Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

‘Lawas Ranai’ Pencurian Kayu Marak Lagi, Terbaru dari Kinarum Kabupaten Tabalong

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 99,871 kali

Aparat tangkap truk angkut balok kayu ilegal dari kawasan RPH Kinarum Tabalong (dok, Bpost)

BêBASbaru.com, TABALONG – Mulai dari Januari hingga Juli 2020, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) sudah menangani 32 kasus temuan kayu ilegal.  Diduga, kayu-kayu itu hasil perambahan oknum yang tidak bertanggungjawab.Menurut Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Provinsi Kalsel, Pantja Satata, Senin (20/7/2020), dari 32 kasus tersebut sebanyak  217,427 meter kubik kayu tak bertuan telah disita. “Kalau jenis kayu yang paling banyak bermacam-macam, ada ulin, rimba campur, meranti dan lain sejenisnya,” kata Pantja Satata. Hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa para pemilik ratusan meter kubik kayu itu. “Kami kesulitan mengungkapnya. Sebab, saat petugas sampai di sana, tidak ada seorang pun yang bisa dijadikan saksi,” urainya. Kayu yang diduga dari aktivitas penebangan liar tersebut ditemukan hampir di seluruh Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) di Kalsel, yakni mulai dari KPH Tabalong, Balangan, Hulu Sungai, Kayu Tangi, Tanah Laut, Pulau Laut Sebuku, Cantung, Sengayam dan Kusan. “Kalau paling banyak, ada di KPH Pulau Laut Sebuku,” sebutnya. Banyaknya kasus yang ditemukan, tak lepas dari masifnya tim KPH melaksanakan patroli di wilayah masing-masing.”Kami memang disuruh atau arahan Pak Kadishut untuk terus melakukan patroli secara masif, menjaga dan melindungi hutan dari pencurian dan perambahan hutan,” ucapnya. Terbaru, pada Jumat (17/7/2020) malam, KPH Tabalong berhasil mengamankan 45 batang kayu ilegal. Terdiri dari kayu ulin sebanyak 30 batang, kayu campuran 15 batang, dari wilayah Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Kinarum. Menurut Kasi Perlindungan Hutan KPH Tabalong, Zainal Abidin, penemuan kayu yang diduga dari aktivitas pembalakan liar itu berawal dari kegiatan patroli yang dilakukan tim pengamanan hutan di RPH Kinarum. “Saat itu, tim patroli melihat ada tumpukan kayu. Lalu, langsung mengamankannya sebagai barang bukti,” tuturnya. Dibeberkannya, terdapat dua jenis kayu yang berhasil diamankan, di antaranya kayu pelat berjenis rimba campuran (RC) dan kayu ulin. “Sampai saat ini, tidak ada pihak yang mengakuinya,” imbuh dia. Demi menghindari konflik dengan masyarakat, barang bukti langsung diserahkan ke Dinas Kehutanan Kalsel di Banjarbaru. “Sekarang, kayu sudah berada di Banjarbaru,” pungkasnya.

Sumber: Banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Dishut Tangani 32 Kasus Kayu Ilegal, Terbaru dari Kinarum Kabupaten Tabalong)

Berita ini sudah dilihat 68 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 323
  • Page views today : 360
  • Total visitors : 528,060
  • Total page view: 1,111,434