Connect with us
Update Now

Uncategorized

Manuver Jokowi, Segera Cairkan 3 Trilyun Dana Kelurahan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 227,878 kali

Sebagai calon petahana yang menguasai pemerintahan, kebijakan Presiden Jokowi lagi-lagi menuai pro dan kontra, bagi oposisi rencana pemerintah yang akan mencairkan dana kelurahan hingga 3 Trilyun dari rencana 7 Trilyun tentu saja menuai pro dan kontra. Khususnya dari penantang Jokowi, yang dianggap ini hanya akal-akalan saja untuk mendulang simpati dari rakyat…”Pasti masyarakat bisa menilai sendiri, apakah ini ada udang di balik batu atau apakah ini sebuah program yang memang dicanangkan sebelumnya,” kata Sandiaga Uno, Cawapres 02.
——————————————————————————————————————-

Post – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun depan berencana mengeluarkan kebijakan Dana Kelurahan dan Dana Operasional Desa. PAN mempertanyakan mengapa kebijakan itu baru dikeluarkan sekarang. “Dana kelurahan itu boleh saja. Tapi kenapa baru saat ini disebut-sebut? Tahun-tahun kemarin kok nggak masuk dalam agenda kerja pemerintah? Bukankah aspirasi soal dana kelurahan itu sudah disampaikan sejak dana desa digulirkan?” ujar Wasekjen PAN Saleh Daulay Partaonan kepada wartawan, Jumat (19/10) lalu. “Kenapa baru Jelang Pilpres?” imbuhnya. Saleh juga mengkritik kebijakan-kebijakan Jokowi selama 4 tahun memimpin Indonesia. Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut dinilainya program yang populis. “Tentu ada banyak target yang ingin dicapai. Salah satunya tentu saja target politik,” katanya. “Selain dana kelurahan, ada banyak program lain yang sejenis. Sebutlah, misalnya, rencana kenaikan penerima kartu bpjs kesehatan gratis dari 92,4 juta orang menjadi 107 juta orang. Begitu juga pembagian beasiswa. Ada juga pembangunan balai latihan kerja untuk 1000 pesantren, dan lain-lain. Program-program itu tentu banyak menghabiskan anggaran,” imbuh Saleh. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku banyak mendapat keluhan terkait dana untuk tingkat kelurahan. Untuk itu, tahun depan dia akan mengeluarkan kebijakan Dana Kelurahan dan Dana Operasional Desa. Jokowi mengatakan, saat ini payung hukum untuk regulasi itu tengah dikaji. Diperkirakan, dana operasional desa akan diambil dari Dana Desa sebanyak 5 persen. “Tahun depan akan ada dana kelurahan. Karena banyak yang tanya ke saya, ‘Pak ada Dana Desa, untuk kelurahan bagaimana Pak?’ Ya sudah, tahun depan akan ada Dana Kelurahan,” kata Jokowi. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut memang ada tren dari pemerintah Jokowi untuk menaikkan dana bantuan masyarakat di tahun politik. “Jadi memang modus pemerintah Pak Jokowi ingin menang. Ingin menang tentu melakukan segala hal termasuk mengirim uang ke masyarakat, sekarang Dana Kelurahan,” kata Andre.

Sandi: Ada Udang di Balik Batu?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan akan mengeluarkan kebijakan Dana Kelurahan dan Dana Operasional Desa pada 2019 mendatang. Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mempertanyakan niat di balik kebijakan tersebut. “Apa saja program, kalau niatnya untuk membantu masyarakat, terlepas timing-nya kapan, itu harus diapresiasi,” kata Sandiaga di Jalan Jenggala II Nomor 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (21/10). “Tapi kalau misalnya di tahun politik, di 2019 ini, pasti masyarakat bisa menilai sendiri, apakah ini ada udang di balik batu atau apakah ini sebuah program yang memang dicanangkan sebelumnya,” sambungnya. Menurut, Sandiaga masyarakat memang akan senang dengan kebijakan tersebut. Namun, Sandiaga yakin hal itu tak akan berpengaruh terhadap dukungan masyarakat pada dirinya dan pasangannya, Prabowo Subianto. “Masyarakat pasti akan senang menerimanya. Tapi saya yakin karena kedewasaan politik, khususnya yang menengah ke bawah, kemarin ditunjukan di DKI bagaimana serangan di penghujung, serangan sembako tidak mengubah electoral behaviour, tidak mengubah keyakinan berpolitik mereka,” ujar Sandi. Sandi juga yakin masyarakat akan menjatuhkan pilihan berdasarkan suara hati mereka. Dia pun enggan mengkritisi jika kebijakan lawannya pada Pilpres 2019 tersebut memang untuk membantu masyarakat. “Mereka menjatuhkan pilihan berdasarkan piliran dan hati mereka. Saya tidak mau terlalu mengkritisi selama niatnya membantu masyarakat,” ucap Sandi. Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku banyak mendapat keluhan terkait dana untuk tingkat kelurahan. Untuk itu, tahun depan dia akan mengeluarkan kebijakan Dana Kelurahan dan Dana Operasional Desa. Atas kebijakan itu, banyak pihak yang berpolemik dengan mempertanyakan mengapa dana kelurahan dan dana operasional desa itu dikeluarkan jelang Pilpres 2019.

Para Lurah se Indonesia siap-siap dapat duit 3 T dari 7 T yang dijanjikan (google.com)


Dana Kelurahan Segera Cair di Tahun Coblosan
Janji Presiden Joko Widodo soal Dana Kelurahan menjadi polemik dan menuai pro-kontra. Itu karena Dana Kelurahan direncanakan cair tahun depan, tepat saat gelaran Pemilu 2019. Wacana itu dilontarkan Jokowi saat menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018. Kegiatan ini digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Ungasan, Kuta Selatan, Badung. “Tahun depan akan ada Dana Kelurahan. Karena banyak yang tanya ke saya, ‘Pak, ada Dana Desa, untuk kelurahan bagaimana, Pak?’. Ya sudah, tahun depan akan ada Dana Kelurahan,” kata Jokowi. Seperti diketahui, Jokowi merupakan capres nomor urut 01 yang berlaga pada Pilpres 2019. Partai pendukung Jokowi di pilpres secara otomatis mendukung wacana ini, sementara pendukung lawan Jokowi, yaitu Prabowo Subianto, punya reaksi berbeda. Gerindra menilai Jokowi memang memiliki keuntungan tersendiri sebagai capres petahana dalam menawarkan program. Partai yang dipimpin Prabowo itu mengingatkan agar hal itu tak jadi sekadar janji manis menjelang Pilpres 2019. “Di atas semua itu adalah jangan sekadar janji manis menjelang pilpres, karena harus dibicarakan dalam APBN dengan DPR,” kata Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid. PKS mengapresiasi rencana program Jokowi itu. Namun PKS mengingatkan agar program itu diiringi dengan perencanaan matang. Jika tidak, lanjut dia, dana tersebut rawan disalahgunakan. “Tanpa perencanaan yang matang dan tanpa koordinasi dengan sektor lain, misal UMKM atau perindustrian atau pertanian atau pihak swasta, usaha bagi-bagi uang di desa dan kelurahan ini justru membuat sasaran pembangunan tidak tepat sasaran,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. PAN menilai program itu wajar-wajar saja. Namun PAN mempertanyakan mengapa kebijakan itu baru dikeluarkan sekarang. “Dana Kelurahan itu boleh saja. Tapi kenapa baru saat ini disebut-sebut? Tahun-tahun kemarin kok nggak masuk dalam agenda kerja pemerintah? Bukankah aspirasi soal Dana Kelurahan itu sudah disampaikan sejak Dana Desa digulirkan?” ujar Wasekjen PAN Saleh Daulay Partaonan. “Kenapa baru menjelang pilpres?” imbuhnya. Parpol pendukung Jokowi membela. Golkar mendukung program Jokowi dan menepis adanya unsur politis di balik Dana Kelurahan. “Kebijakan Dana Kelurahan merupakan bagian dari upaya pemerataan keadilan anggaran yang selama ini telah ditunjukkan dengan kebijakan Dana Desa semenjak diberlakukannya UU Desa sejak 2015,” ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily. PDIP mengatakan janji tersebut merupakan hasil serapan aspirasi dari bawah. Usulan itu disebut muncul merata mulai dari Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga nasional. “Itu usulan dari bawah karena para lurah ingin juga punya dana seperti ADD untuk desa-desa,” kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari. PPP menyebut janji Jokowi soal Dana Kelurahan itu sesuai dengan aspirasi rakyat, bukan karena tahun politik. “Itu berdasarkan aspirasi dari kelurahan yang juga masuk ke Komisi II. Karena selama ini terjadi kecemburuan antara kelurahan dan desa. Desa ada dana tersendiri yang diamanatkan UU, sementara kelurahan tidak dialokasikan,” ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi.
Sumber: detiknews.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 119 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 20
  • Page views today : 23
  • Total visitors : 545,219
  • Total page view: 1,130,338