Connect with us
Update Now

Dunia

Kalah Pilpres, Berbagai Pihak Khawatir Donald Trump ‘Mulutnya Lemes’ Bongkar Rahasia Militer Amerika

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 254,101 kali

Presiden Donald Trump saat berpidato di Markas Besar Pentagon, pusat kekuatan militer AS (dok, detik.com)

BeBASbaru.com, DUNIA-WASHINGTON DC – Kekhawatiran yang cukup beralasan, karena Presiden Donald Trump merasa sejak dia jadi Presiden AS Tahun 2016 silam, banyak pihak di pemerintahan AS yang tak suka dengannya.

Sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sudah beberapa kali membocorkan informasi rahasia untuk menyerang musuh-musuhnya, meraih keuntungan politik, dan menekan pemerintahan negara lain. Perbuatan Trump ini sebetulnya membahayakan kemampuan intelijen AS. Sebagai mantan presiden, ada banyak alasan yang bisa membuat Trump kembali mengungkap rahasia negara dan itu bisa mengancam keamanan nasional sekaligus menjadi dilema bagi pemerintahan Joe Biden nanti. Begitulah yang ditakutkan sejumlah pejabat dan para pengamat di AS saat ini.

Semua presiden yang sudah keluar dari Gedung Putih membawa rahasia negara di dalam kepala mereka, termasuk prosedur untuk meluncurkan senjata nuklir, mengumpulkan informasi dari intelijen–termasuk aset terselubung di pemerintahan negara lain–serta perkembangan teranyar sistem persenjataan canggih.

Dikutip dari laman the Washington Post pekan lalu, tidak ada presiden baru yang begitu khawatir terhadap orang yang digantikannya akan membeberkan rahasia negara ketimbang presiden terpilih Joe Biden saat ini. Demikian dikatakan sejumlah pejabat AS. Tidak hanya Trump memang punya catatan pernah mengungkapkan rahasia negara, tapi juga karena dia sedang marah kepada pemerintahan AS, terutama terhadap apa yang dia sebut sebagai “deep state” atau “persekongkolan” yang dia yakini ingin menghalangi dia dari menang pemilu 2016 dan membuat dia kalah pada pemilu tahun ini.

“Siapa pun yang sedang dalam kondisi kesal, tidak puas, marah, punya risiko akan membeberkan informasi rahasia, baik ketika dia masih menjabat atau ketika sudah lengser. Trump jelas masuk kategori ini,” kata Davis Priess, mantan pejabat CIA dan penulis buku “The President’s Book of Secrets,” berisi berbagai informasi dari intelijen yang disampaikan kepada presiden dan stafnya. Pihak Gedung Putih tidak merespons permintaan tanggapan soal ini.

Sebagai presiden, Trump punya akses kepada berbagai informasi rahasia di pemerintahan dan punya kewenangan untuk mengungkapkannya dan menyebarkannya atas alasan apa pun. Setelah dia lengser, dia masih punya akses kepada informasi rahasia di masa pemerintahannya. Namun hak sah untuk membeberkan rahasia itu lenyap ketika Biden sudah diambil sumpahnya sebagai presiden baru pada Januari nanti.

Meski begitu sejumlah ahli mengetahui, Trump dilaporkan kerap tidak begitu menyimak apa yang disampaikan intelijen ketika mereka memberikan laporan dan dia tidak benar-benar paham bagaimana cara kerja aparat keamanan negara. Ketidakpedulian dia menjadi faktor yang bisa mengurangi risiko.

“Dengan berbagai informasi yang dia ketahui dan karakter dia yang demikian, kurang disiplin, itu bisa jadi bahaya. Tapi masih untungnya adalah, dia sering tidak begitu menyimak,” kata Jack Goldsmith yang pernah bertugas di Departemen Kehakiman di masa pemerintahan Presiden George W Bush dan rekan penulis buku “After Trump: Reconstructing the Presidency.”

“Dia mungkin tidak begitu tahu banyak tentang detil-detil informasi, tapi dia paling tidak tahu sedikit,” kata pensiunan jenderal Peter B Zwack, mantan intelijen militer dan atase pertahanan AS di Rusia pada 2012-2014.

Kerusakan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Irak Dilihat Dari Satelit |  Teras Jabar

Salah satu pangkalan militer AS di Irak, kalau mulut Donald Trump ‘lemes’ maka akan sangat membahayakan bagi kekuatan militer AS di luar negeri (dok, teras jabar)

Bisa dimanfaatkan oleh musuh AS

Kemungkinannya memang kecil Trump tahu detil soal intelijen, seperti nama agen rahasia atau di mana mereka memasang alat pemantau. Tapi dia kemungkinan besar tahu tentang bagaimana informasi itu diperoleh dan itu bisa dimanfaatkan pihak musuh.

“Trump bisa mengakses dan menyerap kemampuan yang dimiliki intelijen,” kata John Fitzpatrick, mantan intelijen dan ahli sistem keamanan untuk melindungi informasi rahasia. Informasi yang kemungkinan diketahui Trump, kata Fitzpatrick, termasuk tentang kemampuan khusus militer, rincian tentang senjata siber dan mata-mata, satelit yang dipakai AS dan sejumlah operasi rahasia.

Dengan sesumbar soal kemampuan intelijen, Trump bisa membuat agen rahasia AS berada dalam bahaya. Dan dia sudah pernah melakukan kecerobohan itu ketika mencoba mengancam musuhnya. Pada Agustus 2019, dia mencuitkan detil foto udara dari sebuah pangkalan rudal Iran. Foto semacam itu termasuk materi yang sangat dijaga kerahasiaannya oleh para intelijen sebab foto semacam itu bisa mengungkap kemampuan teknis intelijen AS.

Dengan foto itu pula para peretas dan jago Internet bisa mengetahui satelit mana yang digunakan untuk memotret pangkalan rudal Iran itu dan lokasi orbitnya.

Para ahli khawatir kesombongan Trump dengan mengumbar informasi itu bisa membuat dia mengungkap informasi rahasia kepada musuh-musuh Amerika. Seorang pejabat AS bahkan membayangkan apa jadinya jika Trump bercuap soal kehebatan teknologi pesawat Air Force One atau di mana saja lokasi militer AS menempatkan pesawat nirawak (drone).

Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber yang di olah

Berita ini sudah dilihat 24,477 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 115
  • Page views today : 150
  • Total visitors : 547,590
  • Total page view: 1,133,017