Connect with us
Update Now

Uncategorized

Klaim KBRI Dampingi Habib Rizieq Saat Diperiksa Polisi Arab Saudi Adalah Dusta

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 216,261 kali

Post – Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Eggi Sudjana meyakini bahwa kasus penempelan bendera tauhid yang terjadi di belakang rumah kliennya di Saudi Arabia adalah salah satu operasi intelijen. Menurut Eggi, operasi intelijen itu sengaja diciptakan agar pemerintah Saudi Arabia mendeportasi Rizieq Shihab. “Saya yakini ini adalah bagian dari operasi intelijen yang memang menginginkan Habib merasa tidak nyaman di sana,” kata Eggi Sudjana usai menghadiri sebuah diskusi di D Hotel, Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu 11 November 2018. Ia mengatakan, keyakinannya menguat setelah menganalisis beberapa momen yang menurutnya terkait dengan aksi pemasangan bendera berlafaz tauhid di kediaman Rizieq. “Kalau kami cermati sebelum kejadian, ini baru analisa saya ya, sebelum kejadian Guntur Romli (Politikus PSI) nantang Habib agar mengibarkan bendera tauhid di Saudi,” ujarnya.”Itu saya ingat betul kurang lebih seminggu sebelum kejadian, terus kejadian. Nah menurut teori kontraintelijen kalau kami mau kontra terhadap itu, ini udah bagian operasi intelijen yang sudah disepakati,” kata Eggi lagi. Selain itu menurut Eggi, pihaknya mendapatkan informasi bahwa pemerintah telah mengirim orang untuk melakukan pengintaian terhadap Rizieq dan keluarganya selama berada di Mekah. “Jadi informasi yang kami peroleh, mereka sampai menyewa rumah yang tidak jauh dari rumah Habib di Mekah. Kita bisa lihat itu dari hasil jepretan foto Habib yang diambil ketika Habib ingin diperiksa oleh Kepolisian Arab Saudi. Itu terlihat jelas itu foto diambil dengan cara zoom dari jarak jauh,” ujar dia. Indikasi lainnya kata Eggi Cs, keluarnya surat pernyataan yang dikeluarkan oleh KBRI untuk Saudi Arabia tentang pendampingan terhadap Rizieq Shihab selama proses pemeriksaan oleh Kepolisian Arab Saudi. Menurut Rizieq, kata Eggi, tidak ada satu orang pun yang mendampingi dirinya ketika menjalani proses pemeriksaan oleh aparat keamanan Saudi Arabia terkait dengan kasus pemasangan bendera tauhid tersebut. “Menurut Habib, ternyata tidak ada tuh pendamping dari kedutaan kita untuk Habib di sana. Jadi rekayasa semua itu. Makanya Habib bilang Jokowi jangan pencitraan mulu,” kata dia.
Sumber:vivanews.com

Berita ini sudah dilihat 69 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 175
  • Page views today : 190
  • Total visitors : 544,086
  • Total page view: 1,129,084