Connect with us
Update Now

Kisah Tokoh

KISAH AMIRUL MU’MININ UMAR BIN ABDUL AZIZ (Bagian 21)

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 103,247 kali

Sejarah Umat Islam setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW sangat menarik sekali untuk kita ketahui dan tentu saja wajib kita ketahui, agar kita tahu bagaimana perjuangan dalam menegakan syariat Islam yang luar biasa hambatan dan rintangannya. Sekaligus kita juga tahu bagaimana Agama Islam mampu jadi perekat seluruh Umat Manusia hingga akhir jaman. Kenapa kami angkat kisah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz? Karena kita tahu saat ini sangat langka ada pemimpin yang seperti beliau. Baik ketaqwaannya, keadilannya, ketegasannya serta benar-benar hanya memikirkan Umat Islam dan tidak hanya diri sendiri dan keluarga beliau saja. Inilah kisahnya yang kami kutif dari buku ‘Mengenal Pola Kepemimipinan Umat dari Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah” Alih Bahasa Oleh: Mahyuddin Syaf dkk, cetakan kedua dari Penerbit CV Diponegoro, Bandung, Tahun 1985. Selamat membaca mulai edisi ini dan seterusnya, semoga bermanfaat

Terbayangkah oleh anda jawaban seperti itu keluar dari mulut seorang yang tekun, taat dan suci? Kesuciannya bukanlah kesucian biasa, tetapi kesucian yang disertai kebijaksanaan, yang selalu memandang setiap masalah pada intinya, dan mendengarkan setiap persoalan dari relungnya yang terdalam. la selalu mengikuti letak kebenaran, sebagaimana halnya seekor burung yang mengikuti ketempat jatuhnya air hujan!

Suatu saat, yang taat beribadah ini diberitahu tentang adanya seseorang yang mengajak orang lain untuk taat beribadah, sedangkan ia sendiri melalaikannya, maka katanya dengan segera: “Seandainya setiap orang tidak menyuruh orang lain maka aku kan lakukan kebaikan dan mencegah kejahatan sebelum ia sendiri melakukan hal ltu, pastilah takkan ada lagi jalan berbuat baik dan cegahan terhadap perbuatan jahat. Akan jaranglah ditemui para mubaligh dan orang-orang yang menyampaikan nasihat!”

Kisah Lucu Umar bin Khattab Karena Cintanya Kepada Nabi saw | Kisah  Inspirasi

Ilustrasi, walaupun sebagai Presiden Umat Islam dan mempunyai kekuasaan besar plus dengan kekayaan negara berlimpah, Umar Bin Abdul Aziz tak segan berbaur dengan rakyat dan duduk di tanah (dok, kisah inspirasi)

 

“Ya Allah berilah aku manfaat dengan akalku ini…!

Itulah kesucian yang didasari oleh akal yang tajam. Kesucian beroleh peluang untuk mengadakan perubahan dalam bidang keadilan dan kesejahteraan. Yakni perubahan yang paling berhasil sepanjang yang disaksikan oleh sejarah umat manusia.

Kesucian datang membawa kehidupan,  membawa ke zuhudan, ketaatan, kesalehan, ketaqwaan, keadilan dan kasih sayang. (hal-hal yang tak mungkin lenyap dalam kehidupan dunia ini untuk selama-lamanya).

Tatkala Umar bin Abdul Azis “duduk di atas tanah”, maka bumi pun telah menumbuhkan keadlilan dan kasih sayang, sementara langit menurunkan hujan rahmat dan kesejahteraan, hingga serigala dapat digembalakan berdampingan dengan kambing. Hidup bersama dalam ketentraman dan kedamaian.

Sungguh tokoh yang suci ini telah mewujudkan perubahan besar seakan-akan terjadi pada kimia masa atau kimia kehidupan dengan cara yang kita tidak tahu harus mengatakannya …. Apakah ia terlalu mudah atau kelewat sukar, atau ke dua kata-kata “mudah” dan “sukar” itu harus kita tarik dan pisahkan sejauh-jauhnya, untuk memberikan tempat pada kata-kata lain yang lebih cocok dan tepat …?

Memang demikianlah seharusnya ! Dan marilah kita katakan bahwa caranya itu merupakan mukjizat yang luar biasa…!

Pada suatu hari, ia menerima surat dari gubernurnya di Khurasan, yang isinya meminta izin kepadanya untuk menggunakan kekerasan terhadap penduduk di sana.

“Mereka tidak bisa diperbaiki selain dengan pedang dan cambu!”  Dan jawaban Umar kepada Gubernur adalah: “Anda dusta..!

Yang dapat memperbaiki mereka adalag keadilan dan kebenaran. Oleh sebab itu ciptakanlah dikalangan mereka suasana seperti itu. Dan ketahuilah, bahwasanya Allah tidak akan memberikan kebaikan pada amal mereka yang berbuat kerusakan…!”

Keadilan dan kebenaran…!

Di atas keda prinsip itulah program Amirul Mu’munin akan laksanakan. Dan pada jalan itu akan ditetapkan garis kebijaksanaannya. Semua orang akan dibawanya menempuh jalan itu, para pembesar dan rakyat jelata yang dipimpinnya, hartawan dan fakir miskin  yang kuat dan yang lemah….!

Khalifah yang selalu menangis ini, bahkan menangis sambil terisak-isak manakala ia ingat kepada Allah dan hari akhir, yang gemetar bagaikan burung pipit kedinginan karena perasaan takutnya kepada Allah. Bahkan kalau diperhatikan secara sekilas, ia lebih tepat untuk tinggal di masjid saja, untuk menghabiskan waktunya dengan shalat dan zikir.

Namun… apabila kita mengkaji metode dan sistematika pemerintahannya, maka kita akan terpesona olehnya. Karean dari balik airmatany ayang terus mengalir itu, tersembul jiwanya yang agung, yang berjuang dengan gigih dan gagah perwira untuk memncapai puncak keadilan dan kebenaran.

Dengan pandangan tembusnya tak satupun lenyap dari penglihatannya.kemauannya keras laksana baja, tak kenal kata-kata sulit dan tak gentar menghadapi bahaya.

Secara tiba-tiba kedua matanya selalu tergenang air itu bersinar-sinar laksana mata burung elang, memancarkan kilat yang menyambar-nyambar, hingga orang yang melihatnya akan menyadari bahwa pemilik sepasang mata yang tajam itu tidak akan dapat dikecoh atau dipermainkan begitu saja.

Kesulitan-kesulitan yang berkepanjangan, marabahaya yang selalu mengancam dan persekongkolan terhadap dirinya, sama sekali tak membuat semangatnya luntur untuk mengibarkan bendera keadilan dan kebenaran. Bahkan bertambah tinggi dan bergelora.

Apapun akibatnya, ia takan mempedulikannya, ia akan tetap mendasarkan tindakannya yang benar pada hala-hal yang benar pula. Ia akan menyatukan keduanya dalam menghadapi kebejatan system pemerintahan yang diwariskan oleh Dinasti Umaiyah sebelumnya (yang tak kurang dari 60 tahun lamanya). Ia merubah kegelapan menjadi terang benderang, kegersangan menjadi kesuburan, penghamburan menjadi kebersahajaan, kesombongan menjadi ketawaduan, kelaliman menjadi kasih sayang. Dan ketakutan menjadi ketentraman.

Kata-kata berikut ini (yang keluar dari kemauannya yang keras) akan menembus anak telinga orang-orang yang melawan dan golongan penentang:

“Demi Allah seandainya menegakan kebenaran dan menghancurkan kebatilan itu tidak dapat dilakukan kecuali dengan mengorbankan seluruh persendian dan anggota tubuhku untuk di potong-potong dan dicabik-cabik, maka aku akan melakukannya dan aku akan berbahagia dengan itu…!

Demi Allah, kalau aku diberi umur lima puluh tahun untuk hidup bersama kamu sekalian, maka keinginannku tiada lain hanyalah menegakan keadilan…!”

Sekarang ikutilah cara yang ditempuhnya, agar kita dapat menyaksikan dari dekat semua sepak terjangnya…! Tetapi terlebih dahulu harus kita sadari bahwa kita tidak mungkin menyebutkan perinciannya satu per satu. Sebab dengan demikian, kita nanti akan disibukan dengan membicarakan detail dan lupa pada prinsipnya.

 Oleh sebab itu yang lebih penting bagi kita dalam membicarakan sistematika ini ialah dengan mengemukakan titik-titik persoalan yang menjadi sumber perincian dan sumber penerapan.

Pokok yang diuraikan itu adalah sekitar :

  1. Pandangannya terhadap peranan dan fungsi negara
  2. Pandangannya terhadap peranan dan fungsi permusyawaratan
  3. Pandangannya terhadap peranan dan fungsi kekayaan negara
  4. Sikapnya terhadap peranan dan fungsi kesatuan umat dan kesejahteraan mereka
  5. Sistematika yang dipilihnya dalam bertugas….BERSAMBUNG

Berita ini sudah dilihat 148 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 50
  • Page views today : 51
  • Total visitors : 528,654
  • Total page view: 1,112,097