Connect with us
Update Now

Dunia

Kurdi Etnis Terbesar di Dunia Tak Punya Negara Bagian II: Mereka Adalah Keturunan Bangsa Arya, Namun di Hajar Kemal Ataturk, Saddam Husein dan kini Erdogan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,234 kali

BêBASbaru.com, KISAH DUNIA – Banyak pertanyaan tentang suku Kurdi dan peran mereka dalam revolusi Suriah. Termasuk tentang keislaman mereka. Penelusuran sejarah Kurdi sejak lahir mungkin dapat membantu kita untuk menyimpulkan bagaimana sebenarnya Kurdi dalam tingkatan masyarakat secara umum, pergerakan politik dan kualitas agama dan bagaimana pengaruh sekuler di dalamnya. Asal usul Kurdi adalah orang Arya dari sekelompok orang Indo-Eropa dari keluarga Iran, yang mencakup masyarakat Kurdi, Persia dan Afghanistan. Mereka memiliki bahasa mereka sendiri, yaitu bahasa Kurdi. Kurdi hidup di tanah Kurdistan saat ini. Kurdistan sekarang dalam batas-batas politik lima negara, yaitu Turki, Irak, Iran, Suriah dan Armenia. Populasi mereka secara keseluruhan pada tahun 2002 adalah 28 juta orang. Mereka menyebar di Turki 15 juta, di Iran 6 juta, di Irak 5 juta, di Suriah satu juta, serta di Azerbaijan dan Armenia satu juta orang. Wilayah di sini merupakan perpanjangan dari tanah mereka di Irak di dataran tinggi Kurdistan dan utara dataran tinggi Zagros. Kurdi di Iran telah memberontak lebih dari sekali terhadap pemerintah Iran, terutama antara 1920-1925 Masehi. Kurdi menang atas Iran, hingga memaksa Iran untuk memita bantuan kepada Irak dan Turki. Kedua negara mengirimkan pasukan untuk mendukung Iran, yang mengakibatkan kekalahan Kurdi. Sejumlah besar pasukan mereka terbunuh. Kurdi mendirikan negara dengan bantuan Uni Soviet di utara Iran pada tahun 1946, tetapi Shah Iran, dan dengan bantuan Barat mampu mendominasi mereka pada 1956. Dengan munculnya otoritas ulama setelah kepergian Shah Iran pada tahun 1979 , Soviet membantu Kurdi Iran dan mempersenjatai mereka untuk membentuk sebuah negara. Tujuan Soviet adalah untuk mengontrol atas sumur minyak Iran. Hal ini mendorong Amerika Serikat untuk mendukung Iran dan membantunya dalam mengatasi kesulitan ini.

Turki Minta Maaf atas Pembantaian Suku Kurdi - Dunia Tempo.co

Tayyip Erdogan turut memerangi bangsa Kurdi yang ingin merdeka di wilayah Turki (dok, tempo)

  • Kurdi di Irak Utara

Penduduk Kurdi di Irak utara tersebar di Irbil, Sulaimaniyah, Dohuk dan sebagian kecil di Kirkuk. Lebih dari 97% dari mereka beragama Islam. Sisanya tinggal di Armenia. Sebanyak 96% dari mereka adalah muslim Sunni. Sisanya adalah Syiah, sekuler, dan komunis, sebagaimana mereka disebut di sana. Irak dianggap sebagai pusat ketidakadilan terhadap rakyat Kurdi. Setelah perang Iran-Irak berakhir, media melaporkan upaya genosida Saddam Hussein terhadap Kurdi dengan gas beracun, bom Napalm, dan penghapusan kota dan seluruh desa dari keberadaannya, seperti kota Halabjah di timur Sulaimaniyah. Kurdi dituduh mendukung Iran dalam perang melawan Irak selama Perang Teluk pertama. Terlepas dari Deklarasi Pemerintah Irak pada tahun 1974 bahwa orang-orang Kurdi memiliki hak untuk pemerintahan sendiri, tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Buktinya revolusi Kurdi dihadapi dengan pembunuhan dan genosida. Sebagai hasilnya klan kepemimpinan Kurdi mengumumkan berakhirnya permusuhan bersenjata. Warga Kurdi memiliki pilihan antara kembali ke Irak dan imigrasi ke Iran. Hal ini telah menyebabkan pecahnya ikatan Partai Demokrasi Kurdistan (PPK). Partai ini sebelumnya telah mengumpulkan semua kelas masyarakat Kurdi di bawah kepemimpinan Mullah Mustafa Barzani, yang melarikan diri ke Amerika Serikat sampai ia meninggal pada tahun 1975. Kemudian sejumlah besar dari mereka pindah ke Kurdistan Iran dan Turki. Kurdi telah dan terus menuntut sebuah negara merdeka bagi mereka. Mereka mencobanya setelah Perang Teluk pertama pada tahun 1991. Situasi politik Kurdi setelah Perang Teluk 1991 berbeda dari sebelumnya. Pemerintahan Irak dan pasukan AS menandatangani kesepakatan untuk memberikan provinsi di Irak utara sebagai provinsi yang berdiri sendiri bagi Kurdi dan menjadi zona larangan terbang bagi pesawat Irak. Maka tanda-tanda yang mengarah kepada pemerintahan federal Kurdi mulai terbentuk saat itu. Ada du pihak Kurdi yang berkuasa di bawah kepemimpinan Mas’ud Barzani dan Jalal At-Talibani. Dua tokoh ini memimpin dengan orientasi sekuler. Yang patut diperhatikan adalah pengaruh orientasi sekuler tersebut terhadap gerakan Islam di Irak utara dan di wilayah Kurdi. Setelah Irak dijajah oleh pasukan AS, hal ini menjadi pukulan telak bagi Gerakan Islam Kurdi di Irak utara. Mereka dituduh berafiliasi dan simpati kepada Al-Qaidah. Gerakan Islam yang paling populer hingga saat ini adalah Ansharul Islam Irak.

Sumber: kiblat.net dan berbagai sumber (dengan judul: Ini Sejarah Kurdi Sejak Era Khalifah Rasyidah sampai Revolusi Suriah)

Berita ini sudah dilihat 122 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 61
  • Page views today : 68
  • Total visitors : 528,262
  • Total page view: 1,111,661