Connect with us
Update Now

Uncategorized

Ironis, Utang Menumpuk Di RS-RS, BPJS Malah Dukung Pembangunan Infrastruktur Negara ASEAN

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 465,803 kali

Investigasi – Inilah potret tak beresnya birokrasi di negara kita, di saat ratusan rumah sakit negeri dan swasta menjerit karena BPJS menunggak pembayaran berobat. Perusahaan plat merah ini malah sibuk ber investasi di infrastruktur. Padahal hutang tersebut nilainya tak main-main, mencapai ratusan milyar rupiah dan bisa saja berpotensi membuat rumah sakit bangkrut atau ada kelangkaan obat, karena tak mampu membayar, gara-gara utang tersebut di tunggak BPJS. BPJS sendiri di Jakartasaat ini malah mengajukan inisiatif strategis dalam bidang investasi, di pertemuan institusi pelaksana jaminan sosial di negara-negara ASEAN atau ASSA (ASEAN Social Security Association) yang dilaksanakan di Nha Trang, Vietnam, Selasa (18/9) lalu. Poin penting yang digagas oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah kolaborasi investasi dalam bentuk “pool of fund” untuk membiayai pengembangan infrastruktur, khususnya di negara berkembang. “Sebagai ASEAN community, perkembangan satu negara akan berdampak pada perkembangan ekonomi negara ASEAN lainnya. Kita juga harus memastikan dana yang dikelola di institusi jaminan sosial kita hanya berputar di daerah regional ASEAN,” tegas Agus. Agus menyatakan, sudah saatnya ASSA untuk bergerak ke arah yang lebih implementatif untuk perkembangan negara anggota. “Effective Collaboration” di bidang investasi infrastruktur merupakan langkah kongkrit yang bisa dilakukan bersama untuk membantu negara anggota ASEAN lainnya. “Semua negara, baik negara berkembang maupun negara maju, pasti tetap membutuhkan pembangunan infrastruktur. Namun anggaran yang dimiliki negara tentunya terbatas, di sinilah peran institusi Jaminan Sosial anggota ASSA dibutuhkan,” jelas Agus. Institusi Jaminan Sosial dikatakan oleh Agus memiliki kelebihan dibandingkan investor lain, karena umumnya memiliki horizon pengelolaan dana jangka panjang, hal ini sesuai dengan konsep pembiayaan investasi infrastruktur dari pemerintah yang juga bersifat jangka panjang. Agus menjelaskan bahwa kolaborasi seperti ini juga dilakukan oleh negara anggota OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) untuk saling mendukung sesama anggota dalam pendanaan di bidang infrastruktur. “Kami juga sebelumnya telah melakukan diskusi dengan rekan-rekan yang bergerak di bidang jaminan sosial dan asuransi di Jepang, dan sambutan positif yang kami dapat menjadi alasan kami untuk menggagas ide ini lebih lanjut,” tambah Agus.
Sumber: Liputan6.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 237 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.