Connect with us
Update Now

Dunia

Kesombongan Boeing Berbuah Hampir Bangkrut Bagian 1 : Dulu Suka Bertingkah, Kini Hampir Bangkrut, Pernah Ejek Lion Air Tolak Melatih Pilot Terbangkan 737 MAX

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 420,734 kali

Dunia – Pembuat pesawat berbadan lebar komersil milik Amerika Serikat saat jaya-jayanya memang tak ada pesaing. Airbush perusahaan pembuat pesawat milik Perancis dan konsursium negara Eropa lainnya tak mampu melawan kehebatan Boeing ini. Medio tahun 2000 an, Boeing menerima proposal pembelian yang gila-gilaan, mencapai ribuan milyar AS, gila memang. Maskapai dari Timur Tengah bahkan Asia termasuk Indonesia semua memesan merek Boeing ini tak terkecuali maskapai di Eropa. Hitung saja, rata-rata harga satu pesawat mencapai Rp600 Milyar X 250 buah yang di pesan Lion Air saja. Sudah berapa duit yang diterima Boeing bukan? Bahkan maskapai dari Timur Tengah seperti Maskapai Emerates memesan lebih gila, mencapai 500 buah pesawat termahal milik Boeing yang harganya satu buah mencapai 1 Trilyun. Kini semua tinggal cerita, kesombongan Boeing berbuah blunder, setelah jatuhnya dua pesawat produksi mereka milik Lion Air dan Ethopian Air. Seluruh maskapai menunda bahkan membatalkan pemesanan pesawat mereka dan beralih ke Airbush ataupun perusahaan lain yang dianggap lebih aman. Kisah kesombongan Boeing dibuka oleh maskapai Lion Air, yang pernah meminta Boeing untuk mengikutkan para pilotnya dalam pelatihan simulator sebelum menerbangkan pesawat Boeing 737 MAX. Namun hal itu tidak terwujud karena pihak Boeing meyakinkan Lion Air pada tahun 2017 bahwa pelatihan itu tidak perlu. Demikian terungkap dalam pesan-pesan internal Boeing yang disampaikan kepada parlemen AS dan Badan Aviasi Federal AS, seperti dilansir media Bloomberg, Rabu (15/1/2020). Dalam memo tersebut, pegawai Boeing mengejek Lion Air atas permintaan tersebut. Dalam memo tersebut, nama Lion Air dihapus, namun Komisi Transportasi dan Infrastruktur DPR AS memberikan pesan tersebut kepada Bloomberg yang bagian nama Lion Air tidak dihapus. “Sekarang, Lion Air mungkin perlu simulator untuk menerbangkan MAX, dan mungkin karena kebodohan mereka sendiri. Saya bingung mencoba mencari cara untuk menyelesaikan ini sekarang! idiot,” tulis seorang pegawai Boeing dalam memo pada 2017 lalu, yang dirilis oleh komisi DPR AS tersebut, seperti dilansir Bloomberg. Memo tersebut dibuat setahun sebelum tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 yang menewaskan seluruh 189 kru dan penumpang. Sebagai respons, seorang pegawai Boeing lainnya menjawab: “WHAT THE F%$&!!!! Tapi maskapai saudara mereka sudah menerbangkan itu!” Ini tampaknya mengacu ke Malindo Air, maskapai yang berbasis di Malaysia yang pertama kali menerbangkan MAX secara komersial. Sebelumnya juga dilaporkan soal pesan internal Boeing yang berisi komentar kasar mengenai perkembangan pesawat 737 MAX yang kini di-grounded secara global. Bahkan dalam salah satu pesan, pegawai Boeing menyebut pesawat itu “dirancang oleh para badut yang pada gilirannya diawasi oleh monyet-monyet”. Pesawat Boeing 737 MAX di-grounded secara global sejak Maret lalu, setelah tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, hanya lima bulan setelah tragedi serupa yang menimpa pesawat Lion Air. Kedua tragedi tersebut menewaskan total 346 orang. Tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines memicu krisis terbesar dalam tubuh Boeing. Seperti dilansir kantor berita Associated Press, Sabtu (11/1/2020), pesan-pesan internal Boeing yang dirilis pada Kamis (9/1) waktu setempat, menunjukkan para pegawai Boeing membahas upaya untuk memperdaya otoritas penerbangan Amerika, Badan Aviasi Federal (FAA) tentang masalah pada simulator penerbangan 737 MAX.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 72 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup