Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Karena Dilepas Lagi, Warga Muang Protes dan Minta Kejelasan Soal Status Hukum Pencuri Jahe

Diterbitkan

pada

Dianggap Tipiring, Kapolres Tabalong serahkan kasus pencurian jahe ke Polsek Jaro (dok, Tribunnews)

BêBASbaru.com, TABALONG – Penanganan dugaan kasus pencurian jahe yang tertangkap tangan di Desa Muang, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Rabu (3/6/2020) subuh dipertanyakan sekelompok warga. Ini menyusulnya beredarnya informasi bila terduga pelaku SBR (33), warga Desa Teratau, kecamatan Jaro, Tabalong, tidak diproses secara hukum. Informasi didapat, diduga pelaku diamankan di dalam pondok yang ada di lahan warga setelah ketahuan mencuri jahe sekitar 15 kilogram, milik Mujedi (48), warga Desa Muang. Ketika diamankan, bersama pelaku juga ditemukan diduga senapan rakitan jenis dumduman beserta peluru buatan dan jahe yang diduga hasil curian. Setelah berhasil diamankan, subuh itu juga pelaku langsung dibawa ke Polsek Jaro untuk bisa diproses secara hukum. Namun setelahnya korban dan warga mendapat kabar pelaku tak bisa diproses karena barang bukti curian kurang dari Rp 2,5 juta. Begitu pula terkait dengan kepemilikan benda diduga senapan rakitan yang diamankan bersama pelaku juga didapat informasi tidak diproses secara hukum. Akhirnya karena merasa ada kejanggalan, Kamis (4/6/2020) malam sekitar pukul 21.00 wita, sekelompok warga mendatangi Polsek Jaro untuk mencari kejelasan. Sampai tengah malam, warga membubarkan diri walaupun masih belum merasa puas dengan penjelasan yang didapatkan. K arena itulah, aksi ini berlanjut lagi Jumat (5/6/2020) malam dan saat itu mendapatkan informasi pelaku diamankan ke Polres Tabalong. Kemudian, Selasa (9/6/2020), korban dan beberapa warga datang ke Mapolres Tabalong untuk memastikan kejelasan bagaimana kelanjutan proses terhadap pelaku. Terkait hal ini, Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori, yang ditemui, Selasa (9/6/2020), membenarkan adanya masyarakat melakukan tangkap tangan terhadap orang yang diduga melakukan pencurian jahe di kebun warga dan diserahkan ke Polsek Jaro. “Kami penyidik Polri dalam hal ini Polres Tabalong cq dari pada Polsek Jaro bukan tidak menangani, kami melakukan penanganan,” ucap kapolres. Wujud penanganan yang dilakukan, karena nilai kerugian kurang Rp 2,5 juta maka proses yang akan dikenakan berupa tindak pidana ringan (tipiring) dan diduga pelaku tidak bisa dilakukan penahanan. Sedangkan diduga pelaku bukan dilepas, namun dibawa dari Polsek Jaro ke Polres Tabalong. Tidak untuk ditahan, tapi pengamanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara terkait benda yang menurut warga diduga senjata api, kapolres menegaskan juga sudah ditindaklanjuti dengan memeriksakannya ke ahli dalam hal ini Brimob Polda. Apabila sudah ada kepastian terkait benda yang diduga senpi itu maka imbuhnya, proses bisa dilakukan, selain yang sudah dijalankan terhadap dugaan kasus pencuriannya. “Pada prinsipnya pencurian itu tetap ditangani, sampai saat ini saya katakan itu adalah tipiring. Masalah senpi masih berjalan, persoalan beda itu,” tegasnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 37
  • Page views today : 43
  • Total visitors : 504,074
  • Total page view: 1,081,678