Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Selatan

Jengki Asal Loksado Dipasok ke Pulau Jawa, Sekali Kirim Tujuh Ton

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 424,529 kali

Petani sedang panen buah jengkol (dok, youtube)

BệBASbaru.com, HULU SUNGAI SELATAN – MAsyarakat Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), kini sedang panen buah jengkol. Pantauan banjarmasinpost.co.id pekan lalu, di Desa Loklahung ramai aktivitas transaksi jual beli ratusan karung jengkol.

Warga yang memiliki kebun jengkol, menjualnya ke pedagang pengumpul dengan harga Rp 22.000 per kilogram. Selanjutnya, pedagang pengumpul menggunakan jasa angkutan truk, mengangkutnya ke Banjarmasin, untuk dikirim ke pulau Jawa melalui pelabuhan Trisaksi Banjarmasin.

Bisa pula lebih dari dua hari, tergantung pasokan dari pemilik kebun. “Yang jelas minimal tujuh ton, baru dikirim. Kurang dari itu, rugi biaya angkut,”kata Yudi, pedagang pengumpul. Yudi adalah pedagang pengumpul jengkol terbesar di Loksado. Untuk sekali kirim itu, dia membutuhkan moal Rp 154 juta. Belum termasuk biaya angkut.

Diapun mengaku sudah bertahun-tahun menggeluti jual beli jengkol tersebut dan bermitra dengan pembeli dari pulau Jawa. Namun, panen jengkol, juga ada musimnya sehingga usaha itu hanya dilakukan saat musim panen besar seperti sekarang.

Menurut Yudi, tak semua jengkol dari Loksado dikirim ke Pulau JAwa. Adapula yang dipasarkan ke wilayah Kalsel, oleh pedagang pengumpul lainnya. Disebutkan, hampir seluruh desa di Loksado penghasil buah jengkol. Namun, terbanyak di Desa Kamawakan, Loklahung, serta Haratai atau wilayah bagian atas pegunungan Meratus. Selain jengkol, Loksado juga penghasil kemiri, kayu manis dan karet serta bambu.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Diangkut Truk, Jengkol Loksado Dipasok ke Pulau Jawa, Sekali Kirim Tujuh Ton)

Berita ini sudah dilihat 65 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA