Connect with us
Update Now

Headline

Mantan ‘Bos Buntut SDSB Jaman Orba’ Robby Sumampow Meninggal di Singapura

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 115,133 kali

Robby Sumampow dan LB Moerdani, Robby jaman Orba menjadi pemegang saham SDSB yang akhirnya dibubarkan pemerintah atas desakan tokoh agama, karena mengandung unsur judi Tahun 1993 (dok, tempo)

BêBASbaru.com, NASIONAL – Bagi yang suka beli buntut alias kupon putih jaman Orde Baru, yang bernama Porkas lalu berubah nama jadi SDSB alias Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah asal Surakarta, Robby Sumampow meninggal pada Ahad tengah malam, 11 Oktober 2020. Pebisnis di bidang tekstil dan properti itu menghembuskan nafas terakhir saat berada di Singapura.

Bersama pengusaha Robby Tjahyadi, dou Robby yang dekat dengan mantan Panglima ABRI era Orba, Jendral LB Moerdani ini dipercaya kelola loteri SDSB yang kental unsur judinya, yang akhirnya bubar Tahun 1993, setelah tokoh-tokoh agama jaman itu mengharamkan SDSB akibat kental unsur judi nya ini. Plus maraknya unsur sirik di tengah rakyat Indonesia yang mayoritas muslim ini.

Mengenal Kupon Berhadiah: Porkas, KSOB, dan SDSB (Sumbangan Dana Sosial  Berhadiah) - Tribun Jambi

Inilah lotere SDSB yang malah legal jaman Orba, dengan dalih untuk cari dana olahraga (dok, tribunews.com)

 

“Iya, semalam wafat di Singapura sekitar pukul 23.00 WIB,” kata sahabat sekaligus pengacaranya, Heru Notonegoro, Senin 12 Oktober 2020. Menurut dia, Robby kerap tinggal di Singapura lantaran memiliki rumah di negara itu.

Menurut Heru, pengusaha yang dekat dengan tokoh-tokoh orde baru itu memang sering sakit selama beberapa tahun terakhir. “Sudah cukup tua, usianya 76 tahun,” kata dia. Karena penyakitnya, pengusaha itu juga sudah sempat berhenti merokok selama empat tahun terakhir.

Hanya saja, Heru mengaku belum mengetahui rencana pemakaman pengusaha yang pernah menjadi orang kepercayaan mendiang Jenderal Benny Moerdani itu. “Kemungkinan di pulangkan ke Solo, tapi saya tidak tahu pasti karena kondisinya pandemi seperti ini,” kata Heru. Dia mengaku tengah menjalin kontak dengan keluarga Robby yang berada di Singapura.

Mazzini on Twitter: "Contoh kupon perjudian yang pernah legal sekitar tahun  1985, bahkan perjudian ini dasarnya dari UU No 22 Tahun 1954 tentang  undian. Ada Porkas, SOB (Sumbangan Olahraga Berhadiah) dan TSSB (

Tiap Rabu sampai sore, rakyat serbu counter Porkas yang kemudian berubah jadi SDSB, untuk membeli kupon seharga Rp1.000, dengan mimpi bisa menebak angka dan dapat hadiah duit yang sangat besar jaman itu, karena kalau mampu menebak 2 angka, maka dapat Rp60 rb, 3 angka maka Rp350 rb dan 4 angka Rp2,5 juta. Adalagi 1 kopun yang harganya lebih mahal yakni Rp5.000/kupon, yang sudah tertulis angkanya, kalau pas maka hadiah woww Rp1 Milyar bisa di kantongi (dok, twitter) 

 

Robby dikenal sebagai seorang pebisnis yang memulai usahanya di Solo dalam bidang jual beli motor. Dia lantas hijrah ke Jakarta untuk berbisnis kain. Bisnis itu semakin berkibar sehingga dia mampu membuka pabrik tekstil.

Moncernya bisnis milik Robby juga tidak lepas dari kedekatannya terhadap penguasa pada waktu itu. Dia bahkan memperoleh keistimewaan untuk mengembangkan bisnis di Timor Timur dengan menjadi salah satu dari segelintir pengusaha yang berani membuka usaha di daerah yang saat itu masih dilanda konflik itu.

Saat ini bisnis yang dikelola Robby merambah di berbagai bidang. Selain pabrik tekstil, dia juga memiliki bisnis hotel, properti hingga rumah sakit. “Dia tidak pernah pensiun dalam berbisnis,” kata Heru. Beberapa waktu terakhir, lanjutnya, Robby juga terlihat cukup sibuk mempersiapkan pembangunan salah satu rumah sakit di Solo.

Sumber: cnn indonesia.com dan berbagai sumber (dengan judul: Pengusaha Robby Sumampow Meninggal di Singapura)

Berita ini sudah dilihat 112 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 141
  • Page views today : 187
  • Total visitors : 530,447
  • Total page view: 1,114,094