Connect with us
Update Now

Banjarbaru

Ladang Bisnis Baru, Belut ‘Liar’ di Kalsel Harganya Mehoong di Cina

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 253,825 kali

Ilustrasi belut 'liar' kini berharga mahal di Cina (dok, KKP News)

BêBASbaru.com, BANJARBARU – Belut yang dianggap warga Kalsel hanya sebagai lauk pelengkap, di luar negeri justru jadi makanan mahal. Salah satunya di Cina, komoditi belut dari Provinsi Kalimantan Selatan saat ini menjadi sasaran pembeli dari negara Cina.

Ekspor perdana komoditi belut masih hidup pun dikirim ke Cina, sebanyak 1.550 kilogram, oleh CV 3A, Rabu, (18/11/2020). “Belut yang kami kirim merupakan hasil tangkapan warga, paling banyak dari daerah hulu sungai,” kata H Faisal, pimpinan CV 3A. Dia menuturkan bahwa pihaknya masih belum memiliki hasil belut dari hasil budi daya. Belut yang dikirim dalam kondisi hidup sesuai dengan permintaan.

“Potensi ekspor belut ini sangat besar. Permintaan mereka sebenarnya 3 ton. Namun, kami kirim baru 1,5 ton. Kami terkendala dengan penerbangan. Perlu waktu 24 jam ke tempat tujuan. Kami lihat dulu, ekspor perdana ini berhasil atau tidak,” katanya.

Mencari Belut, Cara Anak Penengahan Isi Liburan – Cendana News

Belut paling senang berkembang biak di tanah berlumpur seperti di sawah (dok, cendana news.com)

 

Selama ini, disebutkannya belut dari Provinsi Kalsel dikirim atau dijual ke Jakarta dan selanjutnya diekspor ke luar negeri. “Makanya kami mencoba langsung ekspor ke luar negeri. Belut Kalsel ini lebih berkualitas dibanding belut daerah lain. Saingannya hanya dari Palembang,” ujarnya.

Untuk harga per kilogram belut, untuk dalam negeri sekitar Rp 30.000. Bila diekspor, harganya mencapai tiga kali lipat lebih. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Fadhli, bersyukur bahwa pengusaha lokal bisa melaksanakan ekspor belut ke Cina.

“Ekspor perdana ini saat ini memang masih hasil tangkapan. Ke depan, begitu kita melihat cina memerlukan belut dalam jumlah banyak, kita akan dorong pembudidaya belut di Kalsel. Kita sudah melakukan diskusi dengan berbagai pihak terkait ini. Insyallah ke depan akan tumbuh pembudidaya-pembudidaya belut di Kalsel,” katanya.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (KIPM) Banjarmasin, Sokhib mengatakan adanya ekspor perdana oleh CV 3 A sebanyak 1.550 kg belut semakin mendorong peningkatan ekspor langsung dari Kalimantan Selatan. “Hal ini tentunya menjadi potensi besar komoditas perikanan di Kalimantan Selatan”, katanya.

Sampai Oktober 2020, berdasarkan penerbitan sertifikasi kesehatan ikan dan mutu hasil perikanan ekspor, sudah ada lima komoditas dominan, yaitu frozen shrimps, fresh swimming crab, frozen cook shrimps, white pomfret fish dan arwana banjar red. Negara tujuan, Jepang, Malaysia, Singapore, Hongkong dan Taiwan.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Belut Tangkapan di Kalsel Berkualitas, Harganya Tiga Kali Lebih Mahal di Cina)

Berita ini sudah dilihat 225 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 93
  • Page views today : 123
  • Total visitors : 547,568
  • Total page view: 1,132,990