Connect with us
Update Now

Sahibar Banua

Imbas Matlam, Saatnya Warga Kalsel-Teng Gugat PLN, Sebab Telat Sehari Saja Bayar Kena Denda

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 411,297 kali

Sahibar Banua – Dampak pemadaman aliran listrik Minggu (19/1) kemarin, diharap bisa menyadarkan masyarakat akan aspek hukum dari pemadaman. Lembaga bantuan hukum Borneo Law berencana melakukan gugatan kepada PT PLN Kalsel-Teng. “Kami siapkan gugatan ke PLN apabila masyarakat memberi kuasa ke kami,” ujar Presiden Direktur Borneo Law Firm, Muhammad Pajri kemarin. Menurutnya, masyarakat berhak diberi kompensasi kerugian dampak dari gangguan listrik tersebut. Pihaknya bahkan menduga, PLN tidak bekerja profesional. “Dari dahulu sampai sekarang persoalannya selalu terulang. Alasannya tak berdasar dan klasik. Ini dugaan kami, PLN tak profesional. Mereka harus memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami masyarakat ini,” tegasnya. Dia mengambil contoh seperti kasus padamnya aliran listrik di Pulau Jawa bulan Agustus 2019 lalu. Kala itu PLN, berani membayar ganti rugi hingga triliunan rupiah akibat padamnya aliran listrik. “Mengacu kasus serupa, harusnya PLN dan pemerintah pusat adil. Lalu bagaimana dengan PLN Kalsel-Teng?,” tanyanya. Padamnya aliran listrik kemarin, menurutnya sangat merugikan masyarakat yang sehari-hari sangat mengandalkan pasokan listrik untuk melakukan aktivitas. “Mudah-mudahan setelah terpublikasi ini, ada masyarakat yang melakukan gugatan class action terhadap PLN Kalsel-Teng,” harapnya. Dia juga berharap, Gubernur Kalsel dan Gubernur Kalteng, serta Anggota DPR RI Perwakilan Kalsel-Teng bersikap dan mendesak PLN untuk memberikan kompensasi sebagaimana tertuang dalam UU tersebut. “Dirut PLN serta Kementerian ESDM, harus malakukan audit atas kinerja PLN Kalsel-Teng dalam pelaksanaan manajemennya,” tandasnya. Manager Komunikasi PLN Kalseteng, Syamsu Noor menanggapi atas rencana tuntutan dari Borneo Law Firm. Diresponsnya bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait kompensasi tersebut. “Kita akan berkoordinasi, dalam hal ini kepada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. Selanjutnya dari hasil rekomendasi tersebut PLN akan mematuhi semua aturan dan arahan diberikan,” tanggapnya. Apabila nanti dalam koordinasi ini akan disetujui pemerintah. Maka ia memastikan jika PLN akan melakukan pemetaan pelanggan pelanggan yang berhak untuk mendapatkan kompensasi. “Yang berhak itu apabila pelanggan mengalami pemadaman sesuai ketentuan Pasal 6A ayat (4) Permen ESDM nomor 18 tahun 2019 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PT Perusahaan Listrik Negara,” tegasnya.

Lumpuh Hampir 23 Jam

Pemadaman listrik memang gampang membuat warga berang. Apalagi pemadaman cukup lama di hampir seluruh wilayah Kalsel dan Kalteng. Tercatat, listrik padam sejak Minggu (19/1) pukul 17.30 Wita dan kemudian gangguan berangsur pulih mulai Senin (20/1) siang. Dalam keterangan persnya, Manager Komunikasi PLN Kalselteng, Syamsu Noor mengklaim bahwa penyebabnya karena transimisi mengalami gangguan karena adanya sambaran petir di delapan Gardu Induk. “Sampai saat ini dari 145 feeder yang padam akibat gangguan (Peralatan yang berfungsi menyuplai listrik ke pelanggan). 123 feeder di antaranya telah normal, artinya 85% telah normal menyuplai listrik ke pelanggan,” informasinya. Kemudian, ketika dilakukan pengecekan pasca kejadian. PLTA Ir PM Noor, PLTD Trisakti serta PLTG Trisakti kembali beroperasi dan masuk ke sistem kelistrikan pada Minggu (19/1) pukul 17.11 Wita. “Masuknya beberapa pembangkit tersebut membantu kami dalam proses penormalan pada jalur transmisi SUTT 150 kV. Dengan normalnya transmisi, pada pukul 19.58 Wita Sistem Kelistrikan Interkoneksi Kalselteng dan Kaltim kembali terhubung,” tandasnya. Sambungnya, pada pukul 22.54 Wita, seluruh GI yang padam telah berhasil dinyalakan kembali. Selanjutnya pada pukul 23.13 Wita, PLTU Asam-Asam berhasil sinkron kembali ke Sistem Kelistrikan Kalselteng. Sehingga, secara bertahap PLN melakukan proses penormalan jaringan distribusi listrik kepada pelanggan. Tahapan ini memerlukan waktu sampai PLTU Pulang Pisau optimal menyuplai listrik. Pihaknya sendiri saat ini mengungkapkan berharap bahwa tidak ada gangguan susulan. Mengingat, usai upaya yang dilakukan, Listrik sudah dapat disalurkan kembali ke pelanggan. “Kami berharap ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti ini, yakni adanya gangguan kembali,” katanya.Syamsu turut menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tidak terduga yang dikarenakan gangguan alam ini. “Kami mohon doanya agar proses penormalan suplai listrik dapat berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.
Sumber: kalsel.prokal.co dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 93 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 114
  • Page views today : 137
  • Total visitors : 553,556
  • Total page view: 1,139,997