Connect with us
Update Now

Headline

Kalideskop 2020 Bagian 4: Nakes Berguguran di Garda Terdepan Melawan Covid-19

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 456,342 kali

Pemakaman korban Covid-19 dilakukan malam hari dan tak boleh di hadiri keluarga korban (dok, prokal.co)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI –  Berbagai permasalahan di hulu ini berpengaruh secara langsung pada penanganan pandemi di hilir (rumah sakit).

Misalnya, antara lonjakan kasus Covid-19 dengan keterisian tempat tidur di rumah sakit. Pasien Covid-19 yang lambat ditemukan karena penelusuran kontak yang minim, berpotensi membuat pasien tersebut menjadi bergejala berat dan harus dirawat di RS.

Jika kondisi demikian terjadi terus-menerus, ketahanan rumah sakit sebagai benteng terakhir penanganan pandemi berada di ujung tanduk. Penuhnya rumah sakit dengan pasien Covid-19, ditambah tenaga medis yang kelelahan menangani pasien, menjadi konsekuensi langsung dari upaya pencarian kasus positif di hulu yang tidak maksimal.

Hal ini pula yang menyebabkan tenaga medis terus berguguran, karena mereka yang rentan tertular Covid-19 juga harus berjibaku dengan ketersediaan APD minim, jam kerja panjang, dan beban kerja yang berat. Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat hingga 15 Desember 2020, ada 202 kasus kematian dokter terpapar Covid-19 di negara ini.

Dari angka kematian itu, IDI merinci 101 dokter meninggal dalam rentang enam bulan, yakni Maret hingga Agustus. Sementara 101 dokter lainnya meninggal dalam kurun empat bulan, mulai September hingga 15 Desember.

Hampir genap sembilan bulan berlalu pandemi Covid-19 sejak pasien pertama di Indonesia, akumulasi Covid-19 menembus setengah juta kasus pada 23 November lalu. saat itu akumulasi positif Covid-19 di Indonesia adalah 502.110 kasus.

Angka penularan Covid-19 di Indonesia ini pun diprediksi para pakar belum mencapai puncak gelombang pertama. Hingga data pada 16 Desember, akumulasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 636.154 kasus, di mana sebanyak 521.984 di antaranya sembuh dan 19.248 orang meninggal.

Data terbaru pada 22 Desember, total kasus positif bertambah  6.848 kasus sehingga akumulasi yang terpapar virus corona mencapai 671.778 orang sejak kasus pertama diumumkan awal Maret 2020. Tercatat sebanyak 546.884 di antaranya dinyatakan sembuh dan 20.085 orang lainnya meninggal dunia.

Sumber: CNN Indonesia.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 147 kali