Connect with us
Update Now

Dunia

Kashmir Tegang Kembali, Serangan Bunuh Diri Tewaskan Puluhan Serdadu India

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 230,796 kali

Dunia – India dan Pakistan sudah lama berseteru gara-gara sebuah daerah bernama Kashmir, sampai-sampai di kedua perbatasan ini di jaga sangat ketat kedua tentara negara itu. Bahkan ketegangan makin memuncak, karena keduanya sama-sama memiliki rudal nuklir. Kini kedua negara itu dalam posisi Siaga III, menyusul adanya bom bunuh diri, sedikitnya 41 serdadu dan anggota polisi cadangan India tewas di Kashmir, setelah seorang pengebom bunuh diri meledakkan kendaraannya yang bermuatan bahan peledak ke konvoi mereka Kamis (14/2). Seorang pelaku pembom bunuh diri meledakkan mobilnya yang dipenuhi bahan peledak di samping konvoi mereka. India menuduh Pakistan berada di belakang serangan bunuh diri itu. Perwira polisi senior Muneer Ahmed Khan mengatakan, serangan bunuh diri itu terjadi di jalan raya utama pada hari Kamis, ketika konvoi mencapai kota Lethpora di pinggiran kota Srinagar. Dia mengatakan satu bus hancur dan setidaknya lima kendaraan lainnya rusak akibat ledakan itu. Dia menjelaskan, tentara dan bala bantuan polisi memang dikerahkan di daerah itu untuk menghadapi pemberontakan. Seorang pejabat militer menyatakan, dalam konvoi itu setidaknya ada 35 anggota militer. Juru bicara CRPF Sanjay Sharma mengatakan banyak anggotanya yang cedera dan berada dalam kondisi kritis. “Ledakan itu sangat kuat, sehingga orang tidak bisa mengenali lagi apakah kendaraan itu bus atau truk. Hanya tinggal potongan-potongan baja yang hancur dari kendaraan,” katanya. India tuduh Pakistan terlibat, Media setempat melaporkan, kelompok Islam Jaish-e-Mohammed sudah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Kantor kementerian luar negeri India menggambarkan kelompok itu sebagai “organisasi teroris yang berpusat di Pakistan dan mendapat dukungan”. India menuntut Pakistan untuk “berhenti mendukung teroris dan kelompok teror yang beroperasi dari wilayah mereka.” Para pejabat India menyatakan hari Jumat (15/2) ada “bukti-bukti yang tidak dapat dibantah” bahwa Pakistan memiliki “tangan langsung” dalam serangan itu dan menjanjikan tanggapan yang keras. Setelah serangan itu, India menyatakan akan mencabut status “mitra perdagangan” yang telah mereka berikan kepada Pakistan. Menteri Keuangan Arun Jaitley mengumumkan, pihaknya akan mengambil semua langkah diplomatik “untuk memastikan isolasi lengkap (Pakistan) dari komunitas internasional,”. Pakistan menolak tuduhan itu dan menyatakan mereka tidak terlibat sama sekali. “Kami sangat menolak tuduhan oleh unsur-unsur di media India dan pemerintahnya yang berusaha menghubungkan serangan itu dengan Pakistan tanpa penyelidikan apapun,” kata kementerian luar negeri Pakistan. Jerman kecam serangan bunuh diri, Kantor Luar Negeri Jerman mengecam insiden di Kashmir itu dan menulis di Twitter: “Kami mengutuk terorisme dalam segala bentuknya. Jerman mendukung mitra strategisnya India.”Kawasan Kashmir yang selama ini jadi sengketa antara India dan Pakistan mengalami banyak pengeboman mobil dari tahun 2000 hingga 2005, yang menimbulkan banyak korban pada pasukan India. Pengeboman mobil besar yang terakhir dari kelompok teror Jaish-e-Mohammed dilakukan tahun 2001 dekat gedung parlemen di Srinagar. Serangan itu menewaskan 40 orang, termasuk tiga pengebom bunuh diri.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Kasmhir membara kembali setelah lama adem (dok, radar cirebon.com)

Berita ini sudah dilihat 66 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 388
  • Page views today : 438
  • Total visitors : 545,587
  • Total page view: 1,130,753