Connect with us
Update Now

Kisah Tokoh

KISAH AMIRUL MU’MININ UMAR BIN ABDUL AZIZ (Bagian 22)

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 238,204 kali

Ilustrasi, Khalifah Umar Bin Abdul Aziz (dok, cinta ulama)

Sejarah Umat Islam setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW sangat menarik sekali untuk kita ketahui dan tentu saja wajib kita ketahui, agar kita tahu bagaimana perjuangan dalam menegakan syariat Islam yang luar biasa hambatan dan rintangannya. Sekaligus kita juga tahu bagaimana Agama Islam mampu jadi perekat seluruh Umat Manusia hingga akhir jaman. Kenapa kami angkat kisah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz? Karena kita tahu saat ini sangat langka ada pemimpin yang seperti beliau. Baik ketaqwaannya, keadilannya, ketegasannya serta benar-benar hanya memikirkan Umat Islam dan tidak hanya diri sendiri dan keluarga beliau saja. Inilah kisahnya yang kami kutip dari buku ‘Mengenal Pola Kepemimipinan Umat dari Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah” Alih Bahasa Oleh: Mahyuddin Syaf dkk, cetakan kedua dari Penerbit CV Diponegoro, Bandung, Tahun 1985. Selamat membaca mulai edisi ini dan seterusnya, semoga bermanfaat

—————————————————————————————————————————————-

Seorang Khalifah (siapapun orangnya), sekalipun dia mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai pucuk pimpinan dalam satu negara, namun takkan mungkin mampu menjalankan tugas dengan sempurna tanpa di damping oleh gubernur, para hakim dan para bendaharawan.

Dengarlah apa yang dikatakannya mengenai hal itu:

“Negara itu mempunyai beberapa tiang dan ia tak akan dapat berdiri tanpa tiang-tiang itu…Gubernur merupakan salah satu diantara tiang-tiang itu, Hakim juga salah satu diantaranya, Bendaharawan atau penguasa Baitul Mal merupakan tiang pula dan tiang ke empat adalah saya.

Dengan demikian, manakala diinginkan agar negara ini menjadi contoh teladan dalam mengemban tugas agama dan hak-hak manusia, maka keteladanan itu harus terbentuk dari perpaduan keempat tiang, atau apparat pemerintahan itu. Yaitu Khalifah, Gubernur, Hakim dan Bendahara.

Pin di Al Mathari The Real Hero.

Ilustrasi kepemimpinan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz (dok, pinterest)

 

Supaya negara mennjadi ikutan, maka semua apparat itu harus sama-sama memikul tanggung jawab, dan dengan bimbingan dari Amirul Mu’minin mereka harus menjadi perintis dan pelopor umat. Demikianlah Umar menampilkan negara dengen keseluruhannya, dan ia sebagai pemimpin siap sedia memikul tanggung jawab dan memberikan pengorbanan yang diperlukan.

Sebelum memerintahkan sesuatu kepada para gubernur, para hakim dan bendaharawan, maka terlebih dahulu ia memulainya dengan diri sendiri. Sebelum ini, kita pernah mendengar ucapan yang sangat indah dari mulut Umar Bin Abdul Aziz:

“Aku hanyalah orang biasa seperti halnya kamu sekalian, hanya saja aku memikul tanggung jawab yang lebih berat….!”

Dalam hal ini, perhatikanlah bagaimana cara yang ditempuh menuruti prinsip yang telah digariskannya secara tertib dan baik sekali, tegas dan teratur.

Penghasilanya sebelum dan sampai hari ia diangkat menjadi Kahlifah, menca[ai 40.000 dinar. Semua itu merupakan pemasukan dari fasilitas yang didapatnya atau diperolehnya sebagai seorang Amir atau pembesar Bani Umaiyah. Dari tanah-tanah yang dimilikinya dan peninggalan orang tuanya (Abdul Aziz Bin Marwan) yang melimpah ruah.

Namun kini, setelah ia diangkat menjadi Khalifah, terbukahlah matanya terhadap kenyataan yang terpampang jelas dihadapannnya, bahwa semua kekayaan yang dimiliki oleh para penguasa Bani Marwan (di mana dia termasuk salah seorang diantara mereka), bukan kekayaan yang peroleh dengan cucuran keringat.

Semua kekayaan yang bertumpuk-tumpuk dalam tangan keluarga Bani Umaiyah itu pada hakikatnya tiada lain hanyalah hak rakyat, dan untuk keperluan mereka yang semuanya dirampas secara tidak sah dan sewenang-wenang.

Maka secepatnya diambilnya tindakan mencabut dan membatalkan semua hak khusus yang selama ini berada di tangan para pembesar dan pembantu mereka. Ia memerintahkan untuk mengembalikan semua itu ke Baitul Mal.

Dimulainya dari diri sendiri, dipindahkannya semua hak milik (Kekayaannya) ke Baitul Mal, bahkan salah satu, miliknya yang selama ini dianggapnya sangat berharga (kebun Fedak di Khaibar) diserahkannya pula. Padahal kekayaan ini bukanlah pemberian siapa-siapa, melainkan warisan yang diterimanya dari ayahnya, Abdul Aziz Bin Marwan. Namun dia bertanya pada dirinya sendiri?

“Darimanakah Ayahnda memperoleh kekayaan itu…? Allah telah menetapkan kepada RasulNya saat kemenangan di Khaibar, bahwa tanah ini (Khaibar) merupakan bagian khusus bagi orang-orang yang berada dalam perjalanan (Ibnu Sabil).

Ketentuan ini terus berjalan sampai kekuasaan jatuh ke tangan Mua’wiyah dan ia menghadiahkan tanah ini kepada Marwan Bin Hakam, dari tangan Marwan kekayaan in berpindah ke tangan kepada puteranya (Abdul Aziz), ayah dari Umar sendiri.

Amboiii….bahkan tanah itupun diserahkannya ke Baitul Mal! Kepada Gubernurnya di Madinah, dititahkannya agar menyita tanah tersebut dan mengembalikan sebagai milik negara. Umar berpesan, semua yang dihasilkan dari kekayaan ini hendaklah dibagikan sebagaimana di zaman Rasulullah SAW dan para Khalifahnya dulu.

Tidak cukup sampai itu saja, diserahkannya pula tiap keeping dirham yang diperolehnya dari gaji nya sebagai Amirul Mu’munin…! Baginya, apa-apa yang sekarang sudah mencukupi kebutuhan dunianya. Penghasilannya hanya dua ratus dinar per tahun, yang diperolehnya dari hasil sebidang tanah yang tidak luas.

Tanah itu dibelinya dengan uang hasil cucuran keringatnya sendiri dan dari penghasilan inilah dia menghidupi keluarganya yang besar itu. Dua ratus dinar setahun untuk orang yang sehari menjelang diangkatnya sebagai Khalifah penghasilannya masih mencapai 40.000 dinar.

Akan tetapi, apa yang mesti dirisaukan? Bukankah ia telah mengangkat keadilan dan kebenaran sebagai sukugurunya. Baginya, yang terpenting adalah jangan sampai bendera yang telah dikibarkannya terlepas dari tangannya. Dan cukuplah baginya bila sampai semua itu sudah mencapai apa yang diinginkan oleh jiwa dan hati nuraninya…..BERSAMBUNG

Berita ini sudah dilihat 228 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 80
  • Page views today : 92
  • Total visitors : 546,429
  • Total page view: 1,131,697