Connect with us
Update Now

Kriminal

Kejahatan Online Diungkap Bareskrim, Bermodus E-Mail Bisnis

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 465,203 kali

Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono ungkap kejahatan online rugikan korban hingga 276 Milyar (dok, tribunnews.com)

BệBASbaru.com, KRIMINAL – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengapresiasi Bareskrim Polri karena mengungkap kasus penipuan modus e-mail bisnis dengan total kerugian mencapai Rp 276 M. Pihak PPATK menilai pengungkapan kasus ini berjalan atas kerja sama sejumlah pihak.

“Ini menunjukkan kerja sama antara semua stakeholder dalam pemberantasan kejahatan khususnya tindak pidana asal dan tindak pidana pencucian uang berjalan dengan sangat baik. Terbukti kita lihat hati ini kerugian cukup besar berhasil diamankan, disita, dan diproses pelakunya,” kata Direktur Kerja Sama PPATK Muhamad Salman di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2020).

Salman menuturkan PPATK mendukung penuh Bareskrim Polri untuk mengungkap kasus-kasus penipuan keuangan. Sebab, kata Salman, selain modus tindak pidana lain, dalam kasus penipuan melalui e-mail bisnis juga ada modus pencucian uang yang dilakukan para tersangka.

“Jadi pada prinsipnya, PPATK sangat mendukung apa yang dilakukan para penegak hukum khususnya di sini Bareskrim, karena ini modusnya selain tidak pidana asal ada modus pencucian uang,” tuturnya. Lebih lanjut, Salman mengatakan PPATK dapat bekerja sama dengan Bareskrim karena memiliki wewenang untuk menelusuri aset transaksi. Selain itu, PPATK sebut Salman bekerja sama dengan PPATK negara lain yang menjadi korban penipuan sehingga informasi dapat lebih cepat diperoleh.

“Dengan kewenangan PPATK bisa menelusuri aset transaksi dan bisa bekerja sama dengan baik oleh stakeholder di domestik maupun internasional maka ini sangat mendukung. Dan informasi ini kami juga mendapat bantuan dari PPATK Belanda, Italia, jadi ada forum di mana kami bisa cepat dapat informasi,” imbuhnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Atase Polisi Belanda untuk wilayah Indonesia, Malaysia dan Singapura, Gerard Van Heerwaarde menyampaikan ucapan terima kasih dalam hal ini Polri karena telah melakukan kerja sama dengan baik. Gerard menyampaikan kasus ini tidak akan terungkap tanpa adanya kerja sama dari semua pihak.

“Terima kasih atas kerja sama yang telah dilakukan secara internasional dengan pihak Indonesia. Tanpa kerja sama yang bagus dari kedua pihak ini semua tidak akan bisa,” kata Gerard. “Saya secara pribadi dan mewakili dari pihak Belanda mengucapkan selamat dari pihak Indonesia, semua yang terkait semua yang terlibat dan berterima kasih atas kerja sama yang telah kita selesaikan ini,” lanjutnya.

Bareskrim Polri mengungkap lima kasus penipuan dengan modus business e-mail compromise (BEC). Total kerugian para korban sejumlah Rp 276 miliar. “Kasus kejahatan dengan modus business e-mail compromise, yang merupakan kasus kejahatan lintas negara, yang menjadi atensi dari Financial Action Task Force, selaku badan dunia yang dibentuk dalam menangani kejahatan pencucian uang,” kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/12).

Sigit menuturkan, ironisnya, para pelaku penipuan modus BEC terus beraksi di tengah situasi pandemi Corona (COVID-19), yang melanda seluruh dunia. Bahkan pelaku memanfaatkan situasi pandemi untuk melancarkan aksinya.

“Kejahatan ini kemudian menjadi sorotan karena dilaksanakan pada saat dunia menghadapi situasi pandemi dan kemudian kelompok ini memanfaatkan situasi dengan memanfaatkan celah-celah di mana negara-negara sedang mencari alat-alat terkait dengan masalah pencegahan COVID, baik berupa APD maupun alat-alat rapid test,” jelas Sigit.

Sumber: detik.com dan berbagai sumber (dengan judul: PPATK Apresiasi Bareskrim Ungkap Kasus Penipuan Bermodus E-Mail Bisnis)

Berita ini sudah dilihat 334 kali