Connect with us
Update Now

Uncategorized

Jadi Pejabat Jaman Now Wajib Loyal, Royal, dan Totalitas

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 234,470 kali

Post – Jadi pejabat di era sekarang bak buah simalakama, tak loyal dan patuh dengan atasan yang juga kepala daerah, maka jabatan bisa melayang. Patuh dan loyal, konsekwensinya wajib kasih fee ke si bos. Contohnya, Zumi Zola ketika menjabat Gubernur Provinsi Jambi kerap memberikan pesan khusus kepada orang yang diangkatnya menjadi pejabat di lingkungan Pemprov Jambi. Pesan itu agar pejabat di lingkungan Pemprov Jambi dapat memenuhi semua permintaan Zumi dan keluarganya. Seperti ketika usai melantik Dodi Irawan menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi. Zumi menyampaikan kepada Dodi melalui rekannya, Apif Firmansyah dan Asrul Pandapotan, agar Dodi dapat loyal, royal, dan totalitas mengabdi kepada Zumi. “Pesan yang disampaikan terdakwa melalui Asrul dan Apif kepada Dodi yakni agar loyal, royal, total dan bersedia membantu kebutuhan finansial terdakwa beserta keluarganya,” tutur jaksa KPK Rini Triningsih saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (23/8). Pesan yang sama juga dia sampaikan kepada Arfan yang dipecat dari jabatan Kabid Binamarga Dinas PUPR Jambi, kemudian mengangkatnya kembali, setelah Arfan bersedia memenuhi kemauan Zumi. “Terdakwa kembali mengangkat Arfan sebagai Kabid Bina Marga setelah Arfan bersedia melaksanakan pesan terdakwa yang disampaikan oleh Asrul bahwa ‘Matahari hanya satu, dan itu harga mati’. Serta bersedia mengumpulkan fee (untuk Zumi),” ungkap jaksa. Pesan Zumi tersebut direalisasikan oleh Dodi dan Arfan. Selama Dodi menjabat menjadi Kadis PUPR, Dodi telah menyetor Rp 1 miliar kepada Zumi. Uang dari Dodi diduga digunakan untuk keperluan keluarga Zumi. Sedangkan Arfan disebutkan telah menyalurkan gratifikasi untuk Zumi Rp 3.068.000.000. Lalu 30 ribu dolar AS dan 100 ribu dolar Singapura. Dalam kasus ini, Zumi menerima gratifikasi dalam bentuk uang seluruhnya Rp 40.477.000.000, lalu 177.300 dolar AS, dan 100 ribu dolar Singapura dan mobil Alphard. Zumi juga didakwa melakukan suap kepada pimpinan dan anggota DPRD Jambi Rp 16,4 miliar. Dalam kasus suap, Zumi didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan gratifikasi, Zumi didakwa melanggar Pasal 12 B atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Sumber:MSNIndonesia.com

Berita ini sudah dilihat 73 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 30
  • Page views today : 35
  • Total visitors : 546,058
  • Total page view: 1,131,280