Connect with us
Update Now

Dunia

Kekalahan Sudah Didepan Mata, Donald Trump Luapkan Kemarahan via Twitter

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 253,827 kali

Ekspresi Donald Trump yang tak terima dia kalah (dok, warta ekonomi)

BêBASbaru.com, DUNIA-WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan kemarahan lewat cuitan Twitter dengan menyerukan penghitungan suara pilpres dihentikan dan kembali menuduh adanya penipuan. Semua cuitan Trump itu ditulisnya dalam huruf kapital.

“HENTIKAN PENGHITUNGAN!” cuit Trump via akun Twitter-nya, seperti dilansir Associated Press, Jumat (6/11/2020).

Diketahui bahwa Presiden AS tidak memiliki wewenang untuk menghentikan penghentian suara dalam pilpres. Penghentian suara pada saat ini justru akan berdampak pada kemenangan cepat rivalnya, Joe Biden, capres Partai Demokrat.

Posisi sementara menunjukkan Biden unggul dengan 264 electoral votes atas Trump yang baru meraup 214 electoral votes. Dibutuhkan 270 electoral votes — dari total 538 electoral votes — untuk bisa memenangkan pilpres AS.

“SETIAP SUARA YANG MASUK SETELAH HARI PEMILU TIDAK AKAN DIHITUNG!” kicau Trump kembali via akun Twitternya.

Cuitan Trump tersebut tampaknya menganjurkan untuk membuang suara yang tidak terhitung secara hukum, termasuk dari diplomat dan pejabat dinas yang betugas di luar negeri. Banyak negara bagian di AS yang masih menerima surat suara via pos setelah Hari Pemilu asalkan telah mendapat cap pos sebelum 3 November.

Dalam cuitan lainnya, Trump menegaskan gugatan hukum akan diajukan tim legalnya terhadap hasil penghitungan di beberapa negara bagian yang memenangkan Biden. Trump menyatakan pihaknya memiliki banyak bukti soal penipuan pilpres.

“Seluruh negara bagian yang baru-baru ini diklaim Biden akan digugat secara hukum oleh kami atas Penipuan Pemilih dan Penipuan Pemilu Negara Bagian. Banyak buktinya — cek saja Media. KITA AKAN MENANG! America First!” ungkapnya.

“HENTIKAN PENIPUAN!” tegas Trump lagi.

Dua cuitan Trump itu diberi label ‘diperdebatkan dan mungkin menyesatkan soal pemilu atau proses sipil lainnya’ oleh pihak Twitter. Cuitan-cuitan Trump dalam huruf kapital itu menandakan sikap terakhir sang Presiden AS yang membenci kekalahan. Pernyataan yang dia sampaikan mencerminkan upaya hukum terakhir yang dilakukan tim kampanyenya di beberapa negara bagian yang menjadi medan pertempuran kedua capres dalam pilpres tahun ini. Para pakar menilai langkah hukum yang ditempuh Trump merupakan langkah dangkal dan kecil kemungkinan akan mengubah hasil akhir nantinya.

Sumber: detik.com dan berbagai sumber (dengan judul: Trump Luapkan Kemarahan via Twitter: Hentikan Penghitungan!)

Berita ini sudah dilihat 8,105 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 93
  • Page views today : 124
  • Total visitors : 547,568
  • Total page view: 1,132,991