Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Imbauan Presiden Jokowi Tak Mempan, Ribuan Pekerja di PHK di Kalsel Dampak COVID-19

Diterbitkan

pada

Ilustrasi, para calon pencari kerja saat mengurus kartu kuning di Kantor Disnaker Kalsel (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Puluhan ribu karyawan dari berbagai sektor di Kalimantan Selatan di rumahkan dan di PHK dampak dari pandemi COVID-19 yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Kadisnakertrans) Kalsel Siswansyah pada diskusi media yang digelar PWI Kalimantan Selatan dengan tema RUU Cipta Kerja : Sebuah Peluang Terciptanya Lapangan Kerja Bagi Pengangguran, Rabu. “Dari data yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Kalsel hingga akhir Maret, terdapat 52 perusahaan yang telah merumahkan karyawannya dengan jumlah 2.829 orang,” katanya. Menurut dia, pekerja dari sektor UMKM yang terdampak sebanyak 2.141 orang, industri kecil menengah berjumlah 1.191 orang dan sektor informal sebanyak 3.455 orang serta buruh lepas menempati jumlah paling banyak yakni 10.200 orang. Menurut dia, sektor yang paling terpukul selama pandemi ini adalah, perhotelan, pariwisata, restoran dan beberapa sektor lainnya. Kendati dirumahkan, tambah dia, sepertinya para pekerja bisa menerima dan memahami, karena memang kondisi usaha selama COVID-19 lesu. Pemahaman tersebut, dibuktikan dengan minimnya pengaduan ke dinas yang dia pimpin, saat menjelang lebaran Idul Fitri. Kendati saat itu, banyak perusahaan yang belum membayarkan THR, namun hanya ada 12 pengaduan dari 11 perusahaan. “Ini membuktikan, bahwa karyawan sangat memahami dengan kondisi yang terjadi saat ini,” katanya. Pengamat Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Profesor Muhammad Handry Imansyah mengatakan, RUU Cipta Kerja dapat menjadi solusi atas permasalahan yang ada akibat pandemi COVID-19 yang mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran. Menurut dia, pemerintah perlu menumbuhkan kembali investasi baru untuk penciptaan lapangan kerja serta peningkatan sumber daya manusia (SDM). “UU Cipta Kerja dapat menjadi solusi permasalahan ini, UU ini  menjadi kepastian hukum bagi semua pemangku kepentingan,” jelas Handry. Handry menegaskan RUU ini harus sesegera mungkin disahkan sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi daerah pulih kembali. “Bagi saya UU Cipta Kerja merupakan peluang bagi terciptanya lapangan kerja baru yang pada akhirnya penyumbang meningkatnya ekonomi,” kata Handry. Menurut dia, RUU Cipta Kerja bukan hanya menguntungkan pengusaha, tetapi juga menguntungkan buruh dan seluruh rakyat Indonesia. “RUU Cipta Kerja bukan hanya untungkan pengusaha, tapi buruh dan seluruh rakyat Indonesia juga diuntungkan,” kata Handry saat jadi nara sumber diskusi media yang digelar PWI Kalimantan Selatan dengan tema RUU Cipta Kerja. Handry menegaskan RUU ini harus sesegera mungkin disahkan sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi daerah pulih kembali.  “Bagi saya UU Cipta Kerja merupakan peluang bagi terciptanya lapangan kerja baru yang pada akhirnya penyumbang meningkatnya ekonomi,” kata Handry.

Sumber: antaranews.com dan berbagai sumber (dengan judul:  Puluhan ribu pekerja di Kalsel terdampak COVID-19)

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 109
  • Page views today : 132
  • Total visitors : 504,381
  • Total page view: 1,082,071