Connect with us
Update Now

Headline

Liburan Panjang Salah Satu Biang Kerok Ledakan COVID-19 di Bulan November

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 456,521 kali

Ilustrasi suasana Bandara Soetta, libur panjang jadi biang kerok ledakan korona di Indonesia (dok, liputan6)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Pg.D mengatakan libur panjang mendorong ledakan COVID-19 di bulan November.

“Tren peningkatan sejak minggu kedua November mengindikasikan dampak liburan panjang. Daya ledak kasus positif COVID-19 yang baru cukup tinggi,” terang dia di Banjarmasin, Rabu. Diungkapkan dia, perkembangan kasus positif COVID-19 Indonesia hingga 25 November terus mengalami penanjakan. Secara kumulatif, jumlah penduduk yang terinfeksi sudah mencapai 506 ribu kasus.

Sedangkan provinsi dengan jumlah kasus kumulatif paling besar adalah DKI Jakarta sebanyak 129 ribu kasus, kemudian Jawa Timur 59 ribu kasus, Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing 49 ribu kasus, dan Sulawesi Selatan 20 ribu kasus.

Kurva tren kasus positif harian menunjukkan kasus baru sempat mengalami penurunan pada dua minggu terakhir bulan Oktober. Namun melonjak kembali sejak minggu kedua November. Meskipun sebenarnya penurunan kasus pada dua minggu terakhir Oktober tersebut terkait dengan turunnya jumlah sampel dan penduduk yang menjalani pemeriksaan PCR.

Di samping liburan panjang, ungkap dia, mobilitas penduduk yang tidak terkendali dan berbagai peristiwa yang menciptakan kerumunan pada bulan November juga dapat menjadi pendorong pertumbuhan COVID-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, data statistik COVID-19 menunjukkan rata-rata pertambahan kasus harian sepanjang 1-25 November ini adalah sebesar 4.009 kasus per hari.

Angka ini sudah lebih tinggi dari rata-rata kasus harian pada bulan Oktober dengan jumlah 3.970 kasus per hari.

Selain rata-rata ledakan kasus di bulan November sudah lebih tinggi dari bulan Oktober, rata-rata jumlah kesembuhan harian mengalami penurunan dibanding Oktober, yaitu hanya sebesar 3.646 kesembuhan per hari. Sementara pada bulan Oktober rata-rata kesembuhan harian adalah sebanyak 3.963 kasus.

Adapun tambahan kasus positif pada 1-24 November jumlahnya mencapai 96 ribu kasus. Tambahan ini sudah mendekati jumlah kasus baru pada bulan Oktober yang berada pada posisi 123 kasus baru.

“Ini menunjukkan mobilitas penduduk harus dikontrol di masa pandemi. Kemudian 3T (testing, tracing, dan treatment) ditingkatkan, edukasi 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) semakin digalakkan,” paparnya.

Muttaqin pun sepakat dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang meminta jatah libur akhir tahun dan pengganti cuti Idul Fitri pada Desember mendatang dikurangi.  “Tujuan agar masyarakat tak berbondong-bondong pergi berlibur, sehingga menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 ini sangat tepat. Pemda harusnya juga mengambil langkah konkret membatasi pergerakan dari masyarakat terutama mobilitas antar kota,” tandasnya.

Sumber: antaranews.com dan berbagai sumber (dengan judul: Liburan panjang dorong ledakan COVID-19 di bulan November)

Berita ini sudah dilihat 430 kali