Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Utara

Jamban Di ‘Jungkang’ Warga Tak Boleh Lagi Nabung Di Sungai

Diterbitkan

pada

Jamban yang ada di lanting di hancurkan, karena tak sehat (dok, info publik)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI UTARA– Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dialiri oleh tiga sungai besar yaitu sungai Balangan, Sungai Tabalong dan Sungai Negara. Dan tak heran jika banyak anak sungai yag melintas di banyak desa. Dulu sekali sungai menjadi jalur transportasi menggunakan alat transportasi sungai seperti kapal. Dan banyak sekali aktifitas yang dilakukan di sungai, dan beberapa kebiasaan tersebut masih ada hingga saat ini. Seperti mandi dan buang air di sungai, Pemerintah memiliki program untuk pengentasan buang air besar di sungai. Melalui Program Open Defecation Free (ODF) yaitu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Untuk mewujudkannya salahsatu yang dilakukan adalah berupaya merubah perilaku masyarakat untuk sadar akan dampak yang ditimbulkan dengan buang air di sungai. Untuk di wilayah perkotaan sudah sangat jarang ditemukan adanya jamban apung yang ada di sungai. Namun untuk beberapa desa yang asih berada dipelosok masih bisa dengan mudah ditemukan. Terlebih untuk di daerah rawa yang emerlukan biaya cukup mahal jika ingin membuat toilet dengan membuat septic tank di daerah rawa. Seperti yang diungkapkan Asih salahsatu warga Kecamatan Amuntai Selatan yang mengaku memang masih ada warga yang menggunakan jamban sungai dan mandi di sungai. Terlebih untuk orang tua yang memang sejak dulu melakukan kedua hajat itu disungai, letak rumah yang tak jauh dari sungai menyebabkan masih banyak warga yang menggunakan jamban dan tempat mandi di sungai tersebut. “Kalau mencuci memang masih banyak, karena mudah mencuci di sungai apalagi jika mencuci barang yang besar dan memerlukan banyak air, namun kami untuk minum dan memasak sudah menggunakan air PDAM,” ungkapnya. Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Dinas Kesehatan terus berupaya untuk mengentaskan Kabupaten Tabalong dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Berbagai upaya dilakukan baik dari meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak buang air besar di sungai hingga membantu dalam hal infrastruktur. Saat ini Kabupaten HSU tengah berupaya untuk mendapat ODF dan tentu bukan pekerjaan mudah terlebih bagi warga yang sudah melakukan aktifitas tersebut sejak lama, namun Dinas Kesehatan HSU terus berupaya. Terwujudnya Tabalong ODF adalah hal yang memerlukan komitmen dari seluruh pihak, dari lingkungan terkecil seperti keluarga, RT, desa atau kelurahan hingga kecamatan. Seluruhnya saling membantu dan berupaya untuk ODF. Plt Kepala Dinas Kesehatan HSU dr Agus Fidliansyah mengatakan prosedur dan syarat yang diperlukan untuk mendapatkan kategori ODF terus dilakukan. Meskipun diakuinya masih banyak desa yang masih belum ODF. “Saat ini terdapat 52 desa sudah ODF dari 219 desa dan kelurahan, masih banyak sekali desa yang perlu untuk ODF,” ujarnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 116
  • Page views today : 136
  • Total visitors : 505,008
  • Total page view: 1,082,797