejak itu titipan makanan untuk korban dipersulit bahkan sampai diacak-acak dan makanan yang diantar istri korban jam 15:00 Wita diantar , jam 20:00 Wita atau malam baru diantar pihak lapas ke sel dalam keadaan basi. Disinggung kedatangan ke Kanwil Kemenkumham Kalsel, Kusman mengatakan, berkaitan dengan perlakuan yang diterima kliennya yang saat ini ditahan di Lapas di Tanjung. “Klien ditahan, intimidasi masih berjalan, makanan susah masuk, pokoknya intimidasilah,” papar Kusman Hadi. Kusman pun berharap kliennya diperlakukan seperti narapidana lainnya seperti bisa menerima titipan makanan dan juga bisa diijinkan video call dengan pihak keluarga. Sedangkan pelaporan yang dilakukan pihaknya ke Propam Polda Kalsel, berkaitan dengan tidak ditahannya para oknum sipir yang melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap klien. Sementara itu Nilai Sari, istri narapidana HM Gunawan, mengatakan terakhir diperbolehkan menjenguk sang suami pada 17 Juni lalu saat bersama kuasa hukumnya datang ke Lapas. Namun setelah itu, tak diperbolehkan lagi “Terakhir 16 Juli tadi mencoba hendak ketemu, tapi tidak diperbolehkan. Minta izin video call, tidak diizinkan juga,” ucapnya. Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Agus Toyib, yang dikonfirmasi via HP, Selasa (11/8/2020 ) sore, mengatakan, untuk kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oknum sipir itu pihaknya serahkan para proses hukum. Meski begitu, Agus mengatakan, sang narapidana telah beberapa kali dipindahkan penjara. Dirinya telah mendengar ada surat dari sang pengacara, namun belum mengetahui isi surat lengkapnya. “Tentunya akan kami lihat dan pelajari,” paparnya. Namun, Agus mengatakan, tentunya jika narapidan sedang di sel isolasi maka tak diperkenakan untuk berhubungan atau berkomunikasi. “Kami tentunya akan bertindak proporsional dan kami pastilkan si narapidana baik-baik saja. Keluarga jangan khawatir,” paparnya. Terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes M Rifai, mengatakan, pelaporan yang dilakukan pihak keluarga korban ke Propam merupakan hak mereka. “Tentu itu hak mereka . Tapi untuk pelaporan tersebut, pastinya akan dipelajari dulu oleh petugas,” ucapmya.

Sumber: Banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Diduga Klien Diintimidasi Oknum Sipir, Pengacara Datangi Kemenkumham dan Polda Kalsel)

Berita ini sudah dilihat 466 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA