Connect with us
Update Now

Berita

Mantan Dirjen Imigrasi Sebut Tak Pernah Bohong! Bagian 2 : Ronny Tetap Bersikukuh Tak Pernah Bohong soal Informasi Harun Masiku

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 413,374 kali

BERITA –Sebelum dicopot, Ronny Sompie menegaskan, pihaknya tak pernah berbohong dalam memberikan informasi terkait keberadaan buronan KPK, Harun Masiku. Mantan caleg PDIP itu diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka suap terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan. “Enggak ada bohong, enggak ada bohong,” kata Ronny Sompie di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta Pusat, Selasa (28/1). Ronny juga menegaskan, bahwa Ditjen Imigrasi tidak pernah merintangi penyidikan dalam kasus suap yang melibatkan Harun Masiku. Terlebih, ia selalu memberikan informasi ke publik, seperti soal adanya perbedaan tanggal kembalinya Harun Masiku ke Jakarta. “Kan saya sudah jelaskan, bagaimana kita dibilang merintangi penyidikan? Kawan-kawan tanya kita kasih informasi. Soal perbedaan tanggal, kan saya sudah jelaskan pada kawan-kawan,” tuturnya. Sementara itu, Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menilai Menteri Yasonna ‘cuci tangan’ dari kesalahan informasi soal catatan perjalanan Harun Masuki sehingga mencopot Ronny F Sompie. Padahal, seharusnya Yasonna yang bertanggung jawab penuh soal kesalahan tersebut. “Pencopotan ini untuk cuci tangan pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal ini Pak Menteri (Yasonna Hamonangan Laoly). Bahwa harus ada yang dikorbankan dari skandal raibnya Harun, ya saya kira itu ada di Dirjen Imigrasi,” kata Adnan saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (29/1). Menurut Adnan pembentukan tim pencari fakta kepulangan Harun Masiku yang independen hanya akal-akalan Yasonna. Yasonna dianggap ingin menghindari tuduhan dirinya memiliki kepentingan dalam kasus tersebut. “Tim investigasi itu kan akal-akalan saja. Apalagi kan kalau dikaitkan dengan kasus Harun, ini ada kaitannya dengan partainya. Saya kira Yasonna ingin meletakkan tanggung jawab itu ke Dirjen Imigrasi, bukan ke dirinya sendiri,” ujarnya. Adnan juga mengkritik pernyataan Yasonna soal alasan mencopot Ronny F Sompie untuk menghindari konflik kepentingan. “Loh yang punya masalah konflik kepentingan itu kan dirinya (Yasonna). Dia dari PDI P, wewenang terkait imigrasi ada di dirinya, kasus Harun terkait PDI P. Ini konflik kepentingannya,” ucap Adnan. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menilai ada kejanggalan dalam pencopotan jabatan Ronny F. Sompie sebagai Dirjen Imigrasi Kemenkumham. “Jadi begini, yang pertama pencopotan ini menunjukan memang ada masalah dalam persoalan Harun ini. Permasalahannya yang mencopot kan Menkumham, sedangkan Menkumham sebenarnya orang yang dituntut berapa pihak untuk diperiksa,” ujar Asfinawati saat dikonfirmasi, Rabu (29/1/). Menurut Asfinawati, yang seharusnya dinonaktifkan bukan Dirjen Imigrasi, melainkan Yasonna. Asfinawati menduga kesalahan Yasonna lebih berat dibanding Ronny Sompie. Konflik kepentingan dalam kasus Harun ini justru sangat terasa dari aktivitas Yasonna. “Soal Menkum HAM gini, dia lebih berat dari Dirjen Imigrasi karena dia ada serangkaian tindakannya yang dapat disimpulkan. Dia ikut konferensi pers ketika pembentukan tim hukum Harun (PDIP),” kata dia.
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 104 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 98
  • Page views today : 109
  • Total visitors : 553,666
  • Total page view: 1,140,118