Connect with us
Update Now

Dunia

Karena Telat Hanya 3 Menit Plus Suka Bicara Sembarangan, Menteri Jepang Didesak Mundur

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 231,149 kali

Dunia – Luar biasa Jepang menghargai waktu, terlebih kalau berbiacar kurang sopan, tiada ampun bagi yang bersangkutan, hanya satu kata minta maaf dan mundur dari jabatannya. Adalah Menteri Jepang untuk urusan olimpiade dan paralimpik, Yoshitaka Sakurada, meminta maaf secara terbuka karena Kamis (21/2) lalu terlambat tiga menit saat menghadiri rapat kerja dengan parlemen. Anggota parlemen dari kubu oposisi menyebut keterlambatan Sakurada menunjukkan sikap tidak hormat serta menyebabkan rapat komite anggaran tertunda lima jam akibat protes. Para anggota legislatif itu sangat marah terhadap Sakurada yang mereka sebut melakukan sejumlah kesalahan berturut-turut. Pekan lalu Sakurada menyatakan kekecewaannya setelah perenang andalan Jepang di olimpiade, Rikako Ikee, didiagnosa mengidap leukemia. “Dia adalah calon peraih medali emas (di Olimpiade Tokyo 2020), seorang atlet yang sangat kami harapkan. Saya sangat kecewa,” ujar Sakurada saat itu. Tak lama setelah pernyataan itu, Sakurada didesak meminta maaf. Tahun 2016, Sakurada juga memicu kemarahan publik karena menyebut para perempuan yang dipaksa memberikan layanan seksual pada prajurit Jepang saat perang dunia sebagai ‘pelacur profesional’. Tak cuma itu, tahun 2017, Sakurada yang juga menjabat menteri urusan keamanan siber mengaku tak pernah mengoperasikan komputer. Ia mengaku selalu mendelegasikan tugasnya kepada bawahan. Kelompok oposisi pun terus mendesak Sakurada lengser dari pemerintahan. Meski terlambat hadir dalam rapat tak dianggap sebagai kesalahan kultural yang mengerikan, oposisi menyebut insiden terakhir sebagai bagian ak terpisahkan dari segala kesalahan Sakurada. Dalam jajak pendapat terkait kompetensi Sakurada, 65% responden di Jepang menyebutnya tak pantas menyandang jabatan menteri. Survei itu diterbitkan koran Asahi Shimbun, pekan lalu. Sakurada ditunjuk menjadi menteri urusan Olimpiade Oktober 2018. Salah satu tugasnya adalah mencegah serangan siber mengganggu olimpiade yang bakal digelar di Tokyo tahun 2020.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 62 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 437
  • Page views today : 499
  • Total visitors : 545,636
  • Total page view: 1,130,814