Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Kasus Tabrak Lari Kelua: Sembunyi Karena Takut di Hakimi Warga, Serahkan Diri di Polres HSS

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 106,800 kali

Mobil pelaku tabrak lari yang sudah diamankan polisi (dok, bpost)

BêBASbaru.com, TABALONG – Sempat berupaya kabur setelah terlibat tabrakan di Jalan A Yani, Desa Karangan Putih, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, akhirnya pelaku RI (26) bisa diamankan petugas. Tabrak lari antara mobil pikap dan sepeda motor Honda Beat hingga menyebabkan satu korban meninggal,  terjadi Selasa (15/9/2020) sekitar pukul 13.00 Wita. Sementara itu, pelaku yang mengaku warga Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ini diamankan, Rabu (16/9/2020) pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Informasi didapat, kecelakaan ini terjadi saat pelaku yang mengemudikan sendirian mobil pikap Daihatsu Grand  Max bermaksud pulang ke Kandangan setelah menjual sayur di daerah Kalimantan Tengah (Kalteng).Saaf melintas di Desa Karangan Putih, insiden tabrakan terjadi. Pelaku diduga menabrak bagian belakang sepeda motor yang dikendarai Mahdiya Difa dan Patimah. Akibatnya, joki dan penumpang sepeda itu terpental ke aspal. Mengakibatkan, Fatimah yang duduk di bagian penumpang meninggal, walaupun sempat dilarikan ke Puskesmas Kelua. Merasa telah menabrak pengendara, pelaku bukannya berhenti, tetapi tancap gas meninggalkan korban yang sudah jatuh ke aspal. Warga pun sempat melakukan pengejaran. Bahkan informasi agar pelaku tabrak lari bisa dihentikan, disebar di medsos. Termasuk jajaran Satlantas Polres Tabalong dibantu Polsek Kelua dan Polsek Muara Harus, juga melakukan pencarian terhadap pelaku. Diketahui, pelaku terus tancap gas hingga masuk ke sebuah kebun karet di Desa Mantuil, Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong. Kemudian, melepaskan tanda nomor polisi mobilnya. Setelah itu, pelaku sempat keluar dari persembunyian. Namun karena masih takut tertangkap warga, bersama mobilnya, pelaku kembali masuk kebun karet. Kali ini pelaku malah melepas penutup belakang mobil pikap dengan maksud agar mobilnya tak mudah dikenali. Meski begitu, tetap saja pelaku tak berani langsung keluar dari kebun karet. Dirinya memilih keluar selepas Magrib dan balik ke Kandangan dengan naik angkutan umum, serta meningalkan pikapnya di dalam hutan. Akhirnya, Rabu (16/9/2020), diantar kekuarga, pelaku menyerahkan diri. Saat itu, pelaku lebih dulu ke Polres HSS dan kemudian dijemput personel Satltantas Polres Tabalong. Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori, melalui Kasatlantas Iptu Narendra Rian Agusta, membenarkan pelaku telah diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam. Disampaikannya, setelah pelaku dijemput pihaknya, langsung dilanjutkan dengan pencarian barang bukti di kebun karet yang jadi persinggahan pelaku. Di lokasi pertama hanya ditemukan satu nopol. Di lokasi kedua, ditemukan mobil pikap beserta tutup bak yang sudah terlepas. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku kabur dari lokasi kejadian karena merasa takut terhadap warga, sehingga terus melaju. “Saya ucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang berikan informasi dan memviralkan kejadian ini. Inilah bukti solidaritas polisi dan masyarakat untuk mengungkap tabrak lari, selama 1 x 24 jam,” katanya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Pelaku Tabrak Lari di Kelua Kabupaten Tabalong Menyerahkan Diri di Polres HSS)

Berita ini sudah dilihat 62 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 91
  • Page views today : 99
  • Total visitors : 529,130
  • Total page view: 1,112,613