Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Selatan

Hutan di Madang-HSS Terancam Rusak Oleh Aksi Ilegal Tambang Batubara, Pelaku Masih Belum Ditangkap!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 255,768 kali

Hutan Madang, HSS yang rusak oleh aktivitas tambang batubara ilegal, di garis line polisi (dok, apahabar.com)

BêBASbaru.com, HULKU SUNGAI SELATAN – Keluhan masyarakat atas adanya penambangan batu bara secara illegal di sekitar situs sejarah, yaitu benteng Madang, ditindaklanjuti DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (21/10/2020).

Rombongan dipimpin Ketua DPRD HSS, H Akhmad Fahmi, Wakil Ketua H Akhmad Kusasi dan Rodi Maulidi serta lima perwakilan anggota. Lokasi penambangan batu bara ilegal tersebut di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung.

Para wakil rakyat itu juga didampingi Kepala DInas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Ronaldy Prana Putra. Serta sejumlah pegawai sekretariat DPRD. Begitu sampai di lokasi, para anggota dewan langsung menuju jalan tambang yang telah dibri garis polisi.

Setelah melewati jalan menanjak sekitar 500 meter dari jalan raya, dengan berjalan kaki, pimpinan DPRD dan anggotanya pun menyaksikan sendiri bekas tanah dikeruk yang permukaannya dipenuhi batu bara. Termasuk, akses jalan keluar angkutan, yang telah dibuat untuk mengangkut hasil tambang.

Peninjauan oleh anggota DPRD HSS ke lokasi penambangan ilegal ini setelah menerima laporan masyarakat yang melihat adanya aktivitas alat berat dan truk angkutan lalu lalang mengangkut hasil batu bara.

Ketua DPRD HSS, H Akhmad Fahmi, mengatakan, informasi yang diperoleh, aktivitas penambangan ilegal itu sudah berjalan beberapa waktu. Namun, saat dilakukan pemantauan aktivitas sudah sudah dihentikan.

 “Kami menduga penambangan ini dilakukan menggunakan alat berat dan dilakukan malam hari,” kata Fahmi. Mengenai tindak lanjut hasil pantauan tersebut, pihaknya akan melaporkan hasil dari kunjungan ke Pemkab HSS.

“Kami akan terus berusaha melacak oknum yang melakukan penambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat. Kami juga akan memintai keterangan PT AGM sebagai pemegang PKP2B, terkait pengawasan yang mereka lakukan,” tambahnya.

Terkait informasi lokasi tambang yang sangat dekat dengan situs Benteng Madang, menurut Fahmi, tidak benar. Sebab, jaraknya lebih dari 500 meter. Benteng Madang terletak di sebelah kanan jalan dari arah Kota Kandangan. Sedangkan lokasi tambang di sebelah kiri jalan raya dengan jarak dari jalan yang dibuat penambang, yaitu lebih dari 500 meter.

Kepala Dispera KPLH HSS, Ranaldy Putra, mengatakan, Pemkab HSS terus mengoptimalkan komunikasi dengan dinas teknis yang menangani pertambangan di Provinsi Kalsel, serta pihak aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian.

“Sekarang kita fokus berkomunikasi dengan Dinas Pertambangan Kalsel dan aparat penegak hukum. Sudah ada garis polisi yang dipasang, sehingga sampai saat ini aktivitas penambangan sudah dihentikan,” katanya.

Ronaldy pun meminta masyarakat lebih aktif ikut melakukan pengawasan sehingga  penambangan ilegal yang merusak lingkungan tidak terjadi. “Jika menemukan indikasinya, segera laporkan,” tegas dia.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Anggota DPRD HSS Temukan Bekas Kerukan Batu Bara di Madang Kalsel)

Berita ini sudah dilihat 180 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 4
  • Page views today : 4
  • Total visitors : 547,772
  • Total page view: 1,133,217