Connect with us
Update Now

Curah

Mengingat Gus Dur, Presiden Yang Memilih Dijatuhkan Daripada Di Atur-atur

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 216,315 kali

Curah – Profesor Mahfud MD, merupakan tokoh yang memang selalu berbicara apa adanya, tanpa tedeng aling-aling, tapi tetap sesuai koridor konstitusi. Saya yang awam terkait kenapa Gus Dur malah tidak mau mempertahankan jabatan Presiden nya Tahun 2001 silam? Kini jadi paham, kenapa Gus Dur malah ‘enteng saja’ melepas jabatannya kala Sidang Istimewa MPR RI yang diketuai Amien Rais dan disokong Akbar Tanjung (Ketua DPR RI) dan Wapres Megawati (Ketua Umum PDIP & Fraksi terbesar di MPR-DPR RI). Menurut Mahfud (saya kutip melalui chanel Youtube), kalau saat itu Gus Dur keras ingin bertahan sebagai Presiden bisa saja, karena ribuan Banser bisa dia kerahkan, lalu militer dan kepolisian yang terbelah bisa juga Gus Dur manfaatkan. Tapi Gus Dur saat ingin meninggalkan Istana hanya berucap, jabatan duniawi hanya sementara, tak perlu dipertahankan sampai mengorbankan anak bangsa (mirip ucapan mantan Presiden HM Soeharto, yang menolak usul anak buahnya, agar menggunakan ABRI –kini TNI– untuk membubarkan aksi demo Tahun 1998 lalu). Dari 3 tokoh tersebut, kabarnya hanya Megawati yang dimaafkan Gus Dur. Malah saat itu Gus Dur berucap, jabatan dunia, gak perlu dibela mati-matian. Subhanalloh..Saat Gus Dur memanggil Ustadz Mujib (kepala rumah tangga kepresidenan kala itu), Gus Dur tersenyum seraya berkata, ‘Preman-preman’ itu akan jadi gelandangan politik seumur hidupnya (orang-orang yang ingin melengserkan Gus Dur). Sebagaimana diketahui, Amien Rais pasca lengser sebagai Ketua MPR RI, tak punya jabatan politik apapun lagi di negara kita, kecuali aktif di PAN, Akbar Tanjung malah bernasib tragis, sempat bermasalah dengan hukum dan kalah bertahan jadi Ketum Golkar saat itu dan kini hanya jadi pengurus DPP Golkar tanpa jabatan prestisius. Megawati malah lebih ironis, 3x kalah bertarung di Pilpres, 2X Tahun 2004 (dua putaran) dan 1X Tahun 2009. Begitu hebatnya kah ‘kutukan’ Gus Dur, sehingga 3 tokoh itu bernasib apes…??? Hanya Allah SWT yang tahu jawabannya. Mahfud juga mengungkapkan, sebelum dijatuhkan, ada lagi orang yang menyebut tokoh agama Islam, yang meminta agar Gus Dur jangan menerbitkan Dekrit pembubaran DPR-MPR RI, tapi menerbitkan Dekrit yang menyebutkan negara kita bukan lagi ber ideologi Pancasila, tapi Ideologi Islam, posisi Gus Dur akan aman dan seluruh rakyat Indonesia yang 80% muslim akan berdiri dibelakang Gus Dur untuk membela bertahan sebagai Presiden. “Gus Dur saat itu marah besar dan menggebrak meja, dia katakan, saya tak bakal berkhianat terhadap bangsa ini. Lalu yang lebih membuat saya kagum lagi, sebelumnya ada 3 Ketua Partai Besar bertemu Gus Dur dan berkata, akan mempertahankan Gus Dur sebagai Presiden dan tak bakal dilengserkan. Tapi ada syaratnya, Gus Dur harus bubarkan Kabinet dan nanti para Menteri yang duduk harus dari ke 3 parpol tersebut, Gus Dur juga langsung menggebrak meja, dan berkata keras, bahwa dia tak mau di atur-atur soal pembantu presiden, karena itu hak preorgatif presiden yang di atur UU. Saya lebih baik berhenti jadi Presiden daripada kalian atur-atur kata Gus Dur kala itu,” kenang Mahfud MD. Dan akhirnya Gus Dur pun memang dilengserkan lalu diganti Megawati untuk meneruskan jabatan Presiden hingga 2004, lalu Hamzah Haz yang juga Ketum PPP terpilih sebagai Wapres.
Seorang pemimpin dimanapun tingkatannya, lebih baik jangan sampai jadi boneka siapapun, pemimpin harus memiliki kapabilitas dan kualitas serta wibawa yang kuat agar bawahan atau anak buah segan. Namun, terlalu lama dan tidak di batasi seperti Raja atau Kaisar tak baik juga, akan menjadi otoriter dan kejam terhadap bawahan. Imbas jeleknya menyebabkan sifat menjilat dari bawahan serta menindas yang lemah. Tapi banyak juga pemimpin yang tetap dianggap baik walaupun lama menjabat, contoh Sultan Brunei Darusallam, Sultan Hassanal Bokiah, dilahirkan pada Tanggal 15 Juli 1946 di Brunei Town (sekarang disebut Bandar Seri Begawan). Bolkiah menjadi putra mahkota pada tahun 1961 dan naik tahta jadi Sultan pada 5 Oktober 1967, setelah ayahnya turun tahta secara sukarela. Penobatan Bolkiah diadakan pada tanggal 1 Agustus 1968. Seperti ayahnya Begawan Sultan Sir Muda Omar Ali Saifuddin III, Sultan Brunei ke-28, dan Babu Raja Pengiran Anak Damit. Bolkiah telah mendapat gelar kehormatan “Sir” oleh Ratu Elizabeth II dari Britania Raya, Brunei adalah protektorat sampai 1984. Sudah lebih 50 tahun berkuasa, tak terdengar ada ucapan rakyatnya yang tak puas dengan kepemimpinan Sultan Bolkiah, negeri Brunei pun tetap kaya raya sampai kini. Padahal sebagai Sultan, Bolkiah memegang beberapa jabatan strategis, yang uniknya sangat susah membedakan antara harta negara dan harta pribadi sang Sultan. Diperkirakan harta Sultan lebih dari Rp300 Trilyun dan masuk sebagai daftar orang terkaya di dunia. Kelebihan Brunei adalah, untuk rakyatnya tak ada pajak, berobat dan sekolah gratis, keamanan terjamin, biaya hidup yang murah terlebih mata uangnya sama dengan dollar Singapura.
Saya teringat dengan materi ceramah (Alm) KH Zainuddin MZ, menurut beliau, yang namanya kekuasaan, kadang memabukan hingga yang namanya penguasa pasti ogah turun dari jabatannya. Saking ingin bertahan lama, maka apapun akan dilakukan. Contoh Raja Namruz dan Raja Fir’aun, keduanya tipikal pemimpin yang sensitif dan ketakutan akan digulingkan dari kekuasaannya, sehingga berbuat sesuatu di luar nalar. Namruz dan Fir’aun kata Dai Sejuta Umat itu, memerintahkan pasukannya agar membunuhi semua bayi yang berjenis kelamin laki-laki. Hanya karena ramalan ahli nujum mereka, bahwa akan lahir seorang anak laki-laki dari rahim seorang rakyatnya, yang bakal menjatuhkan mereka dari kekuasaan kelak. Walaupun ribuan bayi laki-laki sudah di bunuh dua raja paling lalim dalam sejarah di muka bumi ini. Namun kekuasaan Tuhan tak bisa dilawan, keduanya akhirnya memang jatuh dari kekuasaan secara tragis. Kekuasaan bagaimanapun lamanya di pegang, namun hukum alam tak pernah bisa di lawan. Suatu saat kekuasaan itu akan habis dan diganti penguasa yang lain lagi, begitulah hukum alam yang dibuat Tuhan Yang Maha Esa. Walaupun kekuasaan menjanjikan enak yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata dan jutaan orang berebut kuasa, banyak juga tokoh-tokoh dunia ataupun anak-anak Raja-Kaisar yang justru menolak jabatan tersebut. Kalau jaman Khalifah, tentu saja yang terkenal adalah penolakan Khalifah Umar Bin Khattab yang tidak mau anaknya Abdullah Bin Umar sebagai penggantinya. Kebetulan Abdullah Bin Umar juga menolak jabatan tersebut dengan tegas, bahkan Abdullah Bin Umar juga menolak jabatan Orang Nomor Dua (2) di kekhalifahan, kala Khalifah Usman Bin Affan menawarinya sebagai Hakim Agung. Hakim sangat tinggi kedudukan saat itu, sebab sebagai Hakim, bisa memutuskan seorang pejabat tinggi level Khalifah/Presiden lanjut atau harus berhenti, kalau misalnya ada kesalahan. Kalau kini tentu saja sama dengan Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi, sayangnya, MK kita pernah tercoreng sangat dalam, setelah dua pentolan nya ketangkap KPK, yakni mantan Ketua MK, Akil Muhktar dan Patrialis Akbar. Sebagai pengadil yang bisa memutuskan apapun, bahkan boleh di bilang super body, super basah dan super-super lainnya. MK akhirnya menjadi sorotan karena keputusan-keputusannya yang dianggap mencurigakan, terlebih kalau sudah menyangkut perkara Pilkada. Bayangkan, sudah menang dan di sahkan KPUD setempat, ehhh malah kalah kala berperkara di MK. Inilah yang membuat semua orang tercengang, ada apa dengan lembaga MK ini, setelah Akil Mukhtar dan Patrialis tertangkap, akhirnya terbongkarlah praktek-praktek tercela di lembaga terhormat ini….Masya Allah…hukum dipermainkan. ệ
Penulis: H. Masruddin (Wakil Ketua DPRD Tabalong)

Berita ini sudah dilihat 71 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 177
  • Page views today : 192
  • Total visitors : 544,088
  • Total page view: 1,129,086