Connect with us
Update Now

Lensa

Kalau Umroh Untuk Pamer Maka Pahalanya Lenyap, Kalau Masih Banyak Fakir Miskin, Maka Bersedekah Lebih Besar Pahalanya Daripada Umroh

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 465,762 kali

Pahala bersedekah ke fakir miskin ternyata lebih besar daripada ber umrah berkali-kali (dok, islamidia.com)

Lensa – Anda yang pernah beribadah Umrah atau Haji, lalu saat melaksanakan Ibadah langsung selfe dan pamer di medsos, kemudian hati berbunga-bunga mendapatkan like ataupun komen. Maka sejak saat itulah pahala anda akan lenyap dan tak ada gunanya lagi. yang ada hanyalah badan cape, duit habis dan yang parah malah bertambah dosa kita, sebab Allah SWT sangat benci umatNya yang suka pamer atau riya. Batas waktu panjang dan tawaran harga bervariasi membuat seorang Muslim bisa melakukan umrah berkali-kali. Hal ini menjadi pembeda antara umrah dan haji. Dalam masalah waktu, sangat memungkinkan umrah dilakukan berkali-kali bagi orang yang mampu secara finansial. Dalam kehidupan sosial timbul pertanyaan mana yang lebih utama umrah berulang kali atau bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim? Syekh Ali Jum’a yang pernah menjadi Mufti Mesir mengatakan, jika perjalanan umrah yang keberapa kalinya bukan niat untuk memperbaiki ibadah dan menjadikannya lebih taat, apalagi umrah untuk pamer, maka sedekah lebih utama daripada umrah.

Pamer saat Ibadah Umroh atau Haji, bikin pahala lenyap, karena Allah SWT benci umatNya yang suka riya (dok, CNN Indonesia)

“Dan terkadang orang berangkat umrah untuk pamer atau riya’, maka dalam kondisi ini berinfak kepada fakir miski anak yatim lebih utama,” kata Syekh Ali Jum’a seperti dikutip dalam buku tanya Jawab Umrah. Ustaz Hasbullah dalam bukunya Tanya Jawab Umrah mengatakan, umrah dan bersedekah kepada fakir miskin merupakan kebaikan yang sangat dianjurkan. Maka jika keduanya bisa dilakukan secara bersamaan maka itu lebih baik. “Namun jika hanya mampu salah satunya, maka mendahulukan mana yang lebih prioritas,” katanya. Mengenai masalah prioritas, menurutnya terkadang berbeda antara satu keadaan dengan keadaan lainnya. Dan tentu setiap pribadai memahami keadannya masing-masing. “Tapi apabila kondisi fakir miskin mendesak kebutuhannya, berkaitan dengan hajat darurat maka membantu fakir miskin lebih utama daripada umrah berulang kali. Hal ini berlandaskan pada konsep fikih prioritaa. Wallahu taalaa’lam,” katanya. Pendapat Hasbullah terkait lebih utama bersedekah kepada fakir miskin atau anak yatim deripada melakukan umrah yang beberapa kali, juga dijelaskan dalam hadis Nabi. “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang,” (HR.Bukhari dan Muslim).
Sumber: swarnanews.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 157 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.