Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Mediasi RTP dan ‘Mantan Karyawan’ Tetap Buntu, Kini Tunggu Keputusan Disnaker Tabalong

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 115,107 kali

Perwakilan karyawan RTP dan perusahaan tak menemui kata sepakat alias buntu, padahal di fasilitasi Disnaker Tabalong (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, TABALONG – Proses mediasi terkait persoalan karyawan yang dirumahkan tanpa pembayaran upah di PT Restu Tanjung Permai (RTP) berakhir dengan menemui jalan buntu. Ini diketahui dari hasil mediasi kedua yang dilaksanakan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong, Selasa (15/9/2020). Dalam mediasi ini kembali dari karyawan diwakili Ketua dan Wakil Ketua DPC FSP-KEP Kabupaten Tabalong, Syahrul dan Muhammad Riyadi. Sedangkan dari pihak perusahaan RTP, seperti medisasi pertama juga tetap diwakili HRGA, Deny Herdiawan. Jalannya mediasi kedua ini juga beberapa diwarnai negosiasi terkait permintaan yang diajukan kedua belah pihak. Dimana antara kedua belah pihak masih keras dengan keinginan masing-masing terkait pembayaran upah selama karyawan dirumahkan dan juga besaran pesangon apabila ada PHK. Perwakilan karyawan meminta mereka tetap harus menerima upah selama di rumahkan dan apabila PHK meminta pesangon 1,5 gaji. Sedangkan pihak perusahaan tetap dengan keinginan mereka dimana apabila ada PHK hanya bisa membayarkan hak normatif pesangon 1 kali gaji. Dengan masih belum adanya titik temu ini, akhirnya mediasi disepakati kedua belah pihak tidak lagi dilakukan. HRGA PT RTP, Deny Herdiawan, membenarkan, kembali tidak ada hasil sepakat dalam mediasi yang dilakukan untuk kedua kalinya ini, sehingga mediasi disepakati tidak lagi lagi berlanjut. “Kita tetap sama dengan mediasi sebelumnya, yaitu tetap jika PHK kita akan melakukan hak normatif kali satu, sedangkan tuntutan yang lain mungkin kita lihat proses selanjutnya,” kata Deny. Saat ini menurutnya berdasarkan putusan medasi tadi, disepakati mediasi sudah berakhir dan tinggal menunggu anjuran disnaker. “Nanti kita ikuti keputusan apapun dari dinas tenaga kerja sesuai anjurannya,” katanya. Disampaikannya juga hingga saat ini darj semua pekerja yang dirumahkan sudah ada sebagian yang mau PHK dengan mengambil pesangon sebesar 1 kali gaji. Terpisah, Ketua DPC FSP-KEP Kabupaten Tabalong, Syahrul, mengatakan, substansi dari persoalan ini adalah mengenai upah karyawan yang dirumahkan terancam tidak dibayarkan. “Secara otomatis ini bertentangan dengan aturan tentang ketenagakerjaan,” tegasnya. Selain itu dalam mediasi juga tidak ada kesepakatan soal besaran pesangon apabila ada PHK. Sehingga walaupun masih ada waktu untuk melakukan mediasi, namun karena tidak bakalan ada kesepakatan terkait tuntutan, maka akhirnya sisa waktu yang ada tidak akan lagi digunakan untuk mediasi. Lalu terkait ada karyawan yang sudah mengambil pesangon, Syahrul menegaskan itu hak masing-masing individu dari karyawan yang bersangkutan. “Mereka menerima itu hak mereka, kita tidak bisa melarang walaupun mereka di bawah naungan saya itukan hak prerogatif masing-masing,” katanya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul Mediasi Berakhir, Perwakilan Karyawan dan Perusahaan RTP di Tabalong Temui Jalan Buntu)

Berita ini sudah dilihat 95 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 138
  • Page views today : 181
  • Total visitors : 530,444
  • Total page view: 1,114,088