Connect with us
Update Now

Politik

Ibnu Tak Gentar dengan Mitos Petahana Tak Bisa 2 Periode Jadi Walkot Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 404,530 kali

Pasangan petahana Ibnu Sina dan Arifin Noor tak takut mitos (dok, google.com)

BêBASbaru.com, POLITIK – Banjarmasin memang unik, sejak dulu Walikota hanya mampu bertahta satu periode saja. Sejak Alm Sofyan Arfan, lalu dilanjutkan Midfai Yabani, kemudian dilanjutkan Yudi Wahyuni serta Muhidin dan kini Ibnu Sina, tak ada Walkot yang dua periode, bagaimana dengan nama terakhir ini? Modal manis dimiliki oleh Wali Kota Banjarmasin yakni H Ibnu Sina, untuk kembali maju dalam Pilwali 2020 yang dilaksanakan Desember mendatang. Ibnu Sina yang akan didampingi oleh Arifin Noor dalam Pilwali nanti, tentunya sedikit diuntungkan dengan statusnya sebagai petahana. Namun yang tidak kalah penting, Ibnu Sina memiliki modal manis dengan banyaknya torehan prestasi mentereng di berbagai bidang, selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Seribu Sungai, Adapun prestasi yang ditorehkannya, di antaranya pernah menerima penghargaan peringkat pertama dari Seven Media Asia-Asia Global Council, Kategori Wali Kota, Best of The Best Figure 2019. Kemudian Ibnu Sina pula yang menjadikan Banjarmasin sebagai kota pertama di negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai. Namun di tengah prestasi menterengnya selama menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pun dibayangi sebuah mitos untuk bisa mempertahankan kursi orang nomor satu di ibukota Kalsel ini. Mitos tersebut tidak lain adalah, bahwa tidak ada Wali Kota atau petahana yang bisa mempertahankan jabatannya selama beberapa periode terakhir. Misalnya pada Pilwali 2010 lalu yang diikuti oleh petahana saat itu, Yudhi Wahyuni, dan berhasil dikalahkan oleh penantangnya yakni H Muhidin. Berselang satu periode berikutnya, Muhidin juga tak lagi menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin dan digantikan oleh Ibnu Sina untuk periode 2016-2020. Bedanya, saat itu Muhidin memilih bertarung di Pilgub Kalsel. Mitos ini pun juga sepertinya akan dihadapi oleh Ibnu Sina, terlebih seperti diketahui penantangnya dalam Pilwali nanti juga memiliki modal karena diusung oleh partai besar. Misalnya saja adalah pasangan Hj Ananda-Mushaffa Zakir yang diusung oleh Golkar, PAN dan PKS, kemudian Haris Makkie-Ilham Noor yang diusung oleh Gerindra. Diminta tanggapannya mengenai mitos yang akan dihadapinya nanti, Ibnu Sina pun rupanya tak gentar bahkan tertantang untuk mematahkanya. “Mitos tentang petahana yang tidak bisa dua periode kita buktikan saja nanti. Mitos itu bisa benar dan bisa tidak,” kata Ibnu Sina. Disinggung mengenai parpol yang mendukungnya masih minim bahkan terkesan pas-pasan, Ibnu pun mengaku tak masalah. Terlebih partai Demokrat dan PKB sama-sama mengantongi lima kursi di DPRD Banjarmasin, sehingga sudah memenuhi persyaratan yakni minimal sembaln kursi. “Tidak masalah karena ulun (saya, red) sudah bisa maju dengan dua partai ini. Dan dinamika politiknya pun saat ini masih sangat tinggi, karena ada beberapa partai yang masih belum menentukan sikap,” tutupnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber(dengan judul: Ibnu Dibayangi Mitos, Petahana Tak Bisa Dua Periode dalam Pilwali Banjarmasin)

Berita ini sudah dilihat 332 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 12
  • Page views today : 13
  • Total visitors : 553,343
  • Total page view: 1,139,744