Connect with us
Update Now

Daerah

Inalillah, Bupati Berau Meninggal Akibat Korona, Diduga Terpapar Saat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 119,051 kali

Bupati Berau (Alm) H Muharram S Pd MM yang meninggal dunia setelah terpapar korona yang diduga saat mendampingi Menteri KKP Edhy Prabowo (dok, borneo24.com)

BêBASbaru.com, BERAU – Kembali seorang Kepala Daerah meninggal dunia karena korona atau Covid-19, kali ini Bupati Berau, Kalimantan Timur, H Muharram (52) yang meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina, Balikpapan, pada Selasa (22/9/2020).

Muharram dinyatakan positif Covid-19 saat menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat maju Pilkada 2020 di RSUD Kanujoso pada Rabu (9/9/2020).

Usai dinyatakan positif Covid-19, Muharam langsung mengumumkan status kesehatannya melalui video. Selain menyebut dirinya positif Covid-19, Muharram juga meminta maaf karena lalai saat berinteraksi dengan seseorang.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau atas kejadian ini. Saat beberapa waktu lalu saya berinteraksi dengan seseorang, sehingga terjadilah seperti ini,” ungkapnya melalui video tersebut.

Saat dinyatakan terpapar Covid-19, ia tidak mengalami gejala sakit berat dan hanya mengeluh flu serta sakit kepala.

KKP | Kementerian Kelautan dan Perikanan

Menteri KKP Edhy Prabowo dan Bupati Berau (Alm) H Muharram saat lepas tukik (anak penyu) ke laut, di duga setelah acara inilah Bupati Berau terpapar korona dan diketahui saat ybs tes kesehatan di RS Pertamina, Balikpapan, sehubungan dengan Pilkada Berau (dok, kkp)

Sementara itu, Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Eddy Iskandar, mengatakan, saat Bupati Berau dirawat di rumah sakit, kondisinya sempat membaik.

Ia dirawat di ruang ICU dengan alat bantu pernapasan. Namun, sejak Selasa sore kondisinya terus memburuk hingga ia dinyatakan meninggal dunia.

“Awalnya sempat membaik, tapi sore tadi kondisi memburuk hingga terhenti napas,” katanya, Selasa. Sementara itu, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo membenarkan kabar itu. “Beliau meninggal gagal napas karena Covid-19,” katanya. Ia menyebutkan, Bupati Berau memiliki riwayat penyakit jantung dan didiagnosis mengidap diabetes.

Agus mengaku tidak pernah lagi berjumpa Muharram setelah bupati itu dinyatakan positif Covid-19. Dia komunikasi terakhir melalui pesan singkat mendoakan agar lekas sembuh.

“Sejak itu (positif Covid-19), enggak ketemu. Sudah tiga pekan kalau enggak salah,” tuturnya. Beberapa hari sebelum dinyatakan positif Covid-19, Bupati Berau sempat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Edhy melakukan kunjungan ke Maratua, Berau, pada 1 September 2020 dengan agenda melepasliarkan 300 ekor tukik.

Dua hari setelah kegiatan tersebut, tepatnya pada 3 September 2020, Eddy dikabarkan positif Covid-19. Kabar tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan.

“Saya langsung WA Bang Edhy, tapi tidak secara langsung menanyakan hal itu, hanya mendoakan agar selalu sehat dan lancar. Dijawab, ‘Amin, terima kasih, Pak Ketua’,” sambung dia.

Pada Rabu (16/9/2020), juru bicara Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga kader Gerindra, Edhy Prabowo, telah sembuh dari Covid-19.

“Lima menit lalu saya sudah lakukan komunikasi via telepon dengan Saudara Edhy Prabowo dan Saudara Edhy Prabowo dalam kondisi merasa keadaannya sehat dan sudah makan enak, dan alhamdulillah hasil swab sudah negatif,” kata Dasco dalam keterangannya.

Selain Bupati Berau, Kapolres Kupang juga dinyatakan terpapar Covid-19 setelah bertemu dengan Menteri KKP Edhy Prabowo. Menteri KKP melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada 28 dan 29 Agustus 2020 lalu

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu mengatakan Kapolres Kupang diduga kuat terpapar Covid-19 dari Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Karena beliau (Kapolres Kupang) tidak ke mana-mana dan waktu kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan beliau ikut mendampingi. Tapi, itu masih dugaan saja,” kata Marius pada Rabu (16/9/2020).

Marius menduga Menteri Edhy terpapar virus corona di Makassar atau Ambon. Sebab, Menteri Edhy telah mengantongi surat keterangan negatif Covid-19 sebelum tiba di Kupang.

Sementara itu sepuluh pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjalani rapid test setelah mendapatkan kabar Menteri Kelautan dan Perikanan  dinyatakan positif Covid-19.

Sepuluh pejabat itu ikut mendampingi Edhy saat melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang

“10 pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan NTT sudah jalani rapid test dan hasilnya negatif,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTT Marius Ardi Jelamu kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2020).

Sumber:  Kompas.com dan berbagai sumber (dengan judul: Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik)

Berita ini sudah dilihat 316 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 78
  • Page views today : 80
  • Total visitors : 531,250
  • Total page view: 1,114,983