Connect with us
Update Now

Headline

Jatim Juara Kasus Korona Nasional Bagian 2 : Surabaya diprediksi Bisa Jadi ‘Wuhan II’  

Diterbitkan

pada

Surabaya akan lakukan karantina wilayah, agar Covid-19 tak semakin masif (dok, tirto.ID)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Banyak pihak kini yang sangat khawatir dengan kondisi Jatim, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, mengatakan pihaknya menemukan dua klaster penularan corona di Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza Surabaya. Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya menampik bahwa Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza merupakan klaster penularan Covid-19. Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, beralasan pasien positif yang telah ditemukan di mal itu tidak tertular di tempat tersebut. “Pakuwon Mall, saya tidak masukan di dalam klaster, TP (Tunjungan Plaza) malah enggak. [Karena] klaster itu pengelompokan berdasarkan sumber penularan, yang dilihat dari hasil kita survei ke lapangan,” kata Feny, sapaan akrabnya, Selasa (12/5).

Surabaya Bisa Jadi Wuhan

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengkhawatirkan kondisi penularan corona di wilayah Surabaya Raya. Surabaya bahkan disebut berpotensi menjadi Kota Wuhan, China, tempat pertama kali corona ditemukan dan mewabah. Pasalnya sebesar 65 persen pasien Covid-19 di Jatim, disumbang oleh tiga daerah yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. “65 persen Covid-19 ada di Surabaya Raya, ini tidak main-main kalau kita tidak hati-hati maka Surabaya bisa jadi Wuhan,” kata Joni, di Surabaya, Rabu (27/5). Namun, M. Fikser menyampaikan saat ini Pemkot Surabaya tengah berjuang keras untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Padahal saat itu Surabaya mendominasi angka corona di Jatim. “Tentunya itu mempengaruhi hasil. Ya, kita berusaha untuk tidak terjadi seperti di Wuhan. Siapa yang menginginkan itu. Saya yakin yang menyampaikan juga tidak menginginkan seperti itu,” kata Fikser.

Penelantaran Pasien

Direktur Utama RSUD dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa rumah sakitnya mendadak kedatangan rujukan 35 pasien Covid-19 dalam waktu semalam. Ia menyebutkan bahwa tim command center 112 Pemkot Surabaya sengaja menelantarkan pasien itu di rumah sakitnya “Jadi tadi tadi malam yang terjadi di Soetomo, terjadi kedatangan pasien covid yang cukup banyak, sampai pagi masih tersisa 35 pasien di IGD,” kata Joni, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/5). Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser pun membantah tudingan itu. Ia menyebut, dari data yang terekam di 112 per tanggal 16 – 17 Mei 2020, ada 180 laporan yang diterima. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya merupakan laporan kecelakaan. “Kami bantah itu terkait pernyataan bahwa pemkot abaikan 35 pasien Covid-19. Dari 180 laporan yang diterima, 13 di antaranya adalah kecelakaan. Dari 13 orang itu, hanya 5 orang yang diantar ke RSUD dr Soetomo,” kata Fikser.

Sumber: cnn Indonesia.com dan berbagai sumber

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 35
  • Page views today : 41
  • Total visitors : 504,072
  • Total page view: 1,081,676