Connect with us
Update Now

Headline

Jokowi Disebut Ingin FPI Bubar dan Rizieq Shihab Tersangka

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 420,650 kali

Jokowi di duga ingin FPI dibubarkan dan HRS harus mendekam di penjara (dok, pikiran rakyat.com)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI – Dua berita menjadi perhatian masyarakat sepanjang awal pekan, Senin, 10 Januari 2020. Berita pertama membahas soal pembubaran Front Pembela Islam atau FPI dan dugaan keinginan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membubarkan organisasi itu.

Sedangkan berita kedua membahas tentang penetapan pentolan FPI, Rizieq Shihab, sebagai tersangka dalam perkara Rumah Sakit Ummi Bogor. Berikut ini dua berita terpopuler kanal nasional Tempo. Pemerintah resmi melarang seluruh aktivitas Front Pembela Islam (FPI). Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyampaikan alasannya FPI tak punya kekuatan hukum sebagai organisasi karena telah bubar sejak 21 Juni 2019.

Selama tak ada kekuatan hukum itu, FPI tetap melakukan kegiatan dan ada yang melanggar hukum. “Tak ada legal standing. Kalau ada yang mengatasnamakan FPI, itu tidak ada dan harus ditolak,” ujar Mahfud. Keputusan melarang FPI tertuang dalam Surat Keputusan Bersama atau SKB 6 Menteri dan Kepala Lembaga. Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut menyetujui pembubaran organisasi tersebut.

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 9 Januari 2021, sejumlah pejabat pemerintah yang mengetahui proses keluarnya SKB mengatakan pelarangan FPI merupakan keinginan Presiden Jokowi. Terutama setelah pentolan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab-menghabiskan waktu 3,5 tahun di Arab Saudi-dijemput puluhan ribu pendukungnya di bandar udara. Beberapa acara yang digelar atau dihadiri Rizieq, baik di markas FPI di Petamburan, Jakarta, maupun Megamendung, Bogor, turut menimbulkan kerumunan. Polisi Tetapkan Rizieq Shihab dan Dirut RS Ummi Jadi Tersangka

Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam perkara Rumah Sakit Ummi Bogor. “Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu Rizieq Shihab, Andi Tatat (Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Bogor), dan Hanif Alatas (pihak keluarga Rizieq Shihab),” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian saat dikonfirmasi pada Senin, 11 Januari 2021.

Andi mengatakan, ketiganya sudah dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada pekan ini. “Minggu ini rencananya,” kata dia. Direksi RS Ummi, Bogor, Jawa Barat dilaporkan ke Kepolisian Resor Bogor Kota atas dugaan menghalang-halangi kerja Satuan Tugas Covid-19 untuk memeriksa Rizieq Shihab. Pada laporan yang dimasukan, Dirut RS Ummi dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984.

Sumber: tempo.co dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 478 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup