Connect with us
Update Now

Headline

Jatim Juara Kasus Korona Nasional Bagian 1 : Gubernur Salahkan Klaster Sampoerna Hingga Gaya ‘Lebay’ Sujud Walkot Surabaya  

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 123,261 kali

Kelakuan Walkot Surabaya Tri Rismaharini menangis sambil bersujud bikin geger (dok, detiknews.com)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Tinggi penyebaran positif korona di Propinsi Jawa Timur mengalahkan DKI Jakarta dan propinsi lain di Indonesia, membuat Jatim kini menjadi provinsi dengan angka kasus positif corona (Covid-19) tertinggi di Indonesia. Pada Senin (29/6), Jatim mencatatkan tambahan kasus sehingga jumlahnya mencapai 11.805. Angka itu melampaui kasus corona di DKI Jakarta yaitu 11.237 orang. Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi menyebut angka corona tertinggi menjadikan Jatim sebagai Juara Nasional. “Ini juara nasional,” kata Joni kemarin. Di tengah upaya penanganan virus corona di Jatim, sejumlah drama kepala daerah selama ini justru mengemuka di hadapan publik. Berikut ini catatan kisah yang melibatkan emosi kepala daerah di Jatim.

Klaster Sampoerna

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai Pemkot Surabaya lamban dalam penanganan klaster Covid-19 di pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk. Akibatnya, penularan pun meluas. “Ini [Pemkot Surabaya] agak terlambat responsnya. Karena pada 14 April (Sampoerna) sudah dilaporkan ke Dinkes Surabaya. Mungkin tidak detail laporannya, jadi tidak langsung ditindaklanjuti,” kata Khofifah, Sabtu (2/5). Merespons hal itu, Pemerintah Kota Surabaya membantah ada keterlambatan informasi maupun penanganan Covid-19 yang terjadi di lingkungan karyawan pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk di Rungkut, Kota Pahlawan, Jawa Timur. “Pemerintah kota tidak pernah terlambat. Ibu gubernur (Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa) tidak benar,” kata Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser. Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa berharap pemerintah pusat membantu penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di wilayahnya, khususnya Surabaya Raya.Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menilai Pemkot Surabaya lamban menangani klaster pabrik Sampoerna.

Pasien Luar Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini keberatan atas banyaknya pasien positif virus corona (Covid-19) dari luar daerah yang dirawat di kotanya. Akibatnya, warga Surabaya sendiri tak kebagian ruang perawatan rumah sakit di Kota Pahlawan. “Masa di kota sendiri [Surabaya], kita enggak dapat tempat perawatan. Contohnya, di RS Soewandhie dipenuhi pasien dari luar kota, semuanya dirujuk ke Surabaya. Sementara, pasien asal Surabaya malah tidak dapat tempat,” kata Risma dengan nada tinggi, Senin (11/5). Risma mengatakan berdasarkan data yang dia peroleh, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Surabaya, sebanyak 50 persen di antaranya merupakan warga luar Surabaya. Merespons keluhan Risma, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim, dr Joni Wahyuhadi, mengatakan bahwa etika kedokteran melarang rumah sakit atau dokter membeda-bedakan pasien berdasarkan suku, ras, agama dan kedaerahan. Joni yang juga Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Surabaya, ini mengatakan di rumah sakit yang ia pimpin, 95 persen dari keseluruhan pasiennya merupakan warga Surabaya. “Pengalaman kami di Soetomo, 95 persen [pasien yang dirawat] itu ya orang Surabaya, saya tidak tahu di rumah sakit lain, apakah memang banyak rujuakan dari luar, perlu diupdate datanya itu, karena di Soetomo tidak berbicara seperti itu,” kata dia.

Sumber: cnn Indonesia.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 87 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 149
  • Page views today : 179
  • Total visitors : 531,736
  • Total page view: 1,115,534