Connect with us
Update Now

Headline

Mahfud MD Dianggap Selalu ‘Sudutkan’ HRS, Ibunya Gemetar Digeruduk Massa di Pamekasan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 407,566 kali

Ibunda Menkopuhukam Mahfud MD gemetar gara-gara rumahnya di satroni massa (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD akhirnya merespons kejadian penggerudukan rumah ibunya di Pamekasan, Madura.

Mahfud MD pun berjanji akan bertindak tegas. Reaksi Mahfud MD itu disampaikan melalui akun twitter pribadinya. “Saya selalu berusaha menghindar untuk menindak orang yang menyerang pribadi saya karena khawatir egois dan sewenang-wenang karena saya punya jabatan,” ujar Mahfud MD melalui akun twitternya, Selasa (1/12/2020) malam.

Tetapi, untuk kasus lain yang merugikan orang lain –bukan merugikan dirinya– Mahfud MD mengaku siap tegas. Dan saat ini, kata Mahfud MD, massa itu tidak mengganggu atau berunjuk rasa terhadap dirinya, tetapi terhadap orangtuanya yang tinggal di kampung.

“Tapi kali ini mereka mengganggu ibu saya, bukan mengganggu Menko Polhukam,” tegas Mahfud MD saat mengomentari sebuah video yang berisi sejumlah massa menggeruduk rumah ibunya di Madura, Jawa Timur.

Rumah Ibu Mahfud MD di Pamekasan Digeruduk Massa – BATAM NOW

Massa yang geruduk rumah ibunda Mahfud MD, sehingga sang ibunda gemetaran di dalam rumah dan kini di jaga ketat pihak kepolisian (dok, batamnow)

Karena itu, dia akan melakukan tindakan tegas. “Saya siap tegas untuk kasus lain yang tak merugikan saya!” ujar Mahfud MD. Tetapi, Mahfud tidak merinci bentuk tindakan tegas dimaksud.

@mohmahfudmd: Sy selalu berusaha menghindar utk menindak orang yg menyerang pribadi sy krn khawatir egois dan se-wenang2 krn sy punya jabatan. Sy siap tegas utk kasus lain ug tak merugikan sy. Tp kali ini mereka mengganggu ibu saya, bkn mengganggu menko polhukam.

Seperti diberitakan, rumah Ibunda Menkopolhukam RI, Mahfud MD di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan, digeruduk massa, Selasa (1/12/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. Dilansir dari TribunMadura.com, tidak hanya itu, massa meneriaki nama Mahfud MD agar segera keluar dari rumah dan menemui mereka.

Meski massa sudah berteriak berkali-kali, tak ada satu pun orang yang keluar dari dalam rumah itu. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh TribunMadura.com, rumah tersebut sudah sekitar tiga bulan sudah lagi ditempati oleh Ibunda Mahfud MD.

Warga setempat juga mengaku tidak tahu apa maksud dan keinginan sejumlah massa itu datang ke rumah Mahfud MD. “Saya tadi nyuci di belakang. Lalu kok ada rame-rame,” kata warga setempat yang enggan disebutkan namanya. “Saya keluar sebentar ternyata sudah banyak orang. Saya gak tahu mau apa puluhan orang itu, berpeci semua,” sambung dia.

Menurut dia, sejumlah massa itu mulai berdatangan ke rumah Ibunda Mahfud MD diperkirakan sekitar pukul 14.30 WIB. Massa membubarkan diri, saat personel kepolisian dari Polres Pamekasan mendatangi lokasi. Hingga sore pukul 16.43 WIB, rumah Ibunda Mahfud MD, di bagian depan pintu pagar, masih dijaga oleh sejumlah polisi dari Polres Pamekasan.

Massa terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi di Polres Pamekasan pada siang hari sebelum menggeruduk rumah ibunda Mahfud MD di Pamekasan. Massa mendatangi rumah di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, itu menggunakan kendaraan.

Dilansir dari TribunMadura, Korlap Aksi, Muhammad Saifuddin mengatakan, kedatangan pihaknya bersama sejumlah massa ke Polres Pamekasan ingin memberikan pernyataan sikap. Kata dia, gabungan Umat Islam Pamekasan Madura menolak pemanggilan Habib Rizieq karena adanya ketimpangan ketidakadilan.

Menurutnya, bila dari pihak organisasi umat Islam yang lainnya berkumpul dan melakukan kerumunan tidak ada yang mempermasalahkan, serta mengusik. Padahal, kata dia, sudah jelas dan nyata berkumpul dan berkerumun.

Sedangkan, saat puluhan ribu massa yang menyambut kedatangan Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta, malah banyak pihak yang mempermasalahkan. “Ya kami dari umat Islam Madura sangat tidak setuju, karena ini sangat jelas ada ketimpangan ketidakadilan,” kata Muhammad Saifuddin kepada TribunMadura.com.

Ia juga mengungkapkan, sudah memberikan berkas yang berisi penolakan dari gabungan Umat Islam Pamekasan Madura perihal pemanggilan Habib Rizieq mengenai kasus kerumunan di Petamburan. Berkas itu diberikan saat melakukan audiensi dengan Polres Pamekasan ketika melakukan demo.

“Jadi kami minta supaya berkas dan pernyataan sikap itu disampaikan ke pusat. Ini cuma aspirasi dari umat Islam, jangan mendiskriminasi ulama terutama Habib Rizieq,” tegasnya. Muhammad Saifuddin juga mengecam, bila tuntutan dari pihaknya tidak dipenuhi, maka kemungkinan akan melakukan demonstrasi kembali.

Hanya saja tinggal tunggu perintah dari ulama. “Kalau di Madura ini, misal sudah merah, ya merah,” ucapnya. Sementara itu, Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, kedatangan massa ini untuk memberikan aspirasi perihal kasus kerumunan yang terjadi di Petamburan, Jakarta.

Ia menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap massa yang sudah melakukan demo tersebut karena dikhawatirkan masih melakukan kerumunan. Menurut dia, pada masa pandemi Covid-19 ini, jangan sampai membuat kerumunan. “Mereka datang untuk memberikan pernyataan sikap,” tutupnya. Seperti diketahui, Madura menjadi salah satu basis pendukung Habib Rizieq Shihab.

Meski demikian, belum ada penjelasan resmi apakah kedatangan massa tersebut ada kaitannya dengan sejumlah komentar Mahfud MD terkait Habib Rizieq Shihab. Sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD meminta pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kooperatif soal pemeriksaan tes Covid-19. Hal itu diungkapkan Mahfud MD dalam konferensi pers pada hari Minggu (29/11/2020.

Menurut Mahfud MD, semua warga negara wajib melaksanakan protokol kesehatan. Tak hanya itu, jika ternyata hasil tes corona hasilnya positif, maka masyarakat harus menjalani perawatan atau karantina. Hal itu, merupakan tindakan kemanusiaan dan nondiskriminatif demi keselamatan serta kesehatan masyarakat.

Mahfud menyesalkan sikap Habib Rizieq yang dinilai tak kooperatif. Menurutnya, pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi yang melanggar ketentuan tanpa terkecuali. “Kalau merasa diri sehat harusnya tidak keberatan. Ini demi keselamatan bersama,” kata Mahfud. Testing, tracing, treatment (3T) merupakan langkah untuk mengendalikan penularan Covid-19. Selain 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Mahfud MD Siap Tegas, Bereaksi Soal Rumah Ibunya di Pamekasan Digeruduk Massa)

Berita ini sudah dilihat 182 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip