Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Melonjaknya Harga Gas Elpiji 3Kg Pertamina Ogah disalahkan, Sebut Berlebih Untuk Warga Miskin di Kalsel

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 131,357 kali

Gas melon yang peruntukannya untuk warga miskin, kini melonjak harganya (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Indikasi masih banyak warga  yang tak berhak namun menikmati subsidi elpiji dengan memakai elpiji 3 kg masih sangat terlihat di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), termasuk di ibu kotanya, Banjarmasin. Pasalnya, meski kuota dan penyaluran gas elpiji 3 kg dari Pertamina melalui jaringan agen dan pangkalan sudah lebih banyak dibanding jumlah warga miskin, namun tetap saja masih ada teriakan dari masyarakat saat kesulitan mendapatkan gas melon sesuai harga eceran tertinggi. Menurut Sales Area Manager Pertamina Kalselteng, Drestanto, penyaluran elpiji 3 kg di Provinsi Kalsel sampai 31 Juli 2020 sudah lebih 2,6 persen dari kuota yang diberikan pemerintah. Bahkan di Kota Banjarmasin, rata-rata suplai elpiji 3 kg sebesar 58,5 metrik ton atau 19.500 tabung per hari. Jika ditotal sebanyak 507.000 tabung per bulan. Jumlah ini, kata Drestantom sudah jauh melebih perhitungan keperluan elpiji 3 kg untuk masyarakat miskin dan UMKM yang berhak menggunakan elpiji melon dalam program kartu kendali yang dilaksanakan  Pemerintah Kota Banjarmasin. Program kartu kendali merupakan cara Pemko Banjarmasin menjamin warga miskin dan UMKM yang berhak menikmati subsidi elpiji 3 kg di pangkalan resmi dengan harga eceran tertinggi yang ditentukan Pemerintah, yaitu Rp 17.500. Dalam program kartu kendali, diperhitungkan ada sebanyak 36.654 warga miskin dan 627 UMKM pemegang kartu kendali dengan kebutuhan 151.632 tabung elpiji 3 kg per bulan.Ditegaskan Drestanto, jika masih ada masyarakat miskin yang belum memiliki kartu kendali bisa melaporkannya ke Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Sedangkan bagi pelaku UMKM yang berhak menerima subsidi elpiji namun belum memiliki kartu kendali bisa melaporkannya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin. “Nanti pihak Dinas Sosial dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota yang memverifikasinya,” kata Drestanto saat hadir di rapat koordinasi yang digelar oleh Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Selasa (1/8/2020). Kedatangan Drestanto dan tim ke gedung DPRD Provinsi Kalsel juga merupakan tindaklanjut atas sederet aspirasi yang diterima DPRD Provinsi Kalsel dari masyarakat yang menyuarakan kesulitan mendapat gas elpiji 3 kg sesuai harga eceran tertinggi. Untuk menekan potensi melesetnya subsidi elpiji, Drestanto juga menyatakan akan melakukan upaya edukasi kepada masyarakat dan memasang banner serta spanduk di pangkalan-pangkalan berisi himbauan agar masyarakat yang tak berhak tidak lagi menggunakan elpiji 3 kg.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Pertamina Sebut Kuota Elpiji 3 Kg Melebihi Keperluan Warga Miskin di Kalsel)

Berita ini sudah dilihat 105 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 238
  • Page views today : 267
  • Total visitors : 532,663
  • Total page view: 1,116,575