Connect with us
Update Now

Headline

Kalideskop 2020 Bagian 1: Blunder Menteri Jokowi Terhadap Corona di Awal Tahun

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 438,229 kali

Menhub Karya Budi sempat guyon rakyat RI kebal korona karena nasi kucing, tak lama malah dia positif korona (dok, ekbis)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI – Hampir 10 bulan Indonesia dihantam pandemi virus corona (Covid-19). Sejak pasien pertama positif virus corona diungkap pemerintah, 2 Maret lalu, jumlah kasus positif sampai hari ini terus melonjak tanpa ada tanda-tanda menurun.

Jejak hitam wabah Covid-19 di Indonesia bermula dari penyanggahan disertai candaan para pejabat publik. Sebut saja, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Pada 11 Februari, ketika sejumlah peneliti asing menengarai wabah Covid telah muncul di Indonesia, Terawan dengan jemawa membantahnya sambil menantang para peneliti itu untuk datang ke Indonesia.

“Ya, Harvard suruh ke sini. Saya suruh buka pintunya untuk melihat. Tidak ada barang yang ditutupi,” ujar Terawan. Per hari ini, Selasa (22/12), jabatan Terawan sebagai Menkes digantikan oleh Budi Gunadi.

Sesumbar Terawan diikuti menteri-menteri lain. Menko Polhukam Mahfud MD mengutip kelakar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa corona tak bisa masuk Indonesia karena perizinannya berbelit-belit pada 15 Februari.

Kemudian Menko Marves Luhut B Panjaitan, pada 10 Februari, berseloroh corona sudah lama pergi. Selorohannya merujuk pada mobil sedan tipe corona yang tak diproduksi lagi. Selain itu ada pula Menhub Budi Karya Sumadi yang pada 17 Februari berguyon bahwa Covid-19 tak masuk ke Indonesia karena setiap hari orang-orang di sini makan nasi kucing sehingga kebal. Sikap menyanggah atau menyepelekan yang dipertontonkan jajaran pemerintah ini kemudian banyak dikritik banyak pihak, terutama ahli kesehatan.

Kekinian, dokter spesialis penyakit dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, bantahan terhadap penyakit atau wabah bukan terjadi pertama kali terjadi di Indonesia.

Mengenang temuan kasus AIDS pertama di Indonesia, pada 1980-an, Zubairi Djoerban menyebut bantahan-bantahan serupa juga dilontarkan pemerintah kala itu

“Ketika saya temukan kasus pertama AIDS (1983), Pemerintah saat itu menyangkal. Mereka bilang, orang Indonesia mustahil kena AIDS karena kita negara berbudaya dan agamis. Padahal tak ada hubungannya dengan itu. Situasinya mirip kala Covid-19 masuk sini. Mereka juga menyanggah,” kata Zubairi lewat akun Twitter miliknya pada 1 Desember 2020.

Sumber: CNN Indonesia.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 269 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA