Connect with us
Update Now

Lensa

Kisah Sahabat Nabi: Kain Kafan Lusuh Pilihan Abu Bakar, Seluruh Hartanya disumbangkan Untuk Perjuangan Islam

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 226,516 kali

Lensa – Sebelum masuk Islam, sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As Siddiq adalah seorang saudagar kaya raya sekaligus pemuka utama kaum Qurais. Namun saat meninggal dunia, beliau justru hanya memilih kain kafan lusuh untuk membungkus jenazah beliau sendiri. Seseorang yang meninggal dunia, hanya 3 yang bawa, yakni amal ibadah, ilmu yang bermanfaat serta doa anak soleh dari orang yang meninggal tersebut. Harta benda, pangkat atau jabatan semuanya ditinggal di dunia. Kisah sahabat Nabi, Abu Bakar As Siddiq. Dialah pria pertama yang beriman kepada Allah SWT dan mengakui kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia juga orang pertama yang mengakui perjalanan Isra dan Mikrajnya Rasulullah untuk menerima perintah Sholat. Seperti apa kisah sahabat nabi, Abu Bakar As Siddiq? Dikutip dari buku, Biografi Abu Bakar As Siddiq karya Muhammad Hasan Haekal disebutkan, nama kecil Abu Bakar adalah Abdul Kakbah. Konon nama itu merupakan pemberian sang Ibu yang pernah bernazar, jika melahirkan anak laki-laki maka akan diserahkan untuk pengabdian kepada Kakbah. Abu Bakar juga memiliki nama lain Atiq. Setelah masa kenabian Muhammad SAW, Abu Bakar mendapat tambahan nama As Siddiq. Gelar itu diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab dialah pria pertama yang beriman kepada Allas SWT dan mengakui Muhammad sebagai Rasulullah. Abu Bakar jugalah yang pertama mengakui perjalanan Isra dan Mikrajnya Muhammad SAW di saat orang lain tak percaya bahkan ada yang murtad. Kisah sahabat nabi yang mengakui Isra dan Mikrajnya Muhammad ini terjadi pada suatu pagi 28 Rajab sekitar tahun 620 atau 621 masehi, 10 tahun sebelum hijrah ke Madinah. Saat itu banyak orang kafir Quraisy bertanya kepada Abu Bakar, apakah dia percaya bahwa Muhammad pergi ke Baitul Maqdis dalam semalam di 27 Rajab.

إن كان قال فقد صدق
“Jika ia berkata demikian, maka itu benar,” jawab Abu Bakar seperti dikutip dari muslim.or.id.

Selain sebagai orang pertama yang masuk Islam atau as-sâbiqûnal awwalûn Sayyidina Abu Bakar juga termasuk orang yang loyal terhadap Rasulullah SAW. Dia juga terkenal sangat zuhud. Ada dialog antara Abu Bakar dengan putrinya, Sayyidah ‘Aisyah seperti ditulis dalam kitab Anîsul Mu’minîn karya Shafuk al-Mukhtar. Dikutip dari nu.or.id, suatu hari Aisyah menjenguk ayahnya yang sedang terbaring sakit. Kepada sang ayah, Aisyah menyarankan agar dipanggilkan seorang ahli pengobatan. Namun Abu Bakar mengaku sudah diobati. Kepada putrinya yang juga istri Rasulullah, Abu Bakar mengaku oleh ahli pengobatan dia diperbolehkan melakukan apa saja. Hal ini menandakan bahwa sakitnya Abu Bakar sudah parah dan mendekati kematian. Musabab semua harta Abu Bakar sudah disedekahkan untuk perjuangan Islam, tak ada lagi yang tersisa bahkan untuk selembar kain baru sekalipun. Aisyah pun bertanya,”Dengan kain mana aku nanti mengafani jenazah Ayah?” “Dengan baju yang biasa aku pakai saat makmum shalat bersama Rasulullah,” jawab Abu Bakar. Namun menurut Aisyah, baju itu sudah usang. Dia pun menawarkan untuk membeli kain kafan yang baru. Namun Abu Bakar menolaknya. “Orang hidup lebih berhak atas sesuatu yang baru ketimbang orang mati,” jawab Abu Bakar. Abu Bakar As Siddiq wafat pada Senin 21 Jumadilakhir tahun ke-13 hijrah atau 22 Agustus 832 Masehi. Pada Senin petang Umar bin Khatab bersama dengan Usman bin Affan, Talhah bin Ubaidillah dan Abdur-Rahman bin Abu Bakar memakamkan jenazah Abu Bakar di samping liang lahat Rasulullah SAW. Kisah sahabat nabi Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu’anhu meninggal tanpa meninggalkan sepeserpun dirham atau dinar.

Diriwayatkan dari Al Hasan bin Ali Radhiallahu’anhu:
“Ketika Al Hasan sedang bersama Abu Bakar Radhiallahu’anhu, Abu Bakar berkata, wahai ‘Aisyah tolong perhatikan unta perahan yang biasa kita ambil susunya, dan mangkuk besar yang sering kita pakai untuk tempat penerangan, dan kain beludru yang biasa kita pakai. Sesungguhnya kita mengambil manfaat dari itu semua saat aku mengurusi urusan kaum muslimin. Jika aku mati, kembalikanlah semuanya kepada Umar. Maka ketika Abu Bakar wafat, ‘Aisyah mengirim semua itu kepada Umar Radhiallahu’anhu. Umar pun berkata: ‘Semoga Allah meridhaimu wahai Abu Bakar, sungguh lelah orang yang datang setelahmu'”
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 58 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 176
  • Page views today : 198
  • Total visitors : 544,993
  • Total page view: 1,130,084