Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Horor Korona di Tapin: Dirut RSUD Datu Sanggul Senang Tulisannya Viral

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 220,320 kali

H Milhan, Direktur Utama RSUD Datu Sanggul, Rantau, Kabupaten Tapin (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, TAPIN – Keberadaan media sosial di tangan yang tepat, sangat berpotensi mencerdaskan dan pencerahan bagi penggunanya. Satu di antaranya adalah akun media sosial milik H Milhan, Direktur Utama RSUD Datu Sanggul, Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Status media sosial akun Milhan Milhan Milhan mendadak viral di grup Team Rescue Tapin, Minggu (25/10/2020).

Itu unggahan statusnya tentang informasi yang berkaitan dengan keresahan publik terhadap wabah virus corona atau Covid-19. Kemudian, tindakan pelayanan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang memperlakukan pasien sebagai tersangka penderita Covid-19.

H Milhan yang dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (25/10/2020) membenarkan menulis status itu sebagai bahan informasi kepada warganet. Informasi itu, sengaja ditulisnya sebagai pencerahan, sebab di televisi atau di daerah lain ada yang menduga rumah sakit meng-covidkan.

Informasi yang ditulis H Milhan di media sosial jejaring facebook itu mendapat banyak komentar warganet. Termasuk yang menyukainya.  “Makasih, dokter, sudah hadir ditengah masyarakat untuk berkenan mendengar keluh kesah kami,” tulis Akun Muhammad Nafarin.

Berikut ini informasi penting yang ditulis H Milhan. “Mohon izin sekedar menyampaikan informasi. Sebagian masyarakat ada yg menyangka petugas kesehatan atau fasilitas kesehatan mengcovidkan pasien. Padahal jelas di pedoman Kementerian Kesehatan terbaru utk penanganan covid revisi-5 disebutkan bahwa pasien probable/suspek yg meninggal dan belum ada hasil laboratorium PCR (hasil swab belum ada), maka penatalaksanaannya sesuai penatalaksanaan Covid19” (screenshoot pedomannya terlampir).

“Pasien Probable adalah Kasus suspek (yg kemungkinan ke arah dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) Berat/ARDS (gejala pernafasan akut)/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR. (Screenshoot terlampir).”

“Tenaga kesehatan (nakes) dan fasilitas kesehatan (faskes) tentu tidak mengada2 jika 136 dokter meninggal terkonfirmasi hasil lab positif covid19. Belum lagi brp bnyak perawat dan nakes lainnya meninggal karena covid19.”

“Memang pasien2 yg meninggal kebanyakan karena komorbid (penyakit penyerta yg sudah ada) kemudian terinfeksi covid19 sehingga penyakitnya tambah parah dan meninggal. Mungkin dari pihak nakes kurang menjelaskan ttg komorbid ini atau pihak keluarga juga belum begitu paham.”

“Dan yg paling sering salah paham adalah pada pasien probable yg meninggal seperti dijelaskan di atas. Kasus probable meninggal memang penatalaksanaan mayat dengan protokol covid19 supaya tidak menularkan ke masyarakat sekitar. Semoga covid19 makin bisa dikendalikan dan bisa berlalu.”

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Akun Dirut RSUD Datu Sanggul Rantau Kalsel Viral, Ini Penyebabnya)

Berita ini sudah dilihat 132 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 192
  • Page views today : 203
  • Total visitors : 544,429
  • Total page view: 1,129,452