Connect with us
Update Now

Dunia

Jadikan Covid-19 Musuh Bersama, Negeri Vietnam Mampu Kendalikan Korona

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 119,228 kali

Disiplin warga Vietnam luar biasa, antre tes covid-19 pun patuh dan sabar (dok,liputan6)

BêBASbaru.com, HANOI – SETENGAH tahun sudah, dunia berpacu melawan pandemi Covid-19, namun tanda-tanda kemenangan dengan terkendalinya pandemi ini di seluruh dunia masih belum nampak jelas. Penambahan kasus penularan masih terus terlaporkan di berbagai belahan bumi, yang sebentar lagi akan menyentuh angka 12 juta kasus dengan total korban meninggal lebih dari 500 ribu jiwa. Miliaran dollar telah digelontorkan untuk melawan musuh biologis manusia abad 21 ini, ditambah dengan kerugian ekonomi dan sosial yang jauh lebih besar. Virus yang merupakan varian dari virus corona yang menjadi penyebab wabah SARS pada tahun 2003 ini, telah menjadi musuh senyap dengan pergerakan yang super cepat. Dengan gejala infeksi yang sangat beragam dari mulai tanpa gejala hingga gejala berat yang mematikan, menyebabkan respons masyarakat terhadap ancaman Covid-19 sangatlah beragam. Banyak orang menanggapi dengan sangat serius dan merupakan ancaman yang dekat dan nyata, namun tidak sedikit juga yang menanggapi sebagai hal biasa dan tidak cukup serius. Paling tidak dalam enam bulan ini, banyak fakta telah mengajarkan kita bahwa respons yang serius memberikan penyelesaian masalah secara lebih cepat dan kerugian yang minimum, namun respons yang biasa atau setengah serius menyebabkan permasalahan semakin berat dan menimbulkan total kerugian yang jauh lebih besar. Cina, Taiwan, Korea Selatan, dan Vietnam menjadi contoh negara yang dipandang sangat serius menanggapi ancaman virus korona ini. Terbukti, perkembangan kasus dapat ditekan dengan relatif cepat dengan rasio korban jiwa yang relatif kecil. Amerika Serikat, Brazil, dan India, dapat dijadikan contoh sebagai negara yang ‘masih kurang serius’ dalam upaya menanggapi ancaman, terlihat dari perkembangan kasus di negara-negara tersebut yang terlihat sangat liar. Total kasus di Amerika Serikat telah mencapai lebih dari 3 juta dengan tren kasus yang terus meningkat. Covid-19 telah merenggut lebih 133 ribu jiwa warga Paman Sam. Melihat perkembangan kasus harian Covid-19 di Indonesia, lebih khusus lagi di Kalimantan Selatan, ternyata memperlihatkan tren yang tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Amerika Serikat, walaupun tidak sebanding dari sisi total jumlah kasus. Sama-sama terkonfirmasi di pertengahan Maret, tren perkembangan kasus harian hingga bulan Juli ini masih terus menujukkan adanya peningkatan. Dengan seluruh perbedaan yang sangat mencolok, terutama kondisi iklim dan struktur ekonominya, ternyata tidak cukup membedakan dalam pengendalian Covid-19. Kesuksesan pengendalian Covid-19 bukan tergantung pada posisi geografis, iklim, ataupun kelimpahan kekayaan sumber daya negara, namun sangat tergantung pada keseriusan dari pemerintah dan masyarakatnya.

Pelajarnya pun sadar bahaya Covid-19 (dok, tribunnews)

Strategi Vietnam

Telah banyak studi dan alternatif pemecahan masalah yang dilakukan dan disampaikan para ahli, namun tidak akan berbuah apapun jika hanya menjadi kajian dan pembicaraan tanpa adanya program aksi yang serius dan terarah dari seluruh elemen yang bersentuhan langsung dengan sisi kehidupan masyarakat. Kita dapat belajar banyak dari kesuksesan beberapa negara yang mampu meredam Covid-19. Mungkin kita masih kesulitan dengan apa yang dilakukan oleh China, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura yang memang memiliki sumber daya keuangan, fasilitas, dan teknologi yang berlimpah. Namun, kesuksesan negara Vietnam sepertinya banyak hal yang dapat kita tiru. Vietnam dapat dikatakan sebagai negara dengan sumber daya yang terbatas namun sukses besar dalam mengendalikan wabah Covid-19, meskipun secara geografis posisinya berbatasan langsung dengan daratan maupun peraian China. Dengan total populasi mendekati 100 juta (di mana hampir 40 persen warganya memiliki nama marga Nguyen), hingga saat ini catatan Covid-19 di Vietnam tidak lebih dari 400 kasus dengan nol kematian. Kunci utama yang dilakukan Vietnam adalah keseriusan. Di saat negara lain menganggap SARS-CoV-2 tidak akan menghinggapi negarinya dan masyarakatnya akan kebal, Vietnam telah melakuan langkap preventif dengan sangat serius. Apa yang dilakukan ketika kasus pertama dikonfirmasi di Wuhan, Cina adalah dengan segera membentuk Komite Nasional Pencegahan Wabah, di mana itu adalah hari ini yang sama di mana WHO baru mengumumkan adanya darurat kesehatan internasional, jauh hari sebelum adanya deklarasi nama resmi Covid-19 pada tanggal 11 Februari. Misi utama pemerintah Vietnam di awal pandemi adalah bagaimana menurunkan kurva peningkatan kasus. Sebelum WHO mengumumkan secara resmi adanya pandemi Covid-19 pada 11 Maret, mereka telah meluncurkan aplikasi ponsel untuk membantu masyarakat melaporkan kondisi kesehatan serta untuk menindaklanjuti proses pelacakan. Strategi berikutnya adalah melakukan lockdown dengan pengawasan ketat secara lokal pada wilayah setingkat kecamatan atau pada skala yang lebih kecil seperti kampung-kampung yang terkonfirmasi adanya kasus positif. Pada wilayah-wilayah itu juga ditingkatkan fasilitas kesehatan untuk test dan perawatan. Penutupan sekolah juga dilakukan bahkan sejak awal bulan Februari. Strategi lainnya adalah bagaimana pemerintah Vietnam menggelorakan sebuah gerakan nasional. Pemerintah berusaha memposisikan ancaman Covid-19 ini sebagai musuh bersama negara dan meminta masyarakat bersatu untuk bersama memeranginya. Kita ketahui bersama, Vietnam memiliki sejarah panjang seperti Indonesia dalam perlawanan rakyat terhadap musuh asing. Pemerintah juga berusaha untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam perjuangan ini dengan terus memberikan informasi yang transparan dan cepat melalui laman internet dan aplikasi ponsel. Media ini berperan juga dalam menangkal hoaks dan informasi yang tidak benar. Seluruh media massa juga bersatu untuk menumbuhkan kewasapadaan masyarakat dengan menyiarkan kasus perkembangan Covid-19 di negara lain yang dampaknya luar biasa, seperti di Cina, Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Usaha ini ternyata juga efektif dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat ke pemerintah. Memang waktu tidak dapat diputar kembali. Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dapat dikatakan sebagai sesuatu yang kronis dan menuntut adanya kerugian yang semakin besar. Namun demikian segala upaya harus tetap dilakukan tanpa mengenal kata menyerah. Tidak salah untuk belajar dari contoh yang berhasil dengan kondisi yang dinilai cukup sepadan. Apapun itu strateginya, kunci utama adalah keseriusan dari seluruh aspek pemerintah dan masyarakat. Tantangan saat ini adalah bagaimana pemerintah menggelorakan kembali perhatian masyarakat dalam tetap melawan Covid-19 dalam sebuah gerakan bersama baik secara nasional maupun regional yang efektif, karena musuh ini masih ada, nyata, dan terus menggerogoti. Ada elemen masyarakat tertentu yang sangat-sangat terdampak dan terancam baik dari sisi kesehatan, ekonomi, sosial, maupun psikologis yang ini harus segera diselamatkan bersama. (*)

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Belajar dari Vietnam Mengendalikan Covid-19)

Berita ini sudah dilihat 78 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 108
  • Page views today : 112
  • Total visitors : 531,280
  • Total page view: 1,115,015