Connect with us
Update Now

Dunia

Kurdi Etnis Terbesar di Dunia Tak Punya Negara Bagian IV:  Penakluk Baitul Magdis Ternyata Tokoh Kurdi, Yakni Shalahuddin Al Ayubbi dan Loyal dengan Kekhalifahan Abbasiyah

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 113,060 kali

Gadis-gadis Kurdi terkenal cantik-cantik, karena mereka keturunan Bangsa Arya (dok, jejaktapak)

BêBASbaru.com, KISAH DUNIA –  Pada era Abbasiyah (132 H), Kurdi menunjukkan peran yang luar biasa dalam membela kehormatan kekhalifahan. Bahkan ketika Kekhalifahan Abbasiyah mengalami kemunduran pada masa Dinasti Buwaih (334-447 H) dan terbentuklah kerajaan-kerajaan kecil, Kurdi tetap loyal kepada simbol Islam ketika itu, yakni Kekhilafahan Abbasiyah. Mereka tidak mencoba untuk melakukan pemberontakan dan pemisahan diri, meskipun telah membentuk kerajaan sendiri seperti lainnya. Mereka tidak menyerang Baghdad seperti dilakukan oleh bangsa Persi dan Buwaih. Mereka sebenarnya mampu melakukannya bila menghendaki, namun mereka tetap loyal kepada Abbasiyah. Kurdi menunjukkan semangat Islam. Mereka menjadi tentara kekhalifahan Islam di berbagai era. Bahkan menjadi penopang dan benteng yang kuat di perbatasan wilayah Islam dalam menghadapi Rusia, Bizantium dan sekutu mereka dari Armenia dan Georgia. Kemudian mereka melawan Tentara Salib dan Bathiniyah di bawah kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi. Kurdi pada masa Shalahuddin Al-Ayyubi muncul dalam sejarah Islam sebagai negara besar. Mereka adalah pendirinya. Negeri ini melakukan upaya-upaya besar dalam penyatuan Mesir dan Suriah, saat Kekhalifahan Abbasiyah dalam kelemahan yang parah. Negara tersebut harus menghadapi Tentara Salib di Syam dan Mesir, namun mampu mengalahkan mereka dalam pertempuran besar di Hittin dan Manshurah. Negara mereka berlangsung hampir seratus tahun dari 569 sampai 661 H. Negara yang dimaksud adalah negara Ayyubiyah yang didirikan oleh pemimpin Muslim Kurdi Shalahuddin Al-Ayyubi.  Kesultanan Ayyubiyah setelah menguasai Yerusalem dan pantai Syam, dan setelah kedatangan Perang Salib Ketiga. Banyak orang mungkin tidak tahu bahwa Al-Ayyubi adalah keturunan Kurdi. Ia tumbuh dewasa di Tikrit Irak. Ia bersama pamannya, Asaduddin Shirkuh, mampu menjatuhkan negara Ubaidiyyah Ismailiyyah di Mesir dan menegakkan negara Sunni. Kemudian ia mampu menyatukan Mesir dan Suriah dalam keadaan yang kuat untuk mengalahkan Tentara Salib. Sepeninggalnya, keluarganya mengambil alih pemerintahan Kurdi sampai akhir kejayaannya dan berganti dengan negara Mamluk.

Pesona Gadis-Gadis Cantik asal Suriah Kurdi, saat Rayakan Tahun Baru Kurdi  | Netlagi Online

Bangsa Kurdi tersebar di mana-mana, imbas tak punya negara, wajah mereka perpaduan Arab dan Eropa, sehingga sangat cantik (dok, netlagionline)

Kurdi dan Pendidikan Islam

Kurdi adalah Muslim. Mereka dikenal berpegang kepada akidah Islam dan tetap berkomitmen kepada ajaran Al-Qur’an dan bahasa Arab, meskipun bahasa Kurdi adalah bahasa komunikasi mereka. Mereka mempelajari Al-Qur’an dan Bahasa Arab di kurikulum sekolah. Irbil yang dianggap sebagai ibukota Kurdistan Irak, sejak bertahun-tahun telah menjadi tujuan banyak pemuda untuk belajar bahasa Arab dan menghafal Al-Qur’an melalui sekolah swasta yang disebut sekolah-sekolah Islam. Sekolah-sekolah ini telah meluluskan lebih dari 400 ulama Kurdi yang menguasai konsep-konsep Islam dan lebih dari 2800 siswa penghafal Al-Qur’an. Lulusan penghafal Al-Qur’an dikelompokkan dalam tiga kategori: kategori pertama usia 12 sampai 16 tahun. Kategori ini setidaknya telah hafal tiga juz Al-Qur’an dan menguasai bahasa Arab. Kategori kedua usia 16 sampai 20 tahun. Kategori ini telah menghafal empat sampai lima belas juz Al-Qur’an. Kategori ketiga adalah usia 22 sampai 30 tahun. Mereka telah hafal 30 juz dengan sempurna. Banyak perempuan dan pemudi Kurdi memiliki tekad kuat kepada syariat Islam dan memakai pakaian Islami, meskipun ada upaya luas dari kalangan sekuler untuk menyebarkan kesetaraan antara pria dan wanita dalam segala hal dengan dalih kebebasan pribadi.

Serangan Bom Bunuh Diri Wanita Kurdi Tewaskan Pasukan ISIS

Imbas musim semi Timteng, bangsa Kurdi baik pria maupun wanita ikut angkat senjata. Namun setelah ISIS berhasil dikalahkan bersama koalisi internasional, termasuk AS-Turki-Irak-Iran dan Arab Saudi, mereka kini malah harus berhadapan dengan Tentara Turki (dok, echonono.com)

Kurdi dan Revolusi Suriah

Banyak pertanyaan tentang sejauh mana partisipasi Kurdi dalam revolusi Suriah, hubungan mereka dengan oposisi, dan tuntutan dalam fase pasca-Asad. Koordinator Umum Dewan Revolusi Suriah Kurdi, Faris Mashaal Tammo, dalam wawancara dengan wartawan senior Al-Jazirah, Tayser Alluni, pada tanggal 29 Juli 2013 lalu, mengatakan bahwa mayoritas Kurdi mendukung revolusi Suriah. Mereka menuntut hak-haknya dalam kerangka bangsa. Selama ini, seperti dijelaskannya, Kurdi dilarang dari segala sesuatu, mereka kehilangan pekerjaan, kebangsaan, kepemilikan dan akuisisi, serta posisi politik dan militer. Mereka ingin hak-hak konstitusional Kurdi dilindungi dalam rangka kebangsaan. Faris Mashaal Tammo menjelaskan, ada tiga keberpihakan dalam revolusi Suriah. Pertama adalah Partai Persatuan Demokrasi, sayap militer Kurdi Suriah dari Partai Buruh Kurdi (PKK) di Turki. Mereka kembali ke Suriah degan dukungan dan dana dari rezim Bashar untuk membantunya dalam menindas demonstran, penangkapan, dan pembunuhan aktivis. Pihak kedua adalah Dewan Nasional Kurdi, yang memilih untuk bersikap netral dan benar-benar jauh dari Revolusi selama enam bulan pertama pembentukannya. Tetapi setelah sisa partai Kurdi lainnya disatukan ke dalam Dewan Nasional Kurdi, mereka memilih untuk menjadi pihak ketiga dalam revolusi. Dewan Nasional Kurdi lahir dari sikap para pemuda Kurdi dalam revolusi Suriah sebagai front politik bagi gerakan Kurdi, yang mencita-citakan negara merdeka. Namun, Faris melihat lembaga ini tidak berjalan dengan baik. Pihak ketiga adalah Dewan Revolusi Suriah Kurdi. Lembaga ini mewakili kelompok Kurdi yang berpihak kepada oposisi sejak awal dan masih berlanjut. Namun, mereka mengalami pemisahan dan marjinalisasi oleh Dewan Nasional Kurdi dan Dewan Nasional Suriah (SNC). Mashaal Tammo menegaskan bahwa Dewan Revolusi Suriah Kurdi turut andil dalam kegiatan militer, dan memiliki link ke dalam jajaran TentaraPembebasan Suriah (FSA).

Foto | Pesona wanita cantik Kurdi rayakan Hari Bendera bersama tentara |  merdeka.com

Masa depan Bangsa Kurdi tetap tak menentu hingga saat ini, karena daerah yang mereka klaim masuk wilayah negara Turki, Iran, Suriah dan Irak (dok, 

 

Masa depan Kurdi

Menurut Dr. Iman Musthafa Bagha, dalam bukunya yang berjudul, “Apa Masalah Kurdi di Masa Sekarang?” masalah Kurdi bagi Barat adalah karena Shalahuddin Al-Ayyubi lahir dari mereka. “Inilah yang membuat Barat membiarkan mereka tanpa negara ketika membagi-bagi negeri kita menjadi terpecah-pecah dalam perjanjian Sykes Picot,” ungkapnya. Prof. Dr. Fayiz Muhammad Al-Isawi, Profesor dan Kepala Departemen Geografi Fakultas Adab Universitas Alexandria Mesir, juga melihat bahwa kekuatan negara-negara besar seperti Rusia, Amerika dan Inggris serta negara-negara yang menampung masyarakat Kurdi (Turki, Irak, Suriah, Iran dan lainnya seperti disebutkan sebelumnya) tidak akan mengizinkan Kurdi mendirikan negara merdeka. Mereka semua sepakat bahwa berdirinya negara Kurdi hanya akan menambah masalah antara Kurdi dan tetangga-tetangganya. Dapat digarisbawahi bahwa Kurdi menjadi masyarakat Muslim yang berkomitmen kuat kepada agama setelah mendapatkan sentuhan dakwah Islam. Hal ini tampak dalam kurikulum pendidikan, pembelaan mereka kepada kekhilafahan Islam dan perlawanan terhadap tentara Salib yang dipimpin oleh Shalahuddin Al-Ayyubi. Namun, invasi Amerika Serikat ke Irak telah meninggalkan pemikiran sekuler di antara tokoh Kurdi dan berpengaruh terhadap komitmen masyarakat Kurdi kepada Islam.

Sumber: kiblat.net dan berbagai sumber (dengan judul: Ini Sejarah Kurdi Sejak Era Khalifah Rasyidah sampai Revolusi Suriah)

Berita ini sudah dilihat 140 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 101
  • Page views today : 110
  • Total visitors : 530,057
  • Total page view: 1,113,629