Connect with us
Update Now

Dunia

Mahathir Mundur Jadi PM, Koalisi Jegal Anwar Iberahim Bagian 2 : Mahathir Mengaku Tak Tahu Menahu Kenapa Parpol Koalisi Berkhianat dan Jegal Anwar jadi PM

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 435,142 kali

UNIA – Pasca Mahathir Mohamad yang mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia, kondisi politik Malaysia dikabarkan panas. Mahathir sendiri telah selesai menemui Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah di Istana Negara di Kuala Lumpur, Malaysia. Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Senin (24/2/2020), Mahathir tidak memberikan pernyataan apapun usai pertemuan dengan Raja Malaysia yang berakhir sekitar pukul 18.20 waktu setempat tersebut. Dilaporkan sebelumnya bahwa Mahathir tiba di Istana Negara pada pukul 16.40 waktu setempat. Laporan The Star menyebut Mahathir hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke arah wartawan saat meninggalkan Istana Negara. Tidak diketahui secara jelas apa saja yang dibahas dalam pertemuan itu, tentunya selain pengunduran diri Mahathir. Kedatangan Mahathir ke Istana Negara menjadi kemunculan publik pertama usai dia mengumumkan pengunduran dirinya yang mengejutkan banyak pihak. Kantor PM Malaysia dalam pernyataannya menyebut surat pengunduran diri Mahathir diserahkan kepada Sultan Abdullah pada Senin (24/2) siang, sekitar pukul 13.00 waktu setempat, sebelum dia menemui Raja Malaysia itu. Keputusan akhir ada di tangan Sultan Abdullah, apakah akan menerima pengunduran diri Mahathir atau memintanya tetap menjabat. Sesuai konstitusi negara tersebut, Raja Malaysia memiliki kekuasaan mutlak terkait pemilihan PM Malaysia dan terkait pembubaran parlemen. Tokoh politik Malaysia, Anwar Ibrahim, membela Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad di tengah manuver-manuver politik yang sebelumnya disebut sebagai ‘pengkhianatan’ olehnya. Anwar menegaskan Mahathir tidak terlibat dalam upaya-upaya untuk membentuk koalisi baru dengan oposisi. Seperti dilansir Free Malaysia Today, Senin (24/2/2020), Anwar, yang menjabat Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), yang merupakan bagian dari koalisi pemerintahan Pakatan Harapan (PH), sebelumnya menyebut ada ‘pengkhianatan’ terhadap kesepakatan soal transisi kekuasaan yang disepakati sebelum pemilu 2018. Hal itu disampaikan Anwar menanggapi pertemuan antara beberapa petinggi partai anggota koalisi PH dengan partai-partai oposisi Malaysia pada Minggu (23/2). Salah satu petinggi partai yang bertemu dengan oposisi adalah Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) atau Partai Bersatu yang didirikan oleh Mahathir pada 2016. Ditegaskan Anwar, setelah ia menemui Mahathir di kediamannya pada Senin (24/2) waktu setempat, Mahathir menekankan tidak ada kaitannya dengan upaya-upaya untuk membentuk koalisi baru dengan oposisi. “Dia (Mahathir) menekankan apa yang dia katakan kepada saya sebelumnya, bahwa dia tidak ikut berperan di dalamnya,” ungkap Anwar. “Dia telah memperjelas bahwa dia tidak akan pernah bekerja dengan pihak-pihak yang terkait dengan rezim masa lalu,” tegasnya. Anwar juga memperjelas bahwa nama Mahathir telah dicatut oleh pihak-pihak tertentu.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 107 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA